- BPPTKG melarang aktivitas pendakian Gunung Merapi karena adanya potensi erupsi eksplosif yang membahayakan keselamatan para pendaki di area tersebut.
- Gunung Merapi yang kini dalam fase erupsi efusif dapat memicu lontaran material vulkanik berbahaya sejauh radius tiga kilometer.
- Balai Taman Nasional Gunung Merapi menegaskan bahwa seluruh jalur pendakian ditutup hingga waktu yang belum dapat ditentukan.
SuaraJogja.id - Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) kembali mengingatkan masyarakat agar tidak nekat melakukan pendakian ke Gunung Merapi. Hal ini sebagai respons atas mulai maraknya ajakan di media sosial untuk kembali mendaki gunung api tersebut.
Kepala BPPTKG, Agus Budi Santoso menuturkan bahwa meski saat ini Gunung Merapi berada dalam fase erupsi efusif, potensi terjadinya erupsi eksplosif secara tiba-tiba masih tinggi. Sehingga aktivitas di sekitar puncak dinilai sangat berbahaya.
"Kami ingin menegaskan kembali bahwa aktivitas pendakian di Gunung Merapi saat ini sangat tidak disarankan demi keselamatan. Apabila terjadi erupsi eksplosif, lontaran material vulkanik dapat terlempar hingga mencapai radius 3 kilometer dari puncak," kata Agus dikutip, Rabu (1/7/2026).
Menurut Agus, radius tersebut mencakup area yang biasa dilalui pendaki. Sehingga siapa pun yang berada di kawasan itu berpotensi terpapar bahaya secara langsung.
"Jangkauan ini mencakup area yang biasanya menjadi jalur maupun batas akhir pendakian, sehingga sangat mengancam nyawa siapa pun yang berada di zona tersebut," tegasnya.
Ia menjelaskan, masyarakat perlu memahami bahwa fase erupsi efusif bukan berarti Gunung Merapi berada dalam kondisi aman. Dalam kondisi tersebut, magma memang keluar ke permukaan secara perlahan.
Namun sewaktu-waktu dapat berubah menjadi erupsi eksplosif apabila saluran keluarnya magma itu tersumbat. Kemudian mengakibatkan tekanan gas di dalam kawah meningkat secara drastis.
Agus menambahkan, sumbatan tersebut dapat menyebabkan akumulasi tekanan gas yang sangat kuat di dalam kawah hingga akhirnya memicu pelepasan energi dalam bentuk erupsi eksplosif secara mendadak.
"Bahaya ini dapat terpicu apabila jalan keluar magma mengalami sumbatan secara tiba-tiba. Sumbatan tersebut akan menyebabkan akumulasi tekanan gas yang sangat kuat di dalam kawah, yang pada akhirnya dapat melepaskan energi berupa erupsi eksplosif secara mendadak," ujarnya.
Baca Juga: Rumah Eross Sheila On 7 Kemasukan Ular Kobra, Damkar Sleman Evakuasi Tengah Malam
Peringatan tersebut, kata Agus, didukung oleh rekam jejak aktivitas Gunung Merapi selama ratusan tahun. Berdasarkan catatan historis, tipe erupsi eksplosif merupakan jenis letusan yang paling sering terjadi, termasuk setelah erupsi besar pada 2010.
"Dalam catatan tiga abad terakhir, Gunung Merapi pernah menunjukkan lima tipe erupsi yang berbeda, dan faktanya, tipe erupsi yang bersifat eksplosif adalah yang paling sering terjadi. Bahkan, pasca-erupsi 2010, telah tercatat 32 kali erupsi eksplosif yang didominasi oleh erupsi freatik," tuturnya.
"Oleh karena itu, selama potensi ancaman ini masih tinggi, penutupan aktivitas pendakian di daerah potensi bahaya merupakan langkah mitigasi utama yang harus dipatuhi," pungkasnya.
Tegaskan Masih Ditutup untuk Pendakian
Sebelumnya, Balai Taman Nasional Gunung Merapi (TNGM) menegaskan bahwa pendakian Gunung Merapi hingga saat ini masih ditutup sampai batas waktu yang belum dapat ditentukan.
Kepala Balai TNGM, T. Heri Wibowo, menjelaskan bahwa penutupan dilakukan untuk mematuhi rekomendasi dari instansi yang berwenang sekaligus mengutamakan keselamatan masyarakat.
Berita Terkait
Terpopuler
- Feng Shui Warna Cat Rumah Pembawa Keberuntungan Berdasarkan Shio
- 4 Sepatu Lari Skechers yang Empuk untuk Jogging hingga Long Run Sesuai Review Pembeli
- Pemain Timnas Terlibat? 3 Kejanggalan Dugaan Pengaturan Skor Piala AFF 2026
- 5 Rice Cooker Murah untuk Keluarga Kecil, Hemat Listrik dan Awet
- 4 Shio yang Diprediksi Nasibnya Makin Baik pada 15 Agustus 2026, Siapa Saja?
Pilihan
-
Gempa 6,4M Guncang Sumatera Utara sampai Sumbar
-
Masih Banyak Warga NTT Terjebak di Bawah Reruntuhan Bangunan, 2000 Orang Mengungsi
-
Info Terbaru Gempa NTT: 15 Warga Manggarai Tewas, 280 Bangunan Jadi Puing
-
5 Bandara Rusak Diguncang Gempa NTT, Landasan Pacu Sampai Retak
-
Pesona Masjid Pancasila Kediri: Sederhana di Luar, Bikin Pangling di Dalam
Terkini
-
Tanggap Gempa Flores, BRI Peduli Turun Langsung Bantu Masyarakat Terdampak Bencana
-
GEMPAR di Pasar Ngino, Yuk Nonton Jathilan Sambil Nglarisi Pedagang!
-
Wujudkan Mobil Impian, BRI KKB Expo 2026 Tebar Promo Suku Bunga Mulai 1,81 Persen
-
Rayakan HUT Ke-81 RI Lebih Hemat dengan Ragam Promo Spesial dari BRI
-
Bukan Sekadar Horor Biasa, 'Munafik: Melawan Iblis' Hadir dengan Unsur Religi Serta Budaya Jawa