- IHKS 2026 di Yogyakarta mempertemukan 100 ahli ortopedi dan peneliti dari 15 negara untuk membahas upaya mempertahankan atau mengganti sendi secara optimal.
- AI dan teknologi robotik semakin berperan dalam penanganan masalah sendi, terutama untuk meningkatkan akurasi diagnosis dan presisi operasi, namun tetap sebagai alat bantu dokter.
- Forum juga menyoroti penanganan tumor tulang dan kemandirian implan medis Indonesia, termasuk pentingnya kolaborasi riset dan pengembangan teknologi lokal.
SuaraJogja.id - Sebanyak 100 ahli bedah ortopedi dan peneliti dari 15 negara berkumpul di Yogyakarta dalam forum ilmiah internasional Indonesian Hip and Knee Society (IHKS) 2026.
Forum yang digelar di Yogyakarta Marriott Hotel tersebut berlangsung selama tiga hari, Kamis (20/8) hingga Sabtu (22/8). Tahun ini, IHKS 2026 mengangkat tema “Preserve or Replace: Optimizing Joint Longevity and Function”.
Sesuai tema, forum tersebut membahas perkembangan penanganan masalah sendi yang kini tidak hanya berfokus pada operasi penggantian sendi, tetapi juga upaya mempertahankan sendi asli pasien selama mungkin.
Ketua IHKS, Rizki Rahmadian, mengatakan perkembangan ilmu kedokteran memungkinkan dokter melakukan berbagai upaya untuk menyelamatkan sendi alami pasien.
“Para ahli memperlihatkan bagaimana sains kedokteran modern berjuang mempertahankan sendi asli pasien selama mungkin. Melalui teknik perawatan jaringan tulang rawan terbaru hingga tindakan bedah invasif minimal (arthroscopy), sendi alami yang rusak coba diselamatkan agar pasien tak perlu tergesa-gesa menjalani operasi penggantian total,” tutur Rizki saat konferensi pers IHKS 2026 di Yogyakarta Marriott Hotel, Jumat (21/8) siang.
Namun, ketika kondisi sendi sudah tidak memungkinkan untuk dipertahankan, teknologi penggantian sendi terus berkembang.
Salah satunya melalui pemanfaatan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) dan operasi berbasis robotik (robotic-assisted surgery).
Rizki mengatakan teknologi robotik dapat membantu dokter melakukan operasi dengan lebih presisi. Dalam forum tersebut, berbagai robot dari sejumlah vendor juga diperkenalkan untuk menunjukkan bagaimana teknologi tersebut dapat membantu proses operasi.
“Istilahnya itu (proses operasi) dipandu menggunakan robotik, tapi penggerak tetap adalah dokternya,” kata Rizki dalam jumpa pers, Jumat (21/8).
Baca Juga: Video AI Catut Gubernur DIY Beredar di WhatsApp, Publik Diimbau Waspada Modus Penipuan
Menurutnya, robot dapat membantu dokter terutama dalam proses pengukuran sebelum operasi. Pada operasi penggantian sendi, misalnya, pengukuran secara digital dinilai lebih presisi dibandingkan pengukuran menggunakan alat manual.
Teknologi tersebut juga membantu menjaga kestabilan gerakan dokter selama operasi.
“Kalau manusia itu ada batasan kekuatan misal di lengan kadang gemeteran. Robot itu membantu agar lebih stabil dan presisi lagi,” ujarnya.
Sementara itu, pemanfaatan AI dinilai dapat membantu dokter sejak proses diagnosis. Teknologi tersebut dapat digunakan untuk mengumpulkan dan mengolah data hingga membantu mengambil kesimpulan terkait suatu penyakit.
Meski demikian, Rizki menegaskan teknologi tidak menggantikan peran dokter. Dokter tetap menjadi aktor utama dalam menentukan penanganan pasien.
Hal senada disampaikan Ketua Indonesian Orthopaedic & Traumatology Research Society (IOTRS), Norman Zainal.
Berita Terkait
Terpopuler
- 2 Sabun Cuci Muka Wardah Terbaik untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun ke Atas
- OJK Respon Isu Dirut MNC Dicekal Usai Keterangan Kontroversial Jusuf Hamka
- Kajian UGM: Durasi Pidato Prabowo Naik Tiga Kali Lipat, Ucapan Tidak Pantas Tercatat 311 Kali
- Bau Babi di Kapal ASDP Tuai Keluhan Penumpang, Pemerhati Usul Kapal Khusus Ternak dari APBN
- Penyekapan 10 Calon ART Gegerkan Surabaya, Pemkot Segel Penampungan di Kedung Anyar
Pilihan
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
-
RM Soeharjo Djajengasmoro: Tokoh Penting Pemuda yang Didepak dari Kampus Sendiri karena Ijazah
-
'Partai Mahasiswa' Serbia Guncang Eropa! Kalahkan Rezim Lewat Pemilu
-
Kebakaran Hutan di Toraja Utara Hanguskan Kuburan Leluhur
-
Prabowo Tak Takut Ancaman MSCI, OJK: Kita Tetap Usaha Jadi Emerging Market
Terkini
-
Bikin Momen Bareng Sahabat Makin Hemat, Intip Promo Spesial BRI
-
Kawal Aksi Hari Sumpah Pemuda di Yogyakarta, Polisi Siapkan Pengalihan Arus Situasional
-
RM Soeharjo Djajengasmoro: Tokoh Penting Pemuda yang Didepak dari Kampus Sendiri karena Ijazah
-
Es Jeruk di Malioboro Rp20 Ribu Viral, Hasto Bakal Turunkan Satpol PP
-
BPPD DIY Dorong Yogyakarta Jadi Destinasi Cultural Wellness Berkelanjutan Lewat Festival 2026