Budi Arista Romadhoni
Jum'at, 25 September 2026 | 17:30 WIB
Gejala super flu influenza tipe a (magnific)
Baca 10 detik
  • Dinas Kesehatan DIY mencatat 24 kasus Influenza A terkonfirmasi di rumah sakit hingga 25 September 2026.
  • Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kota Yogyakarta memastikan belum ada kebijakan meliburkan sekolah terkait kasus tersebut.
  • Masyarakat dan pihak sekolah diimbau meningkatkan kewaspadaan melalui penerapan perilaku hidup bersih serta sehat secara konsisten.

SuaraJogja.id - Kasus influenza A mulai terdeteksi di DIY. Dinas Kesehatan (dinkes) DIY mencatat hingga 25 September 2026, sebanyak 24 kasus Influenza A terkonfirmasi melalui pemeriksaan laboratorium berbasis sentinel rumah sakit.

Kepala Dinkes DIY, Gregorius Anung di Yogyakarta, Jumat (25/9/2026) mengatakan, dari 24 kasus tersebut, 11 kasus merupakan H1N1 pandemic09, 11 kasus H3N2, sedangkan dua kasus lainnya belum dapat ditentukan subtipenya.

"Ini per hari ini. Data ini yang terkonfirmasi dengan laboratorium berdasar Sentinel RS," jelasnya.

Menurut dia, kasus Influenza A merupakan bagian dari virus influenza musiman yang memang beredar di Indonesia sepanjang tahun. Gejala yang muncul antara lain demam, batuk, dan nyeri tenggorokan.

Meski kasus telah ditemukan, Dinkes DIY belum melihat adanya peningkatan kasus dari pekan ke pekan. Bahkan, berdasarkan data rutin mingguan dari seluruh fasilitas pelayanan kesehatan di DIY, kasus ISPA dalam empat pekan terakhir justru menunjukkan penurunan setelah sebelumnya sempat mengalami kenaikan.

"Empat pekan terakhir sebelumnya memang ada kenaikan," ujarnya.

Meski sudah muncul 24 kasus, lanjutnya, angka tersebut tidak menggambarkan seluruh kasus ISPA di DIY. Sebab pemeriksaan untuk menentukan jenis virus influenza masih terbatas pada fasilitas kesehatan sentinel.

"Yang di puskesmas dan lain-lain masuk dalam laporan ISPA biasa tanpa bisa ditentukan jenisnya," jelasnya.

Anung menambahkan saat ini pemantauan Influenza A terus dilakukan. Kementerian Kesehatan melakukan pemantauan melalui sistem sentinel ILI/SARI terhadap pasien rawat jalan di puskesmas yang ditunjuk, sementara sentinel SARI memantau pasien rawat inap di rumah sakit yang ditunjuk.

Baca Juga: Den Baguse Ngarso Punya Kebiasaan Kaul Prihatin Tidur di Teras, Sempat Dipijat Sebelum Meninggal

Sementara itu untuk mengantisipasi makin maraknya kasus Infuenza A, Anung meminta masyarakat tetap waspada. Warga dihimbau melakukan pencegahan dilakukan dengan memperkuat imunitas dan menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat, terutama mencuci tangan menggunakan sabun dan air mengalir.

"Masyarakat yang mengalami batuk dan pilek juga diminta menerapkan etika batuk, termasuk menggunakan masker ketika sedang sakit serta menutup mulut dan hidung saat batuk atau bersin," ungkapnya.

Secara terpisah Plt Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kota Yogyakarta, Agus Trimadi mengungkapkan pihaknya belum mendapatkan informasi sejumlah siswa mengalami influenza. Karena itu Disdikpora memastikan belum ada kebijakan meliburkan sekolah.

"Kalau saya melihat perkembangannya di Pemkot, belum ada laporan kasus influenza tipe A," katanya.

Menurutnya, alih-alih meliburkan siswa, sekolah diiminta tetap membangun sistem kewaspadaan. Sekolah diharapkan menerapkan lima langkah, yakni pantau, cegah, lindungi, laporkan, dan merespons.

Sekolah juga diminta memantau angka ketidakhadiran siswa karena sakit setiap hari. Apabila terdapat lonjakan, kondisi tersebut harus segera diwaspadai.

Load More