- Badan Gizi Nasional menghentikan sementara operasional 17 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi di Yogyakarta pada Juli 2026.
- Penghentian operasional disebabkan masalah perizinan seperti sanitasi, infrastruktur, IPAL, serta adanya laporan Kejadian Menonjol.
- Pemerintah Daerah DIY memperketat pengawasan dan koordinasi untuk memastikan standar keamanan pangan terpenuhi dengan baik.
SuaraJogja.id - Sebanyak 17 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di DIY saat ini berstatus suspend atau dihentikan operasionalnya. Jumlah tersebut dari total 833 SPPG di Indonesia yang saat ini mulai ditutup Badan Gizi Nasional (BGN).
Ketua Satgas MBG DIY sekaligus Sekda DIY, Ni Made Dwipanti Indrayanti di Yogyakarta, Rabu (29/7/2026) menyatakan, berdasarkan data terakhir, terdapat 462 SPPG di DIY. Dari jumlah tersebut, sebanyak 394 SPPG telah beroperasi, 51 SPPG belum beroperasi dan 17 SPPG yang berstatus suspend.
"Ya banyak hal [penyebabnya]. Salah satunya berkaitan dengan kelengkapan perizinan. Ketika beroperasional ada syarat-syarat dan ketentuan yang berlaku," paparnya.
Menurut Made, pemenuhan persyaratan operasional menjadi hal penting yang harus dipastikan sebelum SPPG menjalankan pelayanan. Salah satu persyaratan yang menjadi masalah adalah Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS), termasuk proses pengolahan makanan dan penerapan standar operasional prosedur (SOP) di masing-masing SPPG.
Pasca penutupan, Pemda terus melakukan koordinasi dan pengawasan terhadap pelaksanaan program pemenuhan gizi di DIY. Kalau sebelumnya koordinasi dilakukan secara rutin setiap pekan, kini dilakukan sekitar satu bulan sekali.
"Kalau ada kasus yang lebih darurat, baru kita panggil KPPG-nya (Kantor Pelayanan Pemenuhan Gizi-red)," ujarnya.
Terkait adanya kejadian dugaan keracunan makanan di salah satu SPPG di Kulon Progo yang menyebabkan ratusan siswa dan ibu hamil diare, Made menyebut kewenangan penghentian sementara operasional berada di BGN. Pemda hanya berperan dalam melakukan pengawasan serta meminta pertanggungjawaban dan laporan atas kejadian yang terjadi.
Karenanya untuk mengantisipasi kasus serupa, Made mengingatkan pemenuhan persyaratan tersebut tetap wajib dilakukan meskipun kejadian yang terjadi tidak menimbulkan dampak signifikan.
"Standar keamanan dan kelayakan operasional harus tetap dipenuhi untuk memastikan pelaksanaan program pemenuhan gizi berjalan dengan baik," tandasnya.
Baca Juga: Program MBG Libur, Harga Daging di Pasar Jogja Turun Drastis, Pembeli Bisa Menikmati Ayam Murah Lagi
Sementara itu, Kepala Kantor Pelayanan Pemenuhan Gizi (KPPG) Jateng-DIY Bagian Selatan, Harsono Budi Waluyo membenarkan adanya 17 SPPG di DIY yang ditutup. Berdasarkan data per 27 Juli 2026, sebanyak empat SPPG berstatus suspend karena berkaitan dengan Kejadian Menonjol (KM). Sedangkan 13 lainnya masuk kategori non-KM, antara lain terkait IPAL dan infrastruktur.
"Status tersebut merupakan suspend biasa atau pemberhentian sementara dan bukan suspend permanen. Hingga saat ini, tidak ada SPPG di wilayah DIY yang berstatus suspend permanen," imbuhnya.
Kontributor : Putu Ayu Palupi
Berita Terkait
Terpopuler
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- Kasat Narkoba Tangsel Ditangkap! Diduga Edarkan Narkoba Bersama Enam Anak Buah
- 4 Serum Wardah untuk Mengecilkan Pori, Kulit Halus dan Mulus Bertahap
Pilihan
-
Dicecar 23 Pertanyaan Penyidik KPK, Ini Kata Plt Bupati Sukoharjo
-
Cuma Sisa Rp200 Juta! Perampok Rp1,2 Miliar di Kalideres Diciduk Usai Habiskan 1 M Dalam 8 Hari
-
Survei SMRC Juli 2026: Elektabilitas Prabowo Anjlok Drastis, Disalip Dedi Mulyadi
-
Malaysia Dikit Lagi Resmi Berstatus Negara Maju, Pendapatan Warga Rp 250 Juta per Tahun
-
Bupati Pemalang Anom Widiyantoro Terjaring OTT KPK, Ulangi Jejak Kelam Pendahulu
Terkini
-
Gawat! DIY Tak Punya Anggaran Dropping Air, Empat Kabupaten Sudah Alami Kekeringan
-
Tegas! 17 SPPG di DIY Ditutup, Buntut Kasus Keracunan hingga Masalah Izin
-
BRI Jadi Andalan Program 3 Juta Rumah, Pemerintah Beri Apresiasi atas Penyaluran KUR Perumahan
-
Puluhan Tangki Tiap Musim Kemarau Tak Selesaikan Masalah, Warga Kemesu Minta Pencarian Sumber Air
-
Ramai Wisatawan Dipalak Saat Foto di Plang Malioboro, UPT Tertibkan Fotografer