- Gerakan Meramaikan Pasar Rakyat digelar di Pasar Balangan Sleman.
- Program Gempar bertujuan memperkuat ketahanan ekonomi pedagang lokal.
- Acara menghadirkan hiburan jathilan, talkshow, dan edukasi masyarakat.
SuaraJogja.id - Gerakan Meramaikan Pasar Rakyat (GEMPAR) kembali menyapa masyarakat Sleman, kali ini akan menyambangi Pasar Balangan pada Senin 10 Agustus 2026. Mengusung tema “Pasar Tumbuh, Ekonomi Tangguh”, GEMPAR mengajak masyarakat meramaikan pasar sekaligus memperkuat peran pasar rakyat sebagai penggerak ekonomi lokal.
GEMPAR merupakan program Pemerintah Kabupaten Sleman melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) yang dirancang untuk menghidupkan kembali aktivitas pasar tradisional.
Selain meningkatkan kunjungan masyarakat dan omzet pedagang, program ini juga menjadi ruang untuk memperkenalkan produk unggulan daerah kepada khalayak yang lebih luas.
Pasar rakyat memiliki posisi penting dalam menggerakkan perekonomian daerah karena mempertemukan pedagang, pelaku UMKM, dan konsumen secara langsung.
Ketika masyarakat kembali berbelanja di pasar, perputaran ekonomi dapat dirasakan secara langsung oleh pedagang dan pelaku usaha yang menggantungkan penghasilan dari aktivitas perdagangan.
Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Sleman Dwi Wulandari, S.T., M.Ec.Dev. sebelumnya menegaskan, pengembangan pasar tradisional perlu dilakukan secara menyeluruh.
Menurutnya, pasar rakyat tidak cukup hanya dibenahi dari sisi fisik, tetapi juga perlu terus dikembangkan agar mampu mengikuti perkembangan zaman.
“Pengembangan pasar tradisional bukan sekadar renovasi fisik, melainkan upaya strategis untuk melestarikan ekonomi kerakyatan agar berdaya saing dan naik kelas. Pasar rakyat adalah jantung ekonomi lokal untuk itu,” katanya.
Penguatan pasar rakyat juga berkaitan dengan upaya menciptakan ruang perdagangan yang bersih, aman, dan nyaman bagi masyarakat.
Baca Juga: GEMPAR di Pasar Ngijon, Strategi Sleman Wujudkan Pasar Nyaman dan Ekonomi Berdaya
Pada saat yang sama, pedagang perlu didorong untuk beradaptasi dengan perkembangan teknologi, termasuk memanfaatkan pembayaran digital dan kanal promosi daring.
Semangat tersebut sejalan dengan tema “Pasar Tumbuh, Ekonomi Tangguh” yang diusung dalam GEMPAR Pasar Balangan. Pasar yang semakin ramai diharapkan tidak hanya menciptakan aktivitas perdagangan yang lebih hidup, tetapi juga memperkuat ketahanan ekonomi masyarakat melalui keberlanjutan usaha pedagang dan UMKM lokal.
GEMPAR juga menjadi momentum untuk mengajak masyarakat melihat pasar rakyat bukan sekadar tempat berbelanja.
Kegiatan GEMPAR di Pasar Balangan akan dimulai pukul 07.00 WIB dan menghadirkan rangkaian acara yang memadukan aktivitas ekonomi, hiburan, serta edukasi bagi masyarakat. Acara akan dipandu oleh Gospeng dan Dina Trinil yang siap membawa suasana pasar menjadi lebih meriah dan interaktif.
Kemeriahan GEMPAR juga akan hadir melalui pertunjukan jathilan yang menjadi bagian dari rangkaian hiburan untuk masyarakat.
Selain hiburan, GEMPAR Pasar Balangan menghadirkan talkshow yang membahas isu yang dekat dengan kehidupan masyarakat. Kepala Bagian Hukum Sekretariat Daerah Kabupaten Sleman, Hendra Adi Riyanto, akan menjadi narasumber dalam sesi tersebut.
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Shio yang Tinggalkan Masa Sulit Mulai 5 November 2026, Siap Sambut Kebahagiaan
- 9 Sunscreen untuk Wanita Usia 50 Tahun ke Atas agar Kulit Awet Muda
- Viral Pendaki Ditandu Naik Gunung Merbabu, Biaya Capai Rp30 Juta
- Apa Bedanya Adidas Originals vs Adidas Performance? Kenali dari Logo dan Kegunaannya
- 4 Sepatu Jalan dengan Teknologi Penyangga Kaki Terbaik untuk Berjalan jauh
Pilihan
-
Seskab Teddy Dikabarkan Diperiksa PUSPOM? Panglima TNI: Itu Hoaks
-
Jokowi Tak Banyak Komentar Soal Penyadapan Prabowo: Kita Hormati Proses Hukum
-
Dicecar soal Listyo Sigit Prabowo, Jokowi: Semua Orang juga Sudah Tahu
-
Jokowi Ngaku Lupa Nama 3 Temannya yang Wisuda Bareng di UGM
-
Hakim Potong Omongan Jokowi yang Melebar: Jawab Saja Pertanyaannya!
Terkini
-
Misi Hijau JCWF 2026: Wujudkan Wisata Berkelanjutan Lewat Kolaborasi Lintas Sektor
-
Jelajah Jogja Cultural Wellness Festival 2026: Sensasi Pemulihan Diri Berbalut Kearifan Budaya
-
Tuan Rumah JCWF & Munas DPP PUTRI 2026, Loman Park Hotel Dorong Sinergi Wellness-Pariwisata
-
Perempuan Tak Punya Pilihan Berhenti Haid, Pajak Pembalut 11 Persen Dinilai Nodai Keadilan Gender
-
Kota Jogja Vs Gunungkidul: Jarak Kualitas Hidup Ini Ternyata Masih Jauh!