Budi Arista Romadhoni | Hiskia Andika Weadcaksana
Senin, 28 September 2026 | 07:13 WIB
Kebakaran di toko suvenir terkenal, Hamzah Batik Malioboro, Senin (28/9/2026) dini hari. (Dok: istimewa).
Baca 10 detik
  • Kebakaran melanda toko suvenir Hamzah Batik di kawasan Malioboro, Yogyakarta, pada Senin dini hari, 28 September 2026.
  • Petugas keamanan melaporkan insiden bermula dari suara ledakan dan kepulan asap tebal yang diduga akibat korsleting listrik.
  • Tiga petugas keamanan berhasil menyelamatkan diri tepat waktu tanpa mengalami cedera dalam peristiwa cepat tersebut.

SuaraJogja.id - Kebakaran melanda kawasan wisata Malioboro, Kota Yogyakarta, pada Senin (28/9/2026) dini hari. Si jago merah membakar salah satu bangunan toko suvenir terkenal, Hamzah Batik Malioboro.

Peristiwa tersebut pertama kali diketahui oleh petugas keamanan kawasan yang sedang menjalankan tugas jaga rutin.

Sigit Budi Raharjo, salah satu Petugas Keamanan UPT Malioboro yang berada di lokasi menuturkan insiden bermula saat terdengar suara dentuman yang disusul dengan kemunculan asap tebal dari area dalam toko.

"Pertama terdengar suara kayak ledakan, meledak gitu, terus keluar asap hitam pekat di jendela atas," kata Sigit, Senin (28/9/2026) dini hari.

Melihat kepulan asap dan mendengar suara ledakan tersebut, ia segera berupaya membangunkan personel keamanan toko yang bertugas malam itu serta menghubungi dinas pemadam kebakaran.

Disampaikan Sigit, titik api diketahui membesar dalam kurun waktu yang sangat singkat. 

"(Api menyebar) Cepat, sekitar 5 sampai 10 menit sudah teratasi, langsung membesar, langsung teratasi," ucapnya.

Berdasarkan pengamatan awal di lapangan, penyebab munculnya titik api dan suara ledakan kuat diduga berasal dari gangguan arus pendek pada instalasi jaringan listrik bangunan.

Meski demikian, penyebab pasti dari musibah kebakaran ini masih harus menunggu proses penyelidikan resmi lebih lanjut dari pihak berwenang.

Baca Juga: Pembukaan Sawit Dicap Pemicu Karhutla, Lahan Terlantar Diklaim Justru Jadi Ancaman

"Kalau suara ledakan kemungkinan korsleting listrik, masih dugaan" ujarnya.

Mengenai potensi korban jiwa atau petugas yang terjebak di dalam area bangunan, ia memastikan seluruh personel keamanan toko berhasil menyelamatkan diri tepat waktu sesaat setelah api mulai muncul.

"Kemungkinan tidak ada (korban jiwa), karena tadi satpam langsung bergegas keluar semuanya," tuturnya.

Seluruh penjaga toko yang berjumlah tiga orang dikonfirmasi telah berada di area aman tanpa mengalami cedera.

"Sekitar tiga (satpam), tapi sudah selamat semua, sudah keluar. Keluar semua," ujar Sigit.

Load More