- PT KAI Daop 6 Yogyakarta merobohkan 11 rumah perusahaan di Tegal Lempuyangan pada Selasa, 22 September 2026.
- Pembongkaran tersebut dilakukan untuk memperluas stasiun, menata kawasan, serta membangun akses jalan baru khusus penumpang.
- Penataan kawasan stasiun bertujuan mengantisipasi lonjakan volume penumpang serta mendukung integrasi antarmoda transportasi di Yogyakarta.
SuaraJogja.id - Wajah kawasan Stasiun Lempuyangan berubah. Pasca relokasi 14 warga Tegal Lempuyangan beberapa waktu lalu, pembangunan fasilitas baru pun dimulai.
Sebanyak 11 dari 13 rumah perusahaan milik PT KAI yang tersisa dirobohkan. Alat berat pun terlihat mulai meratakan kawasan Tegal Lempuyangan dengan tanah.
Hal ini sebagai bagian dari langkah awal perluasan stasiun serta penataan kawasan stasiun yang menjadi salah satu pintu masuk utama Kota Yogyakarta.
"Sedangkan dua bangunan lainnya diputuskan tetap berdiri sesuai arahan dan rekomendasi Dinas Kebudayaan Kota Yogyakarta," ujar Manager Humas KAI Daop 6 Yogyakarta Feni Novida Saragih saat dikonfirmasi, Selasa (22/9/2026).
Feni mengklaim, 13 rumah perusahaan yang sudah dibangun puluhan tahun tersebut bukan bangunan warisan budaya maupun cagar budaya. Dinas Kebudayaan Kota Yogyakarta menyatakan bangunan-bangunan tersebut tidak tercantum dalam Daftar Bangunan Warisan Budaya Daerah Kota Yogyakarta maupun data cagar budaya hingga saat ini.
KAI Daop 6 Yogyakarta memastikan seluruh langkah dan kegiatan yang telah dan akan dilakukan sudah melalui koordinasi dengan pihak-pihak terkait. Sebab pembongkaran bangunan-bangunan lama tersebut menjadi bagian dari rencana mengubah kawasan Stasiun Lempuyangan menjadi simpul transportasi yang lebih terintegrasi.
Setelah 11 bangunan dirobohkan, KAI kini mulai membangun akses jalan baru di sisi selatan stasiun. Jalan tersebut memiliki panjang 394 meter dan lebar 9 meter.
Jalan baru itu nantinya menjadi akses khusus bagi penumpang menuju Stasiun Lempuyangan untuk naik dan turun kereta. Akses tersebut akan dipisahkan dari jalan umum.
"Saat ini fokus pekerjaannya untuk membangun jalan raya baru jadi memisahkan jalan akses khusus menuju Stasiun Lempuyangan untuk naik dan turun penumpang dan akses jalan umum," jelasnya.
Baca Juga: Viral Pungli Foodtruck Alkid, Sultan Khawatir Parkir Ilegal, Pemkot Siapkan SanksiTegas
Dia mengatakan penataan dilakukan untuk mengantisipasi pertumbuhan volume penumpang sekaligus meningkatkan keselamatan, keamanan dan kenyamanan. Penataan akan dilakukan secara bertahap dan diarahkan untuk membangun konektivitas antarmoda.
Setelah area tersebut ditata, Stasiun Lempuyangan bukan sekadar tempat naik dan turun kereta. Namun diharapkan dapat memberikan manfaat besar bagi masyarakat dan wisatawan dalam aksesibilitas transportasi.
KAI bahkan mengarahkan pengembangan stasiun menuju konsep lifestyle hub, yakni stasiun yang tidak hanya berfungsi sebagai fasilitas transportasi, tetapi juga ruang publik yang menghubungkan place, people, dan communities.
"Ke depannya akan dikembangkan menjadi simpul integrasi antarmoda yang ideal untuk mendukung mobilitas," jelasnya.
Feni menambahkan, saat ini volume penumpang KA Jarak Jauh yang naik dan turun di Stasiun Lempuyangan sudah cukup tinggi hinhgha mencapai 12.586 penumpang per hari. Sedangkan KRL Commuterline Yogyakarta-Palur sebanyak 4.500 penumpang per hari.
Besarnya arus penumpang tersebut juga terlihat dari data tahunan. Sepanjang 2024, Stasiun Lempuyangan melayani 5.392.700 penumpang. Jumlah itu meningkat sekitar 4 persen menjadi 5.605.414 penumpang pada 2025.
Berita Terkait
Terpopuler
- Andre Taulany Resmi Nikahi Amanda Rigby, Mantan Istri Erin: Hamil Duluan Kali
- Kiai Sahal Gontor ke Prabowo: Saya Ngomong Agak Tidak Enak, Sorry ye...
- Erin Taulany Klarifikasi Soal Komentar Hamil Duluan: Sumpah Demi Allah Akun Saya Dibajak
- Viral Video Ulama Houthi Serukan Serangan ke Masjidil Haram dan Masjid Nabawi
- 6 HP Samsung Terbaik 2026! Mulai dari Kelas Flagship Hingga Entry-level
Pilihan
-
Tangis Ibrahim al-Madani Saat Pertama Azan di Masjidil Haram, Sang Muazin Tutup Usia di 51 Tahun
-
Merumuskan Kembali Bisnis Media Masa Depan di Local Media Summit 2026
-
KPK OTT Bupati Bolaang Mongondow Utara Sirajudin Lasena
-
KPK Geledah Rumah Mewah Polisi Yayat Sudrajat di Depok, Terkait Kasus Suap Bekasi
-
Silmy Karim Kritik KPK! Bandingkan Nasibnya dengan Nusron Wahid
Terkini
-
11 Bangunan Lama Diratakan dengan Tanah, Wajah Stasiun Lempuyangan Mulai Diubah
-
Perkuat Portofolio, BRI Wealth Management Ungkap Strategi Diversifikasi Investasi Syariah
-
Hanung Bramantyo Bawa Sejarah Kelam 1965 Lewat Film Horor Lobang Buaya, Berharap Buka Ruang Diskusi
-
Minta Jatah Makan ke Pedagang Bolosego, Aipda S Ditahan Propam Polresta Yogyakarta
-
Den Baguse Ngarso Punya Kebiasaan Kaul Prihatin Tidur di Teras, Sempat Dipijat Sebelum Meninggal