Arif Budi
Rabu, 15 Juli 2026 | 19:57 WIB
Universitas 'Aisyiyah (Unisa) Yogyakarta meraih penghargaan Klaster Pendidikan dengan kategori Pendidikan Kesehatan Berbasis Pemberdayaan Perempuan dalam ajang Jogja Brand and Business Awards (JBBA). (ist)
Baca 10 detik
  • Universitas Aisyiyah Yogyakarta meraih penghargaan Klaster Pendidikan kategori Pendidikan Kesehatan Berbasis Pemberdayaan Perempuan dalam ajang JBBA 2026.
  • Penghargaan diberikan oleh Harian Jogja di Hotel Royal Ambarrukmo Yogyakarta pada Rabu, 15 Juli 2026 lalu.
  • Penghargaan ini menjadi motivasi kampus untuk memperkuat kontribusi pemberdayaan perempuan dalam pengembangan pendidikan kesehatan yang berkelanjutan.

SuaraJogja.id - Universitas Aisyiyah (Unisa) Yogyakarta meraih penghargaan Klaster Pendidikan kategori Pendidikan Kesehatan Berbasis Pemberdayaan Perempuan dalam ajang Jogja Brand and Business Awards (JBBA) 2026 yang digelar di Hotel Royal Ambarrukmo, Yogyakarta, Rabu (15/7/2026).

Penghargaan yang diinisiasi Harian Jogja tersebut diberikan kepada institusi yang dinilai mampu menerapkan tata kelola berkelanjutan sekaligus memberikan kontribusi positif bagi masyarakat.

Tahun ini, JBBA mengusung tema Smartly Cultured, Sustainably Driven dengan mengangkat falsafah Jawa Hamemayu Hayuning Bawana.

Wakil Rektor IV Bidang Kerja Sama dan Urusan Internasional Unisa Yogyakarta, Ali Imron, mengatakan penghargaan tersebut menjadi dorongan bagi kampus untuk terus memperkuat perannya dalam pemberdayaan perempuan melalui pendidikan.

"Penghargaan bagi Unisa Yogyakarta untuk terus belajar agar semakin berdampak kepada masyarakat, terutama dalam pemberdayaan perempuan. Hal itu sejalan dengan jati diri Unisa yang lahir dari organisasi perempuan terbesar di Indonesia," ujar Ali Imron.

Menurutnya, pemberdayaan perempuan merupakan bagian penting dari pengembangan pendidikan kesehatan di Unisa.

Kampus memandang perempuan memiliki peran strategis dalam membangun keluarga, masyarakat, hingga mendukung pembangunan berkelanjutan.

"Kami mengenal salah satu hadis yang menyebut perempuan adalah tiang negara. Artinya, perempuan yang berdaya, mampu berkontribusi, dan mampu mengelola kehidupan akan menjadi penyangga penting bagi pembangunan bangsa dan kelestarian bumi," katanya.

Ali menambahkan, Unisa terus mendorong kesetaraan kesempatan bagi perempuan dan laki-laki di berbagai bidang, termasuk dalam kepemimpinan.

Baca Juga: Anggaran Pendidikan 2026 Dikhawatirkan Tergerus, LLDIKTI DIY Pastikan Beasiswa Mahasiswa Aman

"Perempuan memiliki kesejajaran dengan laki-laki di mana pun kontribusi itu diberikan. Perempuan akan terus menjadi penyangga bagi pembangunan bangsa," ujarnya.

Load More