- BMKG Yogyakarta mengimbau nelayan dan wisatawan meningkatkan kewaspadaan terhadap gelombang tinggi hingga 4 meter pada 24–27 Agustus 2026.
- Penguatan angin timuran yang mencapai 30 knot di perairan selatan DIY memicu risiko bahaya bagi aktivitas pelayaran.
- Nelayan diminta melengkapi alat keselamatan dan wisatawan dilarang berenang di dekat bibir pantai selatan Yogyakarta.
SuaraJogja.id - Nelayan dan wisatawan di pesisir selatan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) diminta meningkatkan kewaspadaan menyusul potensi gelombang tinggi hingga 4 meter yang diperkirakan terjadi pada 24–27 Agustus 2026.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Kelas II Yogyakarta menyebut kondisi laut selatan Jawa dalam beberapa hari ke depan berpotensi membahayakan aktivitas pelayaran. Penguatan angin timuran menjadi salah satu faktor utama yang memicu peningkatan risiko tersebut.
Prakirawan BMKG Yogyakarta, Siti Winasari, mengatakan kecepatan angin di wilayah perairan selatan DIY dapat mencapai 30 knot. Kondisi ini perlu diwaspadai, terutama oleh nelayan yang menggunakan perahu berukuran kecil hingga kapal tongkang.
"Biasanya yang terpengaruh oleh angin di atas 15 knot itu ya dari perahu kapal nelayan dan kapal tongkang ini sudah mulai goyang," kata Siti di Yogyakarta, Senin (24/8/2026).
Menurutnya, kecepatan angin normal yang dihadapi nelayan umumnya berada di kisaran 10–20 knot. Ketika angin menguat hingga 30 knot, kondisi tersebut dapat meningkatkan risiko terhadap stabilitas kapal dan keselamatan awak.
Karena itu, BMKG meminta nelayan tidak hanya mengandalkan kondisi cuaca saat hendak berangkat, tetapi rutin memantau perkembangan prakiraan cuaca dan tinggi gelombang melalui kanal resmi BMKG Yogyakarta.
"Alangkah baiknya untuk rutin memeriksa prakiraan cuaca dan tinggi gelombang dari info resmi BMKG Yogyakarta yang kami update dan share setiap hari di media sosial," ujarnya.
Nelayan juga diminta melengkapi perahu dengan peralatan keselamatan, terutama life jacket, sebelum melaut.
Tak hanya nelayan, peringatan juga ditujukan kepada wisatawan yang beraktivitas di kawasan pantai selatan DIY. Wisatawan diminta tidak berenang maupun berada terlalu dekat dengan bibir pantai saat kondisi gelombang meningkat.
Baca Juga: HONOR Tour Hadir di Yogyakarta, Sasar Kebutuhan Teknologi Pelajar dan Mahasiswa
"Wisatawan juga kami imbau tidak berenang atau beraktivitas terlalu dekat dengan bibir pantai serta mematuhi arahan dari petugas," kata Siti.
BMKG memprediksi gelombang hingga 4 meter berpotensi terjadi di sejumlah perairan Indonesia selama periode 24–27 Agustus 2026. Kondisi tersebut membuat masyarakat pesisir dan pengguna jasa kelautan perlu menjadikan informasi cuaca sebagai pertimbangan utama sebelum beraktivitas di laut.
Berita Terkait
Terpopuler
- Total Dana Korban Penipuan Tembus Rp811,1 Miliar, Sebanyak 702.833 Rekening Diblokir
- Media Inggris: FIFA ASEAN Cup Akal-akalan Infantino Pertahankan Posisi, Prabowo Kena Prank
- Arti Mimpi Ketemu Orang yang Sudah Meninggal tapi Tidak Bicara Menurut Primbon Jawa
- Menyakitkan Para Pencari Kerja, Guru Besar UGM: Perbuatan Gibran Tercela, Harus Diselesaikan
- Sabun Kojie San untuk Wajah atau Badan? Simak Kegunaan dan Kandungannya
Pilihan
-
Polri Gerebek Sarang Narkoba Kampung Boncos dan Ambon! Operasi Masih Berlangsung
-
Prabowo Mau Ganti Panglima TNI dan Jaksa Agung Pekan Ini, Tapi...
-
Polisi Dalami Dugaan Pemalsuan Suket Pendidikan Gibran
-
PDI Perjuangan: Gibran Lebih Baik Mundur dari Wapres
-
Satgas PKH Pamer Tumpukan Duit Rp13 Triliun Hasil Penyelamataan Keuangan Negara di Hadapan Prabowo
Terkini
-
161 Bank di Indonesia Bertumbangan, 3 di Antaranya dari Jogja! Cek Masalahnya
-
Miris 117 Kampus Muhammadiyah Tanpa Profesor, Forum PTMA Siapkan Penataan Besar
-
Cegah Stunting Tak Cukup dengan Edukasi, Keluarga Perlu Mandiri Pangan
-
Krisis Air di Bantul, Siswa SD Terpaksa Tayamum karena Tak Bisa Berwudhu
-
Usai Dilantik, Bupati Sleman Minta 5 Lurah PAW Diminta Fokus pada Program dan Pelayanan Publik