- Pemasangan Regol Ayom di Malioboro oleh Pemda DIY pada Senin (31/8/2026) justru menyulitkan mobilitas kaum difabel.
- Sekda DIY menyatakan akan melakukan penyesuaian desain dan penempatan petugas guna mengatasi keluhan akses pejalan kaki tersebut.
- Ketua GIPI DIY menilai kebijakan kawasan pejalan kaki berpotensi meningkatkan kualitas wisata jika dimitigasi dengan baik.
SuaraJogja.id - Rencana menjadikan Malioboro sebagai kawasan full pedestrian melalui pemasangan Regol Ayom di 13 sirip mulai berdampak. Upaya Pemda DIY mempercantik dan meningkatkan kualitas kawasan wisata ikonik Yogyakarta itu justru menyusahkan kaum difabel dan pejalan kaki.
Video yang memperlihatkan pejalan kaki dan difabel yang kesulitan melintas di kawasan Malioboro karena terhalang Regol Ayom viral di media sosial (medsos) viral. Salah seorang lansia pengguna kursi roda terpaksa didorong dan membungkuk di sisi bawah regol hanya untuk masuk ke Malioboro.
Sekda DIY Ni Made Dwipanti Indrayanti pun buka suara terkait hal itu. Ia menyatakan sejak awal Regol Ayom sebenarnya ditujukan untuk membatasi mobilitas kendaraan bermotor alih-alih pejalan kaki bahkan kaum difabel.
"Sebenarnya kita bukan membatasi orang lewat, tetapi membatasi kendaraan bermotor yang lewat. Kalau kemudian dampaknya justru menyulitkan pedestrian, tentu itu menjadi koreksi dan evaluasi kita bersama," papar Made di Yogyakarta, Senin (31/8/2026).
Menurut dia, pemasangan Regol Ayom sebelumnya telah dikoordinasikan antara Pemda DIY dan Pemkot Yogyakarta. Dalam pelaksanaannya, Pemda DIY juga telah menekankan pentingnya sosialisasi, pengaturan di kawasan sirip Malioboro, keberadaan petugas, serta penerapan yang tidak dilakukan sekaligus di seluruh titik.
Namun persoalan yang muncul di lapangan menunjukkan desain akses pedestrian tidak cukup hanya memperhitungkan pejalan kaki. Pengguna kursi roda dan alat bantu lainnya membutuhkan ruang yang berbeda.
"Jalur pedestrian mungkin sudah disiapkan untuk pejalan kaki, tetapi belum sepenuhnya mempertimbangkan masyarakat yang menggunakan alat bantu seperti kursi roda yang membutuhkan ruang berbeda," jelasnya.
Karenanya pasca kejadian tersebut, Pemda DIY tidak menutup kemungkinan melakukan penyesuaian terhadap Regol Ayom apabila desain yang ada terbukti menyulitkan difabel. Langkah tersebut bukan berarti membongkar seluruh Regol Ayom namun melakukan penyesuaian terhadap desain dan penerapannya.
"Bukan pembongkaranm [menyeluruh], tetapi penyesuaian. Dalam arti, secara desain perlu dilihat seperti apa," tandasnya.
Baca Juga: Bukan Sekadar Spot Foto, Ini Realita Pahit Penyandang Disabilitas Saat Berwisata ke Tamansari
Ia juga menilai keberadaan petugas menjadi penting. Petugas bukan hanya mengawasi Regol Ayom, tetapi juga memberikan edukasi kepada masyarakat sekaligus membantu pengguna jalan yang membutuhkan ruang lebih besar.
"Dalam pemasangan itu mestinya didampingi petugas terlebih dahulu. Petugas membantu di lapangan sekaligus memberikan informasi kepada masyarakat mengenai fungsi dan pengaturan Regol Ayom," paparnya.
Made menyebut, rencana penerapan full pedestrian di Malioboro masih sesuai jadwal sebelumnya, yakni pada November 2026 mendatang. Namun penerapannya tidak akan dilakukan secara tiba-tiba dengan menutup seluruh akses.
Pemda harus mempertimbangkan mobilitas masyarakat, aktivitas ekonomi, kebutuhan parkir hingga pengaturan kawasan sirip Malioboro. Apalagi kawasan sirip juga menjadi ruang aktivitas pedagang kaki lima.
Pemda masih berkoordinasi dengan Pemkot Yogyakarta untuk mencari pola penataan. Dengan demikian aktivitas ekonomi tetap berjalan tanpa mengganggu mobilitas pejalan kaki.
"Ya, masih on progress ke sana. Tetapi sesuatu itu tidak bisa dilakukan dalam satu waktu dengan langsung ditutup total," jelasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Masuk Red Notice Interpol, Erick Soedjasa Ditangkap Bareskrim di Bandara Juanda
- 5 Sabun Mandi Vitamin C Terbaik untuk Mencerahkan Kulit Belang, Lengkap dengan Review Pengguna
- Daftar Shio yang Paling Tidak Cocok dengan Shio Macan dalam Bisnis dan Asmara
- Arti Weton Bumi Kapetak Menurut Primbon Jawa: Karakter Tangguh dan Tahan Banting Menuju Sukses
- Gubernur Sulsel Telepon Langsung Pemilik SPBU
Pilihan
-
Pakar UNS Soroti Pemangkasan Anggaran Kebencanaan: Negara Kita Suka Kejadian Dulu Baru Dikaji!
-
Catat! Jadwal Resmi Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026: Lawan Malaysia di SUGBK
-
Rp11 Triliun Disiapkan untuk Isi Rekening Massal, Seorang Dapat Berapa?
-
Harusnya Bisa Kenyang dan Sehat, 230 Siswa di Pati Malah Keracunan Usai Santap MBG
-
Drone Thermal Dikerahkan, SAR Perluas Pencarian 5 Jurnalis Hilang di Perairan Anak Krakatau
Terkini
-
5 Tahun Holding UMi, Sinergi BRI, Pegadaian, dan PNM Dorong UMKM Bertumbuh
-
Lima Jurnalis Hilang di Anak Krakatau, Muhammadiyah Minta Pencarian Gunakan Teknologi Terbaru
-
Heboh LHKP Muhammadiyah Cap Program MBG Haram, Haedar Nashir Buka Suara
-
Jelang Tanwir ke-114, Muhammadiyah Sentil Masalah Bangsa Menumpuk, Elite Tak Gerak Cepat
-
Dana Desa Dipangkas untuk Kopdes Merah Putih, Banyak Lurah Takut Masuk Penjara, DIY Andalkan Danais