- Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X meminta pemerintah pusat segera memperjelas kebijakan pembayaran gaji ASN lewat koperasi.
- Pemerintah daerah di Yogyakarta masih menunggu surat keputusan resmi karena mekanisme penyaluran dana tersebut belum memiliki kepastian hukum.
- Sultan menekankan kejelasan regulasi sangat penting untuk menghindari risiko bagi lebih dari 11 ribu ASN di wilayah DIY.
SuaraJogja.id - Rencana pembayaran gaji aparatur sipil negara (ASN) melalui Koperasi Desa Merah Putih (Kopdes) masih menjadi polemik. Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Sri Sultan Hamengku Buwono (HB) X, meminta pemerintah pusat memperjelas kebijakan tersebut sebelum diterapkan.
Sultan mengaku belum mengetahui secara pasti mekanisme pembayaran gaji ASN melalui koperasi. Menurutnya, rencana tersebut masih sebatas wacana dan belum memiliki kepastian melalui keputusan resmi pemerintah pusat.
"Saya belum tahu persis kebijakannya seperti apa. Itu kan baru keinginan, tetapi kepastiannya saya belum tahu persis," kata Sultan seusai menghadiri puncak Bulan Inklusi Keuangan di Yogyakarta, Minggu (18/10/2026).
Menurut Sultan, meskipun rencana tersebut disebut akan direalisasikan tahun ini, pemerintah daerah masih harus menunggu kebijakan resmi sebagai dasar pelaksanaannya.
Ia menegaskan, kejelasan keputusan diperlukan agar pemerintah daerah memahami tahapan dan mekanisme pembayaran gaji ASN melalui Kopdes Merah Putih.
"Iya, tetapi kebijakan pemerintah kan belum ada. Itu masih menjadi pemikiran. Kita menunggu kebijakannya saja. Dalam arti, memang harus ada keputusan resmi. Kalau harus berproses seperti itu, caranya bagaimana, kita kan tidak tahu," ujarnya.
Sultan juga menyoroti potensi risiko yang dapat muncul apabila kebijakan tersebut diterapkan tanpa mekanisme yang jelas.
Hingga kini, ia mengaku belum mengetahui bagaimana sistem tersebut akan dijalankan maupun risiko yang mungkin ditimbulkan.
"Tetapi saya belum tahu risikonya, karena mekanismenya bagaimana?" tandasnya.
Baca Juga: Wacana Gaji ASN Dibayar Kopdes Bikin Geger, Pemda DIY Pusing, DPRD Sebut Tak Masuk Akal
Ia menambahkan, target penerapan kebijakan pada tahun ini belum dapat dijadikan pegangan selama pemerintah pusat belum menerbitkan surat keputusan (SK) sebagai landasan pelaksanaan.
"Lho, iya, tetapi SK-nya kan belum keluar," katanya.
Selain kepastian regulasi, Sultan mempertanyakan mekanisme penyaluran gaji ASN yang selama ini melibatkan bank pemerintah.
Menurutnya, apabila pembayaran gaji nantinya turut melibatkan Kopdes Merah Putih, pemerintah perlu menjelaskan alur penyaluran dana agar pelaksanaannya tidak menimbulkan persoalan bagi pihak-pihak terkait.
"Lewat bank pemerintah, kemudian ke koperasi, bagaimana? Kita juga belum tahu. Itu masih bersifat makro. Nanti kebijakannya akan keluar, mekanismenya bagaimana," ucapnya.
Sultan menegaskan, pemerintah daerah tidak ingin berspekulasi mengenai rencana perubahan sistem penggajian ASN tersebut. Terlebih, kebijakan itu menyangkut penghasilan ribuan pegawai yang menjadi sumber penghidupan mereka.
Berita Terkait
-
Wacana Gaji ASN Dibayar Kopdes Bikin Geger, Pemda DIY Pusing, DPRD Sebut Tak Masuk Akal
-
Dana Desa Dipangkas untuk Kopdes Merah Putih, Banyak Lurah Takut Masuk Penjara, DIY Andalkan Danais
-
Tak Ikut-ikutan Malang, Pemda DIY Pilih Evaluasi MBG Meski 70 Orang Keracunan
-
Kongres 3 Organisasi Kedokteran, Satukan Visi Hadapi Tantangan Penyakit Pencernaan dan Hati
-
Curhat ke Sri Sultan, GNB Ungkap Krisis Kepercayaan Publik pada Negara Kian Mengkhawatirkan
Terpopuler
- Hasil Survei Terbaru SMRC Soal Capres: Prabowo Hanya Raih 9,8 Persen, Kalah Telak Dari Dedi Mulyadi
- Kronologi Gubernur Bali Wayan Koster Diamuk Pegawai SPBU
- Wacana Gaji ASN Disalurkan Lewat Koperasi Merah Putih Dinilai Sebagai Langkah Mundur
- Indonesia Masuk Nominasi AFC Awards 2026, PSSI Bersaing dengan Kamboja dan Myanmar
- 4 Slip On Lokal Terbaik Menurut Review Pengguna, Empuk Buat Jalan Jauh hingga Jogging
Pilihan
-
Mantan Kadiv Hubinter Napoleon Bonaparte Meninggal, Pengacara: Doakan Bapak Diampuni Dosa-dosanya
-
Pekan Kelam IHSG: Drama BYAN Haji Isam, Turun Kelas MSCI Hingga Rekor Terburuk Bursa
-
Rakyat Kecil Jadi Korban Antrean BBM, dari Ojol Kehilangan Pendapatan hingga Kampus Terpaksa WFH
-
Singapura Bongkar 7 Perusahaan Indonesia Terkait Karhutla, Ini Daftar Lengkapnya
-
Asap Karhutla Hari Ini Sudah Sampai Jakarta dan Banten!
Terkini
-
'Beautiful Pain' Tayang di Jogja, Kisah Perjuangan Single Mother Sukses Bikin Penonton Tersentuh
-
66 Daerah Belum Punya RS Tipe C, Pasien Kanker Berisiko Harus Berobat Jauh
-
BRI Peduli Perkuat Infrastruktur Desa di Cianjur, Jembatan Gantung Bantu Mobilitas 7.000 Warga
-
Daya Beli Warga Jogja Turun, Pedagang Terpaksa Pangkas Dagangan
-
Wacana Gaji ASN Dibayar Kopdes Bikin Geger, Pemda DIY Pusing, DPRD Sebut Tak Masuk Akal