- BPPD DIY membidik *wellness tourism* untuk mengatasi sepi kunjungan dan meningkatkan Pendapatan Asli Daerah.
- GKR Bendara menyatakan pengembangan tersebut memerlukan standar baku *Javanese Wellness* serta integrasi komunitas dengan industri pariwisata.
- Jogja Cultural Wellness Festival 2026 akan diselenggarakan pada November mendatang guna mengintegrasikan budaya dan kebugaran.
JCWF 2026 diharapkan menjadi salah satu ruang untuk mempertemukan komunitas wellness, pelaku usaha, praktisi, dan industri pariwisata. Festival ini tidak hanya menawarkan kegiatan kebugaran, tetapi juga pengalaman yang menghubungkan pengunjung dengan budaya, kreativitas, alam, dan gaya hidup berkelanjutan.
JCWF 2026 melibatkan 97 komunitas dan mitra terkurasi, menghadirkan 85 program terjadwal, 14 program tidak berbayar, 65 praktisi wellness, serta 32 peserta artisan market. Komunitas dan fasilitator yang terlibat berasal dari 13 kota dan daerah di Indonesia.
Pengunjung dapat menjelajahi lima zona pengalaman, yakni Mind & Body, Healing & Therapy, Nature Connection, Creative Expression, dan Culinary Wellness. Sejumlah program yang ditawarkan meliputi yoga, mat pilates, breathwork, sound healing, kelas tari dan gamelan, lokakarya seni kreatif, hingga kegiatan yang mengangkat tradisi herbal Nusantara.
Festival ini juga menghadirkan sesi diskusi tentang kesehatan mental, gaya hidup holistik, pengelolaan stres, serta konsultasi privat melalui sistem reservasi. Sementara itu, Wellness Artisan Market menawarkan produk lokal yang mencakup kuliner sehat, kerajinan, produk perawatan diri, karya kreatif, dan produk berkelanjutan.
"Kehadiran pasar produk tersebut diharapkan membuka peluang bagi pelaku usaha lokal untuk memperluas pemasaran, memperkenalkan produk kepada pengunjung, dan membangun jejaring bisnis," ungkapnya.
Kontributor : Putu Ayu Palupi
Berita Terkait
Terpopuler
- Mudah, Ini Cara Menghentikan Spam Call di HP Android dan iPhone
- Pengamat Nilai Manuver KSP Listyo Bongkar Hambatan Birokrasi Jadi Investasi Jangka Panjang
- Pengacara Kamaruddin Simanjuntak Sakit Apa? Meninggal Dunia di Usia 52 Tahun
- 5 Rekomendasi Sepatu untuk Jalan Kaki 20 Ribu Langkah, Empuk dan Tidak Cepat Pegal
- Cara Menggunakan Minyak Zaitun Mustika Ratu untuk Wajah dan Rambut
Pilihan
-
Pasar Bergejolak, Kapan Waktunya Beli, Tahan, atau Jual Saham?
-
Aktivis Greenpeace: Kalau Rakyat Menanggung Semua Krisis Sendiri, Apa Kerja Pemerintah?
-
Polisi Bunuh Polisi karena Bully, Bharatu Valdo 4 Kali Didor dan Digorok Junior
-
Kamaruddin Simanjuntak Pengacara Brigadir J Meninggal Dunia di RS Pelni
-
Mantan Kadiv Hubinter Napoleon Bonaparte Meninggal, Pengacara: Doakan Bapak Diampuni Dosa-dosanya
Terkini
-
Pakar UGM Sentil Dua Tahun Prabowo-Gibran, Jangan Cuma Retorika, Rakyat Butuh Aksi Nyata
-
Tak Hanya Jualan Candi dan Keraton untuk Dongkrak Pariwisata, Jogja Bidik Javanese Wellness Tourism
-
Perkuat Kemitraan Global, BRI Hubungkan Investor dengan Potensi Indonesia
-
Pasca-Aksi Panas di DPRD DIY, Polisi Pastikan Tak Ada Pendemo yang Dibawa ke Kantor Polisi
-
Demo di DPRD DIY Berakhir Ricuh, Mahasiswa yang Diamankan Diantar Pulang Polisi Dini Hari