- Pelajar asal Bantul bernama Dextra Nuha Susila Putra meraih medali emas taekwondo di Korea Selatan pada 10 Agustus 2026.
- Kemenangan atlet binaan Sabeum Aditya Kurniawan tersebut diraih dalam ajang ke-11 MBC International Championships di Geumsan.
- Ketua Pengkab TI Bantul mengingatkan Dextra agar tetap rendah hati dan terus meningkatkan prestasi di masa depan.
SuaraJogja.id - Pelajar asal Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), kembali mengharumkan nama Indonesia di panggung olahraga internasional. Dextra Nuha Susila Putra, siswa kelas XII KKO SMA Negeri 1 Sewon, sukses merebut medali emas dalam ajang Taekwondo ke-11 MBC International Championships di Geumsan, Korea Selatan, 10 Agustus 2026.
Prestasi tersebut menjadi catatan penting bagi Dextra yang mampu bersaing dengan atlet dari berbagai negara. Di bawah arahan pelatih Sabeum Aditya Kurniawan, Dextra menunjukkan hasil dari proses latihan yang selama ini dijalaninya.
Aditya mengatakan, keikutsertaan Dextra dalam kompetisi internasional tersebut terasa semakin istimewa karena bertepatan dengan momentum peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
“Alhamdulillah, ini merupakan hasil kerja keras latihan dan doa. Terima kasih kepada sekolah, pelatih, dan semua pihak yang telah mendukung hingga berhasil meraih medali emas,” ujar Aditya dikutip dari prolimannews.id pada Senin (24/8/2026) .
Dextra, putera kelahiran dusun Kalisat, Triharjo, Pandak, Bantul, Yogyakarta ini sejak beliau sudah banyak menyabet berbagai prestasi. Baik ditingkat lokal, level kabupaten, provinsi dan kini melaju ke tingkat internasional.
Sementara itu, Ketua Pengkab Taekwondo Indonesia (TI) Bantul, Master Rahmi Kurnia S.E., mengingatkan Dextra agar tidak cepat berpuas diri setelah meraih prestasi di level internasional.
Ia berpesan agar Dextra tetap rendah hati dan menjadikan medali emas tersebut sebagai motivasi untuk meningkatkan kemampuan.
“Jangan sombong atas kemenangan. Tetap giat berlatih karena medali ini baru awal dari perjalanan,” pesannya.
Keberhasilan Dextra di Korea Selatan sekaligus menjadi bukti bahwa pembinaan atlet pelajar di Bantul memiliki potensi untuk melahirkan talenta yang mampu bersaing di tingkat internasional.
Baca Juga: Minta Rp15 Juta Tak Kunjung Diberi, Anak di Bantul Bakar Rumah Orang Tuanya
Berita Terkait
Terpopuler
- Survei: 55 Persen Pemilih Prabowo Tidak Akan Memilihnya Kembali pada Pilpres 2029
- Selundupkan 1.689 Burung Liar ke Jakarta, Bus Sinar Jaya Dicegat di Pelabuhan Bakauheni
- KPU Bisa Tindaklanjuti Putusan MK dengan Menyatakan Syarat Pendidikan Gibran di Pilpres 2024 Tak Sah
- Rekonsiliasi Politik, Anies Baswedan Jadi Menteri Prabowo?
- Rapor Prabowo-Gibran dan Para Menteri Anjlok, Purbaya yang Dicopot Justru Jadi Menteri Terbaik
Pilihan
-
Inilah 5 Menteri yang Kinerjanya Paling Buruk Menurut Survei CELIOS
-
Polri Gerebek Sarang Narkoba Kampung Boncos dan Ambon! Operasi Masih Berlangsung
-
Prabowo Mau Ganti Panglima TNI dan Jaksa Agung Pekan Ini, Tapi...
-
Polisi Dalami Dugaan Pemalsuan Suket Pendidikan Gibran
-
PDI Perjuangan: Gibran Lebih Baik Mundur dari Wapres
Terkini
-
Ketua Yayasan Little Aresha Dituntut 10 Tahun Penjara, 83 Anak Korban Minta Restitusi Rp2,12 Miliar
-
BRI Bidik Peluang Bisnis dari MotoGP Mandalika 2026
-
Pemerintah Berencana Buat Program Kuliah Gratis, PTS Terancam Gigit Jari Kehilangan Mahasiswa
-
Ngenes! Prabowo Tambah Pejabat, Transfer ke DIY Malah Susut Rp910 Miliar
-
MotoGP Mandalika 2026 Makin Ramah Lingkungan, BRI Peduli Kerahkan 500 Relawan