- Polda DIY menetapkan Lurah aktif Condongcatur sebagai tersangka kasus korupsi pemanfaatan tanah kas desa di Padukuhan Gandok, Sleman.
- Tersangka menyewakan tanah kas desa kepada 17 pihak tanpa mengantongi izin Gubernur DIY sesuai ketentuan yang berlaku.
- Audit BPKP menyebutkan tindakan ilegal tersebut mengakibatkan kerugian negara dengan nilai ditaksir mencapai lebih dari Rp1 miliar.
SuaraJogja.id - Polda DIY menetapkan Lurah aktif Condongcatur, Kabupaten Sleman, sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi pemanfaatan tanah kas desa (TKD) di wilayah Padukuhan Gandok, Condongcatur.
Penetapan tersangka dilakukan setelah penyidik Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda DIY menggelar perkara dan mengantongi hasil audit kerugian negara.
Kabid Humas Polda DIY Kombes Pol Ihsan membenarkan bahwa penyidik telah menetapkan satu tersangka dalam perkara tersebut. Meski tidak menyebut identitas secara gamblang, ia memastikan tersangka merupakan Lurah Condongcatur yang masih aktif menjabat.
"Tersangkanya sendiri adalah dari pihak Lurah Condongcatur itu sendiri. Iya (lurah aktif)," kata Ihsan, kepada wartawan di Mapolda DIY, Selasa (2/6/2026).
Disampaikan Ihsan, kasus ini berkaitan dengan pemanfaatan tanah kas desa (TKD) di Padukuhan Gandok yang disewakan kepada sejumlah pihak.
Berdasarkan hasil penyidikan sementara, tanah tersebut disewakan kepada 17 penyewa tanpa mengantongi izin dari Gubernur DIY sebagaimana ketentuan yang berlaku dalam pengelolaan aset desa.
Berdasarkan hasil audit yang dilakukan oleh Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Perwakilan DIY nilai kerugian negara ditaksir mencapai lebih dari Rp1 miliar.
"Ini yang disewakan kepada 17 penyewa dan penyewaan ini tanpa ada izin dari Gubernur DIY, sehingga merugikan (negara). Kerugiannya sekitar Rp1 M lebih," ujarnya.
Meski telah berstatus tersangka, yang bersangkutan belum ditahan. Polda DIY beralasan penetapan tersangka baru dilakukan dalam waktu dekat sehingga penyidik masih melengkapi sejumlah pemeriksaan lanjutan.
Baca Juga: Penjualan Hewan Kurban Turun 10 Persen, Pedagang Pusing Harga Pakan Naik Jelang Idul Adha
Adapun Ihsan menyebut penetapan tersangka dilakukan pada pekan terakhir Mei 2026 kemarin.
"Saat ini yang bersangkutan belum kita lakukan penahanan karena memang prosesnya baru bergulir ya," tuturnya.
Ihsan menjelaskan bahwa penyidik masih melakukan pemeriksaan tambahan terhadap tersangka. Dalam proses penyidikan sejauh ini, tersangka disebut bersikap kooperatif.
"Yang bersangkutan juga saat ini dari penyidik kooperatif, tapi secepatnya akan kita tahan," imbuhnya.
Ia menambahkan, seluruh detail perkara akan disampaikan secara resmi kepada publik setelah proses administrasi penyidikan dan pemeriksaan lanjutan rampung.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Moisturizer yang Cocok untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- 4 HP Kamera 200 MP Under Rp5 Juta untuk Foto dan Video Kualitas Tinggi
- Djarum Digeledah KPK, Publik Ramai Kaitkan dengan Isu Haji Isam dan DBS
- 5 Sunscreen untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- Cara Cek KTP Kita Terdaftar di Pinjol Apa Saja?
Pilihan
-
Resmi, MA Putuskan Suket Penyetaraan Ijazah Gibran Tidak Sah
-
Kembangkan AURA, Suara.com Raih AMSI Awards 2026 di Bidang Inovasi Produk dan Pemanfaatan AI
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
Terkini
-
Gandeng 43 Kampus Muhammadiyah, PERADI Profesional Perkuat Pendidikan dan Integritas Advokat
-
Coach Justin Nilai AXIS Nation Cup Buka Jalan Talenta Muda ke Level Profesional
-
Gratis! Grand Final AXIS Nation Cup 2026 Hadirkan 16 Tim dan Deretan Artis
-
Pasca Ramai Seruan Boikot, RANS Carnival di Maguwoharjo Ditinggal Musisi dan UMKM
-
Polresta Sleman Sita 561 Botol Miras Ilegal Selama Oktober 2026