- Propam Polresta Yogyakarta menetapkan Aipda S sebagai terduga pelanggar dalam gelar perkara pada Senin, 21 September 2026.
- Aipda S ditempatkan di tempat khusus untuk menjalani pemeriksaan pendahuluan dan sidang disiplin terkait dugaan pungutan liar.
- Dua personel polisi lainnya yang turut diperiksa dinyatakan tidak terbukti melakukan pelanggaran standar operasional prosedur.
SuaraJogja.id - Dugaan anggota polisi meminta jatah makan kepada pedagang makanan Bolosego di kawasan Alun-Alun Kidul (Alkid) Kota Yogyakarta berujung pemeriksaan internal.
Propam Polresta Yogyakarta menetapkan Aipda S, anggota Polsek Kraton, sebagai terduga pelanggar setelah menyelesaikan penyelidikan terhadap laporan tersebut.
Kasi Propam Polresta Yogyakarta AKP Wahyu Tri Handono mengatakan, penetapan Aipda S dilakukan setelah Propam menggelar perkara pada Senin (21/9/2026) sore.
“Berdasarkan hasil gelar perkara yang dilaksanakan Senin (21/9) sore, Propam telah menetapkan satu personel Kepolisian Sektor (Polsek) Kraton berinisial Aipda S sebagai terduga pelanggar,” kata Wahyu dikutip dari ANTARA di Yogyakarta, Selasa (22/9/2026).
Setelah ditetapkan sebagai terduga pelanggar, Aipda S kini ditempatkan di tempat khusus (patsus) untuk menjalani proses pemeriksaan dan hukuman sesuai mekanisme yang berlaku.
Propam juga mempercepat proses pemeriksaan pendahuluan terhadap Aipda S. Selanjutnya, perkara tersebut akan diselesaikan melalui mekanisme sidang disiplin.
Sementara itu, dua personel polisi lainnya yang turut diperiksa dinyatakan tidak terbukti melakukan pelanggaran standar operasional prosedur (SOP).
Kesimpulan tersebut diperoleh berdasarkan keterangan dari pihak manajemen Bolosego dan sejumlah saksi yang diperiksa dalam proses penyelidikan.
Kasus tersebut mencuat setelah pemilik food truck Bolosego mengungkap sejumlah permintaan yang disebut berada di luar biaya perizinan selama berjualan di kawasan Alkid.
Baca Juga: Polemik Royalti Musik, Pelaku Usaha Bingung, Pekerja Seni Menunggu Hak
Melalui media sosial, pemilik usaha mengungkap adanya permintaan terkait biaya parkir sebesar Rp1 juta per hari, penyediaan makanan untuk sejumlah orang, termasuk tiga orang yang disebut sebagai anggota kepolisian, serta biaya tambahan listrik.
Kondisi tersebut membuat pelaku usaha akhirnya memutuskan menghentikan aktivitas berjualan di kawasan Alkid.
Padahal, Bolosego sebelumnya berencana berjualan selama lima hari. Namun, kegiatan tersebut hanya berlangsung selama satu hari.
Wahyu menegaskan proses yang dilakukan Propam merupakan bagian dari komitmen Polresta Yogyakarta dalam memastikan penanganan dugaan pelanggaran anggota berjalan secara profesional dan akuntabel.
“Langkah ini merupakan bagian dari transparansi publik dan perwujudan komitmen penuh oleh Polresta Yogyakarta dalam memastikan proses penegakan hukum berjalan lancar, profesional, akuntabel serta memberikan kepastian hukum dan rasa keadilan bagi masyarakat,” ujarnya.
Dengan penetapan Aipda S sebagai terduga pelanggar, proses perkara kini berlanjut ke tahapan pemeriksaan pendahuluan dan sidang disiplin untuk menentukan tindak lanjut terhadap personel tersebut.
Berita Terkait
Terpopuler
- Cara Aktifkan Fitur End-to-End Encryption WhatsApp, Pastikan Obrolan Rahasiamu Bebas Sadap
- 4 Shio yang Tinggalkan Masa Sulit Mulai 5 November 2026, Siap Sambut Kebahagiaan
- Jokowi: Saya Disadap, Tapi Saya Diam Saja
- 5 Sepatu Jalan Lokal Tanpa Tali yang Nyaman dan Anti Jebol Menurut Review
- 9 Sunscreen untuk Wanita Usia 50 Tahun ke Atas agar Kulit Awet Muda
Pilihan
-
Seskab Teddy Dikabarkan Diperiksa POM TNI, Soal Penyadapan Prabowo?
-
Jokowi Tak Banyak Komentar Soal Penyadapan Prabowo: Kita Hormati Proses Hukum
-
Dicecar soal Listyo Sigit Prabowo, Jokowi: Semua Orang juga Sudah Tahu
-
Jokowi Ngaku Lupa Nama 3 Temannya yang Wisuda Bareng di UGM
-
Hakim Potong Omongan Jokowi yang Melebar: Jawab Saja Pertanyaannya!
Terkini
-
BRI Hadirkan Keistimewaan Pendidikan Anak bagi Nasabah Private dan Prioritas
-
Kas Daerah DIY Seret, Pemda Bidik Parkir hingga Penunggak Pajak jadi Sumber Pajak Baru
-
Pasien Rumah Sakit di Bantul Ditangkap Polisi Usai Lecehkan Perawat
-
Buntut Foto Wapres Gibran Diturunkan, Kemendagri Hubungi DPRD DIY, Setwan Langsung Evaluasi
-
Bukan Aksi Sepihak, Forum Kebangsaan DIY Klaim Penurunan Foto Gibran Dipelopori Anggota Dewan