Hafiun melanjutkan, setelah semua proses telah selesai dan kemudian mengambil surat-menyurat untuk mengurus mayat. Setelah itu, semua orang di rumah sakit mengaku bingung dengan mayat Mas Yono. Hafiun mengaku sebagai teman bingung, mayat Mas Yono itu mau dibawa kemana. Sebab istri Mas Yono dan juga ibunya ada di Jember.
Sementara di DIY, Mas Yono memiliki anak dua tapi dari istri pertama yang sudah lama berpisah. Salah satu anaknya tersebut adalah Ades dan akhirnya pihaknya menghubungi yang paling dekat anaknya dari istri pertamanya di Yogyakarta. Meskipun menurut pamannya, Mas Nur, anak ini jarang ketemu orang tuanya.
"Kenapa alasan jarang? setiap Mas Yono sebulan sampai dua kali ke sini, anaknya tidak pernah ada. Berkali-kali sampai dia umroh di sini, anaknya gak pernah di sini," tuturnya.
Setelah Ades bersama ibunya ada di Rumah Sakit, pihaknya masih bingung apakah dikafani dan dimandikan di rumah sakit. Namun setelah berunding termasuk bersama dengan Ades dan istri pertama Mas Yono, diputuskan jenazah di bawa pulang ke Al Khowas. Selesai diurus dan disholatkan, Hafiun kembali bingung akan dimakamkan di mana.
Atas inisiatif paman Ades, Mas Yono lantas menghubungi istri kedua dan ibunya Mas Yono untuk bertanya akan dimakamkan di mana jenazahnya. Kata ibunya sesuai dengan wasiat dari Mas Yono jika dia meninggal di Jogja maka minta diridokan kepada habibnya untuk dikuburkan di tanah milik habib samping Masjid.
"Akhirnya ibunya bersama istrinya berangkat ke Jogja,"tambahnya.
Saat itu, sang Anak, Ades juga turut mengurusi jenazah seperti ketika memandikannya. Usai disalatkan, pihaknya menunggu keluarga dari Jember tiba, dan kubur juga belum digali. Ketika keluarga Jember sudah tiba, barulah Hafiun kembali menanyakan akan dikuburkan di mana jenazah Mas Yono.
"Dikubur di sini kata ibunya. Kalau itu anaknya, om, istrinya, Ades juga bilang iya," ceritanya.
Namun ketika akan memakamkan, justru Ades menghilang bahkanketika dicari tidak ada. Hafiun sendiri mengaku dirinya yang telah memimpin acara pemakaman. Bahkan MH Ainun Najib atau cak Nun datang ke Al Khowas. Istri keduanya dan juga ibunya tetap tinggal selama tujuh hari. Pada peringatan tujuh hari, Al Khowas sempat menyembelih sapi untuk dibagikan kepada jamaah yang turut berzikir mendoakan almarhum Yono.
Baca Juga: Pengelola Tegaskan Al Khowas Bukan Pondok Pesantren
Kontributor : Julianto
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Rekomendasi HP 5G Paling Murah Januari 2026, Harga Mulai Rp1 Jutaan!
- Polisi Ungkap Fakta Baru Kematian Lula Lahfah, Reza Arap Diduga Ada di TKP
- 5 Rekomendasi HP Memori 256 GB Paling Murah, Kapasitas Lega, Anti Lag Harga Mulai Rp1 Jutaan
- Jalan Rusak Parah, Warga Kulon Progo Pasang Spanduk Protes: 'Ini Jalan atau Cobaan?'
- 5 Mobil Bekas 80 Jutaan dengan Pajak Murah, Irit dan Nyaman untuk Harian
Pilihan
-
10 Sneakers Putih Ikonik untuk Gaya Kasual yang Tak Pernah Ketinggalan Zaman, Wajib Punya
-
Bursa Saham Indonesia Tidak Siap? BEI Klarifikasi Masalah Data yang Diminta MSCI
-
Menperin Pastikan Industri Susu Nasional Kecipratan Proyek MBG
-
MSCI Melihat 'Bandit' di Pasar Saham RI?
-
Harga Emas di Palembang Nyaris Rp17 Juta per Suku, Warga Menunda Membeli
Terkini
-
Jeritan Hidup di Balik Asap Sate Malioboro: Kisah Kucing-kucingan PKL dan Dilema Perut yang Perih
-
7 Fakta Sidang Mahasiswa UNY Pembakar Tenda Polda DIY: Dari Pilox Hingga Jeritan Keadilan!
-
Pasar Murah di Yogyakarta Segera Kembali Hadir, Catat Tanggalnya!
-
Gempa Bumi Guncang Selatan Jawa, Pakar Geologi UGM Ungkap Penyebabnya
-
Kecelakaan Maut di Gamping, Pengendara Motor Tewas di Tempat Usai Hantam Truk