- IKAMUHI bersama SMA Muhammadiyah 1 Yogyakarta menerbitkan buku berjudul MUHI untuk Negeri pada September 2026 di Bantul.
- Buku setebal 418 halaman tersebut mendokumentasikan sejarah 77 tahun sekolah serta kiprah para alumninya di berbagai bidang kehidupan.
- Penyusunan buku melibatkan empat jurnalis dan lebih dari 120 narasumber dari berbagai latar belakang angkatan lulusan.
"Sejarah sebuah lembaga pendidikan akan kehilangan maknanya jika tidak dirawat dan diwariskan," kata Haedar Nashir.
Menurut Haedar, buku tersebut menjadi salah satu bentuk ikhtiar IKAMUHI dan MUHI untuk mendokumentasikan perjalanan sekolah sekaligus mewariskan nilai dan pengalaman tersebut kepada generasi saat ini dan masa mendatang.
Kepala Sekolah MUHI Herynugroho mengatakan buku tersebut merekam bagian dari perjalanan panjang sekolah, termasuk berbagai pengalaman, perjuangan, dan cerita yang memiliki arti bagi keluarga besar MUHI.
Ia berharap buku tersebut dapat menjadi dokumentasi yang bernilai sekaligus memantik semangat generasi MUHI untuk terus berkembang dan menorehkan prestasi.
Sementara itu, Busyro Muqoddas, Ketua KPK RI periode 2010-2011 sekaligus alumni MUHI 1971, turut menyampaikan pandangannya mengenai masa depan sekolah.
Menurut Busyro, pengalaman panjang MUHI dapat menjadi bekal dalam menghadapi perubahan dunia pendidikan dan dinamika sosial yang dihadapi generasi Z.
Ia juga berharap buku tersebut dapat memperkuat keterlibatan alumni dalam mendorong terwujudnya MUHI Reborn. Konsep tersebut diarahkan untuk mengembalikan MUHI pada hakikatnya sebagai institusi pendidikan yang melahirkan calon pemimpin bangsa sekaligus pembelajar yang terus menuntut ilmu dengan tetap mengedepankan kemuliaan akhlak.
Selain perjalanan sekolah dan kisah alumni, MUHI untuk Negeri turut menampilkan sejumlah figur yang memiliki kiprah menonjol dalam bidang masing-masing.
Mereka disebut sebagai Tokoh MUHI karena dinilai telah mencapai puncak kiprah sekaligus memberikan sumbangsih di berbagai sektor kehidupan.
Baca Juga: Influenza A Terdeteksi di DIY, 24 Kasus Muncul, Sekolah Belum Diliburkan
Dengan demikian, buku tersebut tidak hanya menjadi arsip tentang masa lalu MUHI. Cerita sekolah dan para alumninya juga memperlihatkan bagaimana proses pendidikan dapat membentuk karakter, menanamkan nilai, serta mendorong lulusan untuk mengambil peran di tengah masyarakat.
Berita Terkait
-
Influenza A Terdeteksi di DIY, 24 Kasus Muncul, Sekolah Belum Diliburkan
-
Simposium Khatulistiwa 2026 Refleksikan Etik Perawatan dalam Praktik Kuratorial Melalui Niti Rumat
-
Pungli Parkir Terus Berulang, Kabupaten/Kota Jogja Didesak Tak Sekadar Buat Aturan
-
Jogja Disesaki Ratusan Kampus, Tapi Tambang Ide Belum Banyak Terserap Masyarakat
-
11 Bangunan Lama Diratakan dengan Tanah, Wajah Stasiun Lempuyangan Mulai Diubah
Terpopuler
- 5 Sepatu Skechers Max Cushioning yang Empuk untuk Jalan Kaki Jauh dan Olahraga
- 4 Parfum Aroma Teh di Alfamart yang Tahan Lama Sesuai Review, Harga Mulai Rp30 Ribuan
- Rekomendasi Produk Viva untuk Eksfoliasi Wajah, Mulai Rp12 Ribuan
- Usai Heboh, Pelindo Jasa Maritim Copot Silfester Matutina dari Komisaris Usai 5 Hari Menjabat
- Apakah Pertalite Akan Naik Harga 26 September 2026? Ini Kata Bahlil
Pilihan
-
Tanpa Pengacara, WNI Didakwa Edarkan 25 Kg Heroin: Terancam Hukuman Mati di Malaysia
-
Dramatis! Ubed Persembahkan Medali Emas Asian Games 2026 untuk Indonesia
-
Massa Buruh Mulai Padati Thamrin, Andi Gani Pimpin Langsung Aksi Tuntut Keadilan RUU Ketenagakerjaan
-
Bawa Kentongan Hingga Kenakan Topi Caping, Massa Hari Tani Nasional Mulai Padati Depan Gedung DPR
-
Hukuman Lebih Ringan, Pengadilan Tinggi DKI Jakarta Vonis Nadiem Makarim 9 Tahun Penjara
Terkini
-
Influenza A Terdeteksi di DIY, 24 Kasus Muncul, Sekolah Belum Diliburkan
-
Pestapora 2026 Siap Makin Meriah, BRImo Bawa Program Spesial
-
Cak Nun hingga Eross Sheila on 7, Jejak 77 Tahun MUHI Yogyakarta Diabadikan dalam Buku
-
Wishlist Steam Menumpuk? Ini 5 Cara Menyiasati Musim Diskon Besar
-
Sukses di Jogja, ZAP Fest 2026 Siap Sambangi 2 Kota Lain dengan Konsep Beauty, Music, dan Lifestyle