SuaraJogja.id - Massa berhenti di depan Pacific Building mendengarkan orasi dari mahasiswi Sanata Dharma. Peserta aksi Gejayan Memanggil 2 berhenti sejenak di seberang Pacific Building, Jalan Laksda Adisucipto.
Di atas mobil pikap seorang mahasiswi Universitas Sanata Dharma mendapat kesempatan berorasi. Orasi dibuka dengan teriakan yel-yel yang disambut dengan peserta mahasiswa.
Selain menolak RUU KUHP, ia juga mendesak DPR untuk mengesahkan RUU P-KS dan polemik di Papua.
"Kawan-kawan, teriakan 'Sahkan RUU P-KS'," katanya.
Isu terkait kerusuhan Papua pun turut disinggung orator. Ia menyoroti tindakan represif dan kekerasan terhadap masyarakat Papua.
Usai berorasi, yang berlangsung selama 10 menit itu massa kembali melakukan long march menuju titik kumpul terakhir di pertigaan Gejayan.
Untuk diketahui, Aksi Gejayan Memanggil 2 diikuti oleh mahasiswa, buruh, tani, masyarakat umum hingga pelajar STM. Sebelum menggelar long march, massa berkumpul di beberapa titik konsentrasi di Yogyakarta seperti di Bundaran Universitas Gajah Mada atau UGM.
Mereka yang berseragam identitas kampus turut membentangkan poster protes revisi undang-undang bermasalah dan berbagai kritik untuk DPR.
Baca Juga: Gejayan Memanggil 2 Sempat Terhenti Karena Aksi Ini
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 HP RAM 8 GB Harga di Bawah Rp1,5 Juta: Kamera Bagus, Performa Juara
- Link Gratis Baca Buku Broken Strings, Memoar Pilu Aurelie Moeremans yang Viral
- 28 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 10 Januari 2026, Ada 15.000 Gems dan Pemain 111-115
- 4 Mobil Bekas Rp50 Jutaan yang Ideal untuk Harian: Irit, Gesit Pas di Gang Sempit
- 5 Cat Rambut untuk Menutupi Uban: Hasil Natural, Penampilan Lebih Muda
Pilihan
-
Gurita Bisnis Adik Prabowo, Kini Kuasai Blok Gas di Natuna
-
Klaim "Anti Banjir" PIK2 Jebol, Saham PANI Milik Aguan Langsung Anjlok Hampir 6 Persen
-
Profil Beckham Putra, King Etam Perobek Gawang Persija di Stadion GBLA
-
4 HP Snapdragon RAM 8 GB Paling Murah untuk Gaming, Harga Mulai Rp2 Jutaan
-
Rupiah Terancam Tembus Rp17.000
Terkini
-
Garin Nugroho Singgung Peran Pemerintah: Film Laris, Ekosistemnya Timpang
-
Soal Rehabilitasi Lahan Pascabencana di Sumatra, Kemenhut Butuh Waktu Lebih dari 5 Tahun
-
Rotasi Sejumlah Pejabat Utama di Polda DIY, Ini Daftarnya
-
Sampah Organik Milik Warga Kota Jogja Kini Diambil Petugas DLH, Simak Jadwalnya
-
DPUPKP Catat 47 Hektare Kawasan Kumuh di Kota Jogja, Mayoritas di Bantaran Sungai