- Empat atlet junior PBPI DIY berhasil menembus seleksi Timnas Padel Junior KU-18 Indonesia.
- Para atlet dari berbagai latar belakang ekonomi tersebut menjalani latihan disiplin tinggi di tengah kesibukan sekolah.
- Ketua Umum PBPI DIY berharap prestasi ini memotivasi kelanjutan pembinaan atlet junior di Yogyakarta.
SuaraJogja.id - Empat atlet junior binaan Padel Indonesia (PBPI) DIY berhasil menembus seleksi Tim Nasional (Timnas) Padel Junior KU-18. Capaian tersebut menjadi bukti bahwa bakat dan kerja keras dapat tumbuh dari berbagai latar belakang.
Keempat atlet itu yakni Mirsya Tsaniya Dzurrotunafisah, Muhammad Haidar Firmansyah, Hanief Arazi, dan Wisdom Dariya. Mereka kini masih menjalani proses seleksi untuk memperebutkan tempat di Timnas Padel Junior Indonesia.
Ketua Umum PBPI DIY R.M. Gusthilantika Marrel Suryokusumo mengatakan, capaian tersebut menunjukkan potensi besar atlet junior Yogyakarta di tengah perkembangan padel yang masih tergolong baru di Indonesia.
"Ini sesuatu yang sangat membanggakan untuk Daerah Istimewa Yogyakarta. Olahraga padel ini masih olahraga baru, tetapi kita bisa menunjukkan bahwa atlet-atlet dari Yogyakarta, khususnya atlet junior, memiliki bakat dan potensi yang besar," ujar Marrel.
Menurutnya, keempat atlet tersebut juga datang dari latar belakang ekonomi yang beragam. Mereka harus menjalani proses panjang dan disiplin untuk berkembang sebagai atlet.
"Saya ingin orang tahu bahwa atlet padel itu berasal dari segala kalangan ekonomi. Ada yang tidak mampu juga, tetapi mereka punya kemauan dan bekerja keras untuk menjadi atlet berprestasi," katanya.
Marrel menuturkan, perjuangan para atlet tidak mudah. Mereka harus membagi waktu antara sekolah dan latihan. Sepulang sekolah, mereka kembali berlatih untuk meningkatkan kemampuan dan mempersiapkan diri menghadapi kompetisi.
"Mereka hampir setiap hari latihan. Pulang sekolah mereka latihan. Jadi mereka harus sekolah, latihan, sekolah lagi, latihan. Itu bukan sesuatu yang mudah. Ada pengorbanan dari mereka," ujarnya.
PBPI DIY menjalankan pembinaan melalui kolaborasi dengan klub dan akademi padel. Para atlet juga didorong mengikuti berbagai kompetisi, mulai dari sirkuit nasional hingga ajang internasional.
Baca Juga: Dari Olahraga untuk Negeri, BRI Raih Indonesia Sports Industry of the Year 2026
Marrel menegaskan, keberhasilan empat atlet tersebut bukan akhir dari proses regenerasi. Menurutnya, masih banyak atlet junior lain di DIY yang memiliki potensi untuk berkembang hingga level nasional.
"Empat ini hanya empat dari sekian puluh atlet junior yang ada di DIY. Masih banyak atlet-atlet lain yang memiliki potensi," katanya.
Ia berharap dukungan dari klub, akademi, sekolah, KONI, dan berbagai pihak terus diperkuat agar pembinaan atlet berjalan berkelanjutan.
Kepada empat atlet yang tengah mengikuti seleksi Timnas, Marrel berpesan agar tidak cepat puas. Menurutnya, lolos seleksi justru menjadi awal tantangan yang lebih besar.
"Kerja keras baru akan dimulai. Bukan berarti ini sudah selesai perjuangannya, tetapi justru perjuangannya baru dimulai," ujarnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Andre Taulany Resmi Nikahi Amanda Rigby, Mantan Istri Erin: Hamil Duluan Kali
- Kiai Sahal Gontor ke Prabowo: Saya Ngomong Agak Tidak Enak, Sorry ye...
- Sah Nikahi Amanda Rigby, Ramalan Lama Hard Gumay Tentang Asmara Andre Taulany Jadi Kenyataan?
- Erin Taulany Klarifikasi Soal Komentar Hamil Duluan: Sumpah Demi Allah Akun Saya Dibajak
- Media Israel Sindir Presiden Prabowo: Setahun Lalu Dukung Kami Sekarang Teriak Free Palestina
Pilihan
-
Miras Oplosan Tewaskan 4 Orang di Cianjur, 2 Korban Masih Kritis
-
Tangis Ibrahim al-Madani Saat Pertama Azan di Masjidil Haram, Sang Muazin Tutup Usia di 51 Tahun
-
Merumuskan Kembali Bisnis Media Masa Depan di Local Media Summit 2026
-
KPK OTT Bupati Bolaang Mongondow Utara Sirajudin Lasena
-
KPK Geledah Rumah Mewah Polisi Yayat Sudrajat di Depok, Terkait Kasus Suap Bekasi
Terkini
-
Jogja Disesaki Ratusan Kampus, Tapi Tambang Ide Belum Banyak Terserap Masyarakat
-
11 Bangunan Lama Diratakan dengan Tanah, Wajah Stasiun Lempuyangan Mulai Diubah
-
Perkuat Portofolio, BRI Wealth Management Ungkap Strategi Diversifikasi Investasi Syariah
-
Hanung Bramantyo Bawa Sejarah Kelam 1965 Lewat Film Horor Lobang Buaya, Berharap Buka Ruang Diskusi
-
Minta Jatah Makan ke Pedagang Bolosego, Aipda S Ditahan Propam Polresta Yogyakarta