Irwan Febri
Jum'at, 25 September 2026 | 15:05 WIB
Ikatan Alumni SMA Muhammadiyah 1 Yogyakarta (IKAMUHI) dan MUHI merangkum perjalanan panjang SMA Muhammadiyah 1 Yogyakarta. (Dok. IKAMUHI)
Baca 10 detik
  • IKAMUHI bersama SMA Muhammadiyah 1 Yogyakarta menerbitkan buku berjudul MUHI untuk Negeri pada September 2026 di Bantul.
  • Buku setebal 418 halaman tersebut mendokumentasikan sejarah 77 tahun sekolah serta kiprah para alumninya di berbagai bidang kehidupan.
  • Penyusunan buku melibatkan empat jurnalis dan lebih dari 120 narasumber dari berbagai latar belakang angkatan lulusan.

"Sejarah sebuah lembaga pendidikan akan kehilangan maknanya jika tidak dirawat dan diwariskan," kata Haedar Nashir.

Menurut Haedar, buku tersebut menjadi salah satu bentuk ikhtiar IKAMUHI dan MUHI untuk mendokumentasikan perjalanan sekolah sekaligus mewariskan nilai dan pengalaman tersebut kepada generasi saat ini dan masa mendatang.

Kepala Sekolah MUHI Herynugroho mengatakan buku tersebut merekam bagian dari perjalanan panjang sekolah, termasuk berbagai pengalaman, perjuangan, dan cerita yang memiliki arti bagi keluarga besar MUHI.

Ia berharap buku tersebut dapat menjadi dokumentasi yang bernilai sekaligus memantik semangat generasi MUHI untuk terus berkembang dan menorehkan prestasi.

Sementara itu, Busyro Muqoddas, Ketua KPK RI periode 2010-2011 sekaligus alumni MUHI 1971, turut menyampaikan pandangannya mengenai masa depan sekolah.

Menurut Busyro, pengalaman panjang MUHI dapat menjadi bekal dalam menghadapi perubahan dunia pendidikan dan dinamika sosial yang dihadapi generasi Z.

Ia juga berharap buku tersebut dapat memperkuat keterlibatan alumni dalam mendorong terwujudnya MUHI Reborn. Konsep tersebut diarahkan untuk mengembalikan MUHI pada hakikatnya sebagai institusi pendidikan yang melahirkan calon pemimpin bangsa sekaligus pembelajar yang terus menuntut ilmu dengan tetap mengedepankan kemuliaan akhlak.

Selain perjalanan sekolah dan kisah alumni, MUHI untuk Negeri turut menampilkan sejumlah figur yang memiliki kiprah menonjol dalam bidang masing-masing.

Mereka disebut sebagai Tokoh MUHI karena dinilai telah mencapai puncak kiprah sekaligus memberikan sumbangsih di berbagai sektor kehidupan.

Baca Juga: Influenza A Terdeteksi di DIY, 24 Kasus Muncul, Sekolah Belum Diliburkan

Dengan demikian, buku tersebut tidak hanya menjadi arsip tentang masa lalu MUHI. Cerita sekolah dan para alumninya juga memperlihatkan bagaimana proses pendidikan dapat membentuk karakter, menanamkan nilai, serta mendorong lulusan untuk mengambil peran di tengah masyarakat.

Load More