- Dosen FK-KKM UGM Zaenal Muttaqien menyatakan kebiasaan duduk terlalu lama menghambat aliran darah serta oksigen menuju otak manusia.
- Masyarakat disarankan rutin bergerak setiap satu jam dan melakukan transisi posisi tubuh secara bertahap untuk menjaga sirkulasi darah.
- Olahraga ritmis selama 30 hingga 40 menit bermanfaat meningkatkan fungsi otak namun tidak boleh dilakukan sesaat setelah makan.
SuaraJogja.id - Kebiasaan duduk berjam-jam saat bekerja maupun scrolling media sosial dinilai dapat mengganggu fungsi otak. Persoalan utamanya bukan aktivitas menggunakan gawai, melainkan minimnya gerak tubuh yang membuat aliran darah dan pasokan oksigen ke otak tidak optimal.
"Otak manusia membutuhkan sekitar 20 persen dari seluruh oksigen yang digunakan tubuh. Oleh karena itu, kata kunci pertama untuk menjaga kesehatan otak adalah oksigen," kata Dosen Fisiologi FK-KKM UGM, Zaenal Muttaqien Sofro, Senin (20/7/2026).
Ia menjelaskan, posisi duduk terlalu lama membuat darah lebih banyak berkumpul di bagian bawah tubuh akibat pengaruh gravitasi. Kondisi tersebut menyebabkan suplai darah ke otak berkurang sehingga berpotensi memengaruhi kinerja organ tersebut apabila terus berlangsung.
"Masalah utamanya bukan semata-mata aktivitas scrolling, tetapi karena posisi duduk yang terlalu lama membuat darah lebih banyak berkumpul di bagian bawah tubuh akibat gravitasi," ungkapnya.
Masyarakat diimbau agar tidak duduk terus-menerus lebih dari satu jam. Namun, tubuh perlu digerakkan dengan berdiri, berjalan, atau melakukan peregangan ringan selama sekitar dua menit agar sirkulasi darah kembali lancar.
Selain duduk terlalu lama, perubahan posisi tubuh secara mendadak dapat mengurangi aliran darah menuju otak. Saat seseorang langsung berdiri setelah berbaring, aliran darah ke otak bisa turun hingga sekitar 60 persen sehingga tubuh membutuhkan waktu untuk beradaptasi.
Oleh itu, Zaenal menyarankan agar seseorang tidak langsung berdiri setelah bangun tidur. Tubuh sebaiknya dimulai dengan berbaring miring sekitar 30 detik, kemudian duduk selama 30 detik sebelum berdiri perlahan dan melakukan gerakan jinjit sekitar delapan kali untuk membantu memompa darah kembali ke otak.
Dalam penelitiannya menggunakan orthostatic test, ia menjelaskan bahwa kemampuan tubuh beradaptasi terhadap perubahan posisi sangat dipengaruhi oleh kondisi organ-organ tubuh di bawahnya, terutama jantung, paru-paru, serta sistem sirkulasi darah
"Jika sistem dasar ini bekerja dengan baik, maka fungsi otak juga akan optimal. Sebaliknya, bila dasar ini terganggu, maka otak pun akan mengalami gangguan," ucapnya.
Baca Juga: Tiga Kampus Tersandung Kasus Pelecehan Seksual, Satgas Seharusnya Tak Sekadar Formalitas
Dipaparkan Zaenal, menjaga fungsi otak juga dapat dilakukan melalui olahraga yang tepat. Olahraga sebaiknya melibatkan kelompok otot besar, dilakukan secara ritmis, dan berlangsung terus-menerus selama sekitar 30-40 menit agar kebugaran tubuh sekaligus sirkulasi darah ke otak tetap terjaga.
"Selain meningkatkan kebugaran, olahraga juga merangsang produksi hormon endorfin yang membantu meningkatkan suasana hati serta mengurangi rasa nyeri," jelasnya.
Namun, ia mengingatkan olahraga berat tidak dilakukan sesaat setelah makan. Pasalnya hal itu dapat meningkatkan risiko gangguan jantung, terutama pada aktivitas dengan intensitas tinggi.
"Apabila pusat yang mengatur sistem pencernaan terlalu dominan, misalnya karena seseorang berolahraga setelah makan, maka jantung bisa menjadi tidak optimal sehingga meningkatkan resiko gangguan jantung bahkan kematian mendadak," tandasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Masuk Red Notice Interpol, Erick Soedjasa Ditangkap Bareskrim di Bandara Juanda
- Skandal Biksu Thailand Viral: Dana Kuil Rp46 M Raib, Emas 16 Kg Disita hingga Rekaman Tak Senonoh
- Arti Weton Bumi Kapetak Menurut Primbon Jawa: Karakter Tangguh dan Tahan Banting Menuju Sukses
- Berapa Harga Oven Mini? Cek 9 Rekomendasi Merek Berkualitas dan Kisarannya
- 8 Cara Mudah Membersihkan Panci Gosong dan Berkerak agar Kembali Kinclong
Pilihan
-
Bencana Alam Tak Bisa Dihitung dengan Kalkulator
-
Cucu Diduga Bunuh Nenek di Palembang, Pelarian Pelaku Hanya Bertahan 50 Menit
-
Pakar UNS Soroti Pemangkasan Anggaran Kebencanaan: Negara Kita Suka Kejadian Dulu Baru Dikaji!
-
Catat! Jadwal Resmi Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026: Lawan Malaysia di SUGBK
-
Rp11 Triliun Disiapkan untuk Isi Rekening Massal, Seorang Dapat Berapa?
Terkini
-
Indonesia Dikepung Lima Bencana, Jusuf Kalla Sebut Lingkungan Rusak oleh Kita Sendiri
-
5 Tahun Holding UMi, Sinergi BRI, Pegadaian, dan PNM Dorong UMKM Bertumbuh
-
Lima Jurnalis Hilang di Anak Krakatau, Muhammadiyah Minta Pencarian Gunakan Teknologi Terbaru
-
Heboh LHKP Muhammadiyah Cap Program MBG Haram, Haedar Nashir Buka Suara
-
Jelang Tanwir ke-114, Muhammadiyah Sentil Masalah Bangsa Menumpuk, Elite Tak Gerak Cepat