- Presiden Prabowo Subianto berencana menggratiskan biaya pendidikan hingga perguruan tinggi negeri untuk memperluas akses pendidikan.
- Akademisi Unisa Yogyakarta Gerry Katon Mahendra menyatakan kebijakan tersebut berisiko membuat perguruan tinggi swasta kehilangan mahasiswa operasional.
- Gerry mengusulkan perluasan KIP Kuliah, pembatasan kuota PTN, dan insentif fiskal agar perguruan tinggi swasta tetap bertahan.
SuaraJogja.id - Rencana pemerintah menggratiskan biaya pendidikan hingga perguruan tinggi negeri (PTN) mendapat perhatian dari kalangan akademisi. Kebijakan tersebut dinilai dapat memperluas akses pendidikan, tetapi pada saat yang sama perlu dirancang agar tidak membuat perguruan tinggi swasta (PTS) kehilangan mahasiswa dan kesulitan mempertahankan operasional.
Presiden Prabowo Subianto sebelumnya menyampaikan bahwa biaya pendidikan negeri, mulai SD hingga universitas negeri, harus gratis. Pemerintah kemudian mulai mengkaji kebutuhan pembiayaan serta kemungkinan skema penerapannya.
Akademisi Universitas Aisyiyah (Unisa) Yogyakarta, Gerry Katon Mahendra, mengatakan gagasan pendidikan gratis merupakan bentuk perluasan akses pendidikan yang patut didukung. Namun, menurut dia, kebijakan tersebut perlu dibangun dengan mempertimbangkan ekosistem pendidikan tinggi secara keseluruhan.
“Namun cita-cita besar ini hendaknya dibangun dengan fondasi fiskal yang kuat, mau belajar dari praktik baik negara lain, serta memperhatikan aspek keadilan guna menjaga ekosistem perguruan tinggi negeri dan PTS yang sudah ada saat ini,” kata Gerry dikutip dari ANTARA di Yogyakarta, Rabu (23/9/2026).
Menurut Gerry, persoalan keadilan tidak hanya menyangkut kemampuan negara membebaskan biaya kuliah, tetapi juga bagaimana kebijakan tersebut berdampak terhadap pilihan mahasiswa dan keberlangsungan institusi pendidikan tinggi.
“Keadaan dalam membuka akses pendidikan tinggi seluas-luasnya bukan hanya soal menggratiskan satu jenis kampus dan membiarkan kampus lainnya berjuang sendirian,” ujarnya.
Risiko Mahasiswa Berpindah ke PTN
Gerry menyoroti potensi perubahan besar dalam pilihan calon mahasiswa apabila program kuliah gratis hanya diterapkan pada PTN.
Menurut dia, calon mahasiswa yang sebelumnya mempertimbangkan PTN dan PTS berdasarkan berbagai faktor dapat lebih terdorong memilih PTN apabila biaya pendidikan di kampus negeri sepenuhnya ditanggung pemerintah.
Baca Juga: PTN Buka Pendaftaran Sampai Oktober, Nasib PTS Terancam?
“Apabila program kuliah gratis hanya berlaku di PTN tanpa disertai kebijakan pendamping bagi PTS, tentu calon mahasiswa baru akan memilih PTN guna menghindari beban biaya,” katanya.
Menurut Gerry, perpindahan minat mahasiswa secara besar-besaran berpotensi memberikan tekanan terhadap PTS, terutama kampus yang sangat bergantung pada penerimaan mahasiswa baru untuk menopang biaya operasional.
Ia memperkirakan dampaknya dapat merembet pada keberlangsungan program studi, tenaga pengajar hingga tenaga kependidikan apabila PTS kehilangan jumlah mahasiswa secara signifikan.
“Dampaknya juga akan semakin meluas karena akan ada banyak dosen dan tenaga kependidikan yang kehilangan pekerjaan, berhentinya perputaran ekonomi di lingkungan sekitar kampus serta dampak ekonomi lainnya,” ujarnya.
Karena itu, Gerry menilai PTS perlu ditempatkan sebagai bagian dari ekosistem pendidikan tinggi yang juga memiliki peran dalam memperluas akses masyarakat terhadap pendidikan.
KIP Kuliah Bisa Jadi Jembatan
Berita Terkait
Terpopuler
- Andre Taulany Resmi Nikahi Amanda Rigby, Mantan Istri Erin: Hamil Duluan Kali
- Kiai Sahal Gontor ke Prabowo: Saya Ngomong Agak Tidak Enak, Sorry ye...
- Sah Nikahi Amanda Rigby, Ramalan Lama Hard Gumay Tentang Asmara Andre Taulany Jadi Kenyataan?
- Erin Taulany Klarifikasi Soal Komentar Hamil Duluan: Sumpah Demi Allah Akun Saya Dibajak
- Media Israel Sindir Presiden Prabowo: Setahun Lalu Dukung Kami Sekarang Teriak Free Palestina
Pilihan
-
Kru Kapal Rombongan Wartawan Peliput Gunung Anak Krakatau Ditemukan Meninggal
-
Tes DNA Cocok: Jenazah di Pulau Enggano Dipastikan Sukarman, ABK Kapal Rombongan Jurnalis Hilang
-
116 Orang Masih Dicari, Satu Lagi Korban KM Virgo 8 Ditemukan Nelayan
-
Siswa SD Tewas Tersedak Menu MBG, JPPI Soroti SOP Keamanan Makanan hingga Penanganan Darurat
-
MBG Makan Korban Lagi, Siswa SD Lampung Meninggal Tersedak Menu Kelengkeng
Terkini
-
Kuliah Gratis PTN Didorong, Akademisi Ingatkan Jangan Sampai PTS Kehilangan Mahasiswa
-
BRI inFrame 2026, Saat Fotografi Mengisahkan Perjalanan Ekonomi Kerakyatan Indonesia
-
6 Fasilitas Kereta Kelas Luxury yang Membuat Perjalanan Berbeda
-
Pestapora 2026 Makin Seru, BRI Kartu Kredit Hadirkan Cicilan 0%
-
4 Atlet Junior Padel DIY Tembus Seleksi Timnas KU-18, Buktikan Bakat Tak Kenal Latar Belakang