- Universitas Aisyiyah Yogyakarta meraih penghargaan Klaster Pendidikan kategori Pendidikan Kesehatan Berbasis Pemberdayaan Perempuan dalam ajang JBBA 2026.
- Penghargaan diberikan oleh Harian Jogja di Hotel Royal Ambarrukmo Yogyakarta pada Rabu, 15 Juli 2026 lalu.
- Penghargaan ini menjadi motivasi kampus untuk memperkuat kontribusi pemberdayaan perempuan dalam pengembangan pendidikan kesehatan yang berkelanjutan.
SuaraJogja.id - Universitas Aisyiyah (Unisa) Yogyakarta meraih penghargaan Klaster Pendidikan kategori Pendidikan Kesehatan Berbasis Pemberdayaan Perempuan dalam ajang Jogja Brand and Business Awards (JBBA) 2026 yang digelar di Hotel Royal Ambarrukmo, Yogyakarta, Rabu (15/7/2026).
Penghargaan yang diinisiasi Harian Jogja tersebut diberikan kepada institusi yang dinilai mampu menerapkan tata kelola berkelanjutan sekaligus memberikan kontribusi positif bagi masyarakat.
Tahun ini, JBBA mengusung tema Smartly Cultured, Sustainably Driven dengan mengangkat falsafah Jawa Hamemayu Hayuning Bawana.
Wakil Rektor IV Bidang Kerja Sama dan Urusan Internasional Unisa Yogyakarta, Ali Imron, mengatakan penghargaan tersebut menjadi dorongan bagi kampus untuk terus memperkuat perannya dalam pemberdayaan perempuan melalui pendidikan.
"Penghargaan bagi Unisa Yogyakarta untuk terus belajar agar semakin berdampak kepada masyarakat, terutama dalam pemberdayaan perempuan. Hal itu sejalan dengan jati diri Unisa yang lahir dari organisasi perempuan terbesar di Indonesia," ujar Ali Imron.
Menurutnya, pemberdayaan perempuan merupakan bagian penting dari pengembangan pendidikan kesehatan di Unisa.
Kampus memandang perempuan memiliki peran strategis dalam membangun keluarga, masyarakat, hingga mendukung pembangunan berkelanjutan.
"Kami mengenal salah satu hadis yang menyebut perempuan adalah tiang negara. Artinya, perempuan yang berdaya, mampu berkontribusi, dan mampu mengelola kehidupan akan menjadi penyangga penting bagi pembangunan bangsa dan kelestarian bumi," katanya.
Ali menambahkan, Unisa terus mendorong kesetaraan kesempatan bagi perempuan dan laki-laki di berbagai bidang, termasuk dalam kepemimpinan.
Baca Juga: Anggaran Pendidikan 2026 Dikhawatirkan Tergerus, LLDIKTI DIY Pastikan Beasiswa Mahasiswa Aman
"Perempuan memiliki kesejajaran dengan laki-laki di mana pun kontribusi itu diberikan. Perempuan akan terus menjadi penyangga bagi pembangunan bangsa," ujarnya.
Berita Terkait
-
Pesan Sri Sultan HB X di JBBA 2026, Bisnis Dibangun dengan Hati dan Kepercayaan
-
Masih Ada 1,94 Juta Anak Tak Sekolah, Pemerintah Genjot Gerakan Nasional Ruang Aman dan Nyaman
-
Dorong Inovasi PAI dan Kualitas Pendidikan, UNY Bekali Guru dengan Project Based Learning
-
Unisa Yogyakarta Bangun Laboratorium Stem Cell untuk Pengobatan Masa Depan
-
8 Fakta Dibalik Implementasi Pendidikan Khas Kejogjaan di Sekolah Yogyakarta
Terpopuler
- 5 HP Murah dengan NFC Harga Rp1 Jutaan untuk Multitasking dan Transaksi Cashless Lancar
- 6 Shio yang Menarik Keberuntungan 14 Juli 2026, Banyak Teka-teki Akhirnya Terjawab
- Bagaimana Dody Hanggodo Memanfaatkan Kekuasaannya sebagai Menteri di Kementerian PU
- 11 Merek Sepatu Lari Buatan Indonesia yang Populer, Kualitas Lokal Tak Bisa Diremehkan
- Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Potensi Menang Praperadilan: Siasat Redam Konflik Polri-Kejagung
Pilihan
-
Isu Mutasi Besar-besaran di Kementerian PU Buntut Dokumen Menteri Dody Tersebar
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
-
Kejagung Akhirnya Buka Suara Soal Temuan 74 Kg Emas di Rumah Febrie Adriansyah: Kami Tak Tahu
-
Ada Ancaman Teror Bom, Seluruh Siswa dan Guru SDN 15 Srengseh Sawah Dipulangkan
Terkini
-
Seru, Dapatkan Harga Istimewa Hyundai Creta Lewat Program Triple Zero & Trade-In Benefit
-
Pesan Sri Sultan HB X di JBBA 2026, Bisnis Dibangun dengan Hati dan Kepercayaan
-
Perajin Menjerit! Batik Indonesia Dibajak Vietnam, Merek Lebih Dulu Didaftarkan di Luar Negeri
-
Pameran PASSAGE: Jembatan Seniman Yogyakarta Menuju Panggung Prancis
-
Ketika SD Negeri di Jogja Kekurangan Murid, Guru Patungan demi Tetap Bisa Bermimpi