- Sebanyak 25 mahasiswa Boven Digoel menerima bantuan pendidikan vokasi perkebunan untuk membangun daerah asal.
- Program D3 selama tiga tahun membekali mahasiswa dengan keterampilan budidaya sesuai standar kompetensi industri perkebunan.
- Lulusan diproyeksikan menjadi asisten kebun untuk memperkuat tenaga kerja lokal dan mendukung perkebunan Papua Selatan.
SuaraJogja.id - Sebanyak 25 mahasiswa asal Kabupaten Boven Digoel, Papua Selatan, resmi memulai program pendidikan vokasi perkebunan di Politeknik LPP Yogyakarta. Para peserta yang terdiri atas 15 perempuan dan 10 laki-laki dari 17 distrik tersebut menerima bantuan pendidikan untuk dipersiapkan menjadi tenaga ahli perkebunan di daerah asal mereka.
Devota Kamboto, mahasiswi penerima program asal Kampung Mawan, Kabupaten Boven Digoel, menyampaikan kesiapannya dalam menempuh pendidikan di luar daerah demi membawa kontribusi positif bagi daerah asalnya.
"Saya merasa senang karena bisa dapat bantuan ini supaya bisa berikan yang terbaik buat tanah Papua," ujar Devota, di Yogyakarta, Jumat (23/10/2026).
Keikutsertaan dalam program vokasi ini menjadi kesempatan bagi para pemuda daerah untuk mengakses pendidikan tinggi di bidang tata kelola perkebunan secara terstruktur.
"Harapan saya, semoga kedepannya bisa lebih baik lagi," ungkapnya.
Sementara itu, mahasiswa penerima bantuan lainnya, Yusuf Figiafu dari Kampung Anggai, Distrik Jair, menuturkan keberangkatannya menuju Yogyakarta ditujukan untuk memberikan contoh positif bagi generasi muda di kampung halamannya.
"Kalau tanggapan saya, bisa buat contoh buat adik-adik saya yang di Papua sana begitu," kata Yusuf.
Ia menambahkan, keterlibatannya dalam program ini didasari oleh tekad untuk menyelesaikan studi hingga tuntas. Sehingga memiliki kualifikasi teknis yang memadai dan dapat digunakan saat kembali ke daerah.
"Harapan saya, kita yang ada datang ke sini, harapan saya buat adik-adik dong juga bisa ke sini begitu dan bisa seperti kita begitu. Ya, yang sungguh-sungguh belajar di sini begitu dan bisa pulang jadi asisten, manajer, dan bisa membantu keluarga di kampung sana," harapnya.
Baca Juga: Demo di DPRD DIY Berakhir Ricuh, Mahasiswa yang Diamankan Diantar Pulang Polisi Dini Hari
Sebagai anak dari pemilik hak ulayat setempat, Yusuf menilai penguasaan ilmu budidaya perkebunan sangat penting seiring masuknya investasi pengelolaan lahan di wilayah tempat tinggalnya.
Selama berada di Politeknik LPP Yogyakarta, para peserta mengambil program D3 Budidaya Tanaman Perkebunan yang diselaraskan dengan kebutuhan industri.
Direktur Lembaga Pendidikan Perkebunan (LPP), Muhamad Mustangin, menyebutkan bahwa materi pembelajaran disusun mengacu pada Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI).
"Jadi D3 Budidaya Tanaman Perkebunan yang merupakan program studi yang akan ditempuh oleh adik-adik ini, itu kurikulumnya memang kita buat standar sesuai SKKNI untuk asisten kebun kelapa sawit," tutur Mustangin.
Disampaikan Mustangin, kurikulum program menitikberatkan porsi praktik teknis di kebun percobaan seluas 20 hektar guna memastikan para peserta menguasai seluruh tahapan budidaya.
"Nah di situ kita siapkan terkait dengan budidaya, baik itu dari pembibitan, kemudian pengolahan, kemudian bagaimana kita merawat, perawatan, pemeliharaan kebun, kemudian sampai dengan panen," tandasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Korupsi Rp18,7 Miliar, Wakil Bupati Indramayu Resmi Ditahan, Lucky Hakim Masih Bungkam
- 5 Rekomendasi Sepatu untuk Jalan Kaki 20 Ribu Langkah, Empuk dan Tidak Cepat Pegal
- Cetak 6 Gol dalam 6 Laga Bersama Persija, Shin Tae-yong Angkat Topi untuk Alexander Jeremejeff
- Cara Menggunakan Minyak Zaitun Mustika Ratu untuk Wajah dan Rambut
- Bisakah Bedak Marcks dan Air Mawar Viva untuk Mengunci Makeup? Begini Caranya
Pilihan
-
Prabowo Tak Takut Ancaman MSCI, OJK: Kita Tetap Usaha Jadi Emerging Market
-
Pasar Bergejolak, Kapan Waktunya Beli, Tahan, atau Jual Saham?
-
Aktivis Greenpeace: Kalau Rakyat Menanggung Semua Krisis Sendiri, Apa Kerja Pemerintah?
-
Polisi Bunuh Polisi karena Bully, Bharatu Valdo 4 Kali Didor dan Digorok Junior
-
Kamaruddin Simanjuntak Pengacara Brigadir J Meninggal Dunia di RS Pelni
Terkini
-
Dari Arena Panjat hingga Meja Juri, Dua Perempuan Jogja Mengukir Peran di Asian Games
-
Dari Boven Digoel ke Bangku Kuliah, 25 Pemuda Papua Selatan Mengejar Mimpi Tenaga Ahli Perkebunan
-
Optimistis Tumbuh Jangka Panjang, BRI Siapkan Buyback Saham Rp1 Triliun
-
GKR Bendara: JCWF 2026 Menghubungkan Komunitas Wellness dan Industri Pariwisata Yogyakarta
-
7 Tempat Wisata Jogja untuk Merayakan Malam Tahun Baru, Pasti Semarak!