SuaraJogja.id - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprediksi wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta akan cerah hingga cerah berawan di hari ke-18 Ramadan 1440 H, Kamis (23/5/2019).
Pagi hari wilayah Bantul, Sleman dan Yogyakarta diprediksi akan cerah berawan. Untuk wilayah Wates dan Wonosari diprediksi akan cerah.
Memasuki siang hari, seluruh wilayah DI Yogyakarta diprediksi akan cerah berawan kecuali wilayah Sleman diprediksi akan berawan.
BMKG pada hari ini memberikan peringatan dini untuk masyarakat waspada potensi gelombang tinggi di Selatan DI Yogyakarta.
"Waspada potensi peningkatan ketinggian gelombang laut 2.5 - 3-0 m di perairan Selatan DIY," ujar BMKG.
Malam hari wilayah Sleman, Wates dan Yogyakarta diprediksi akan cerah berawan. Untuk wilayah wonosari diprediksi cerah dan Bantul berawan.
Dini hari seluruh wilayah DI Yogyakarta diprediksi cerah berawan kecuali Bantul diprediksi cerah.
Suhu udara di wilayah DI Yogyakarta pada har ini berkisar 22-33 derajat celsius dan kelembapan berkisar 55-90 persen.
Baca Juga: Dilanda Kerusuhan, Cuaca Jakarta Hari Ini Cerah Berawan
Berita Terkait
Terpopuler
- Deretan Tokoh Top Bakal Turun Gunung ke UGM Besok, Bahas Nasib Bangsa Lewat Konferensi Republik
- Prabowo Disebut Habiskan Rp5,8 Miliar untuk Hotel di Paris, Sandhy Sondoro: Asoy Geboy Gemoy
- Budget Rp2 Juta Dapat HP Samsung Apa? Ini 3 Pilihan dengan RAM 8 GB, Kamera OIS, Layar AMOLED
- Terpopuler: Lipstik Tahan Lama untuk Bibir Hitam, Sepatu New Balance Tanpa Tali untuk Jalan Jauh
- Pandji Pragiwaksono Soroti 'Pengakuan Terbuka' Prabowo Soal Keterlibatan Partai dalam Tender Negara
Pilihan
-
Evaluasi Besar-besaran: 8.182 SPPG Pernah Ditangguhkan, 2.213 Masih Berstatus Suspend
-
Kabar Duka, Eks Menhan Jenderal Ryamizard Ryacudu Meninggal Dunia di RSPAD
-
Strategi Berani John Herdman: Mengapa Piala AFF 2026 Jadi Panggung Khusus Pemain Domestik?
-
Insiden Noni Madueke Tanpa Penalti, Eks Wasit Liga Inggris Buka Suara
-
Drama Final Liga Champions: Sakitnya Arsenal, PSG Back to Back Juara
Terkini
-
Bumi Sudah Melewati Batas Perjanjian Paris, Ancaman Krisis Iklim Tak Lagi Sekadar Ramalan
-
Belajar dari Gempa 2006, Jogja Memang Istimewa dalam Menangani Bencana
-
20 Tahun Gempa Jogja Mulai Terlupakan, Ancaman Megathrust Masih di Depan Mata
-
Berkas Kasus Daycare Little Aresha Rampung Pekan Depan, Rekonstruksi Tertutup Menyusul
-
Efisiensi Anggaran Paksa Seniman Bertahan Mandiri, Pemda DIY Prioritaskan Agenda Pusat