SuaraJogja.id - Mantan Sekretaris Daerah (Sekda) DIY Gatot Saptadi menyatakan mundur dari penjaringan bakal calon (balon) Bupati Sleman pada 2020 mendatang. Gatot mengemukakan banyak pertimbangan yang membuatnya mundur dari bursa pilkada tersebut.
"Kalau bupati yang mengusulkan partai. Aku raiso maju dhewe (tidak bisa maju sendiri). Saya sudah mundur dari proses penjaringan," kata Gatot di Kantor Gubernur DIY, Rabu (6/11/2019).
Gatot mengemukakan, salah satu alasan mundur tersebut karena keluarga. Pun, dia tidak mengetahui partai politik yang bersedia mencalonkkanya menjadi Calon Bupati Sleman.
Karena itu, Gatot mempersilakan calon-calon lainnya untuk maju dalam kontestasi politik daerah tersebut. Gatot berujar, menjadi bupati mungkin sudah bukan jalannya.
"Kalau tiba-tiba ada (yang mencalonkan), enggak usah lah. Biarkan yang muda-muda. Saya sudah tidak mencalonkan lagi. Mungkin bukan jalan saya," katanya.
Gatot juga mengaku sudah berembuk dengan keluarga terkait pengunduran diri tersebut. Dia memastikan diri tidak akan membahas pencalonan dirinya maju jadi Bupati Sleman.
"Biar orang lain saja. Tak (biar) jadi rakyat biasa saja," katanya.
Kontributor : Putu Ayu Palupi
Baca Juga: Pembangunan Tol dan Pejabat Eselon Pensiun Jadi PR Sekda DIY yang Baru
Berita Terkait
Terpopuler
- 3 Sepatu New Balance Tanpa Tali, Bantalan Nyaman untuk Jalan Kaki Jauh
- Warga Kayumanis Bogor Tolak PSEL
- 5 Sepatu Adidas Tanpa Tali yang Serbaguna, Anti Pegal Dipakai Jalan Seharian
- Deretan Tokoh Top Bakal Turun Gunung ke UGM Besok, Bahas Nasib Bangsa Lewat Konferensi Republik
- 5 HP Baru 2026 Memori Besar dan Baterai Badak untuk Multitasking, Harga Rp2 Jutaan
Pilihan
-
Drama Final Liga Champions: Sakitnya Arsenal, PSG Back to Back Juara
-
Kesehatan Donald Trump Bermasalah? Gedung Putih Dituding Tutupi Hasil Medical Check-up
-
Kebakaran RSUD Syekh Yusuf Gowa, Begini Kondisi Terkini Pasien
-
Israel Bombardir Lebanon, 74 Warga Jadi Korban Satu Keluarga Tewas Saat Kabur
-
AS-Iran Kembali Sepakati Gencatan Senjata, Harga Minyak Stabil di USD 90
Terkini
-
Bumi Sudah Melewati Batas Perjanjian Paris, Ancaman Krisis Iklim Tak Lagi Sekadar Ramalan
-
Belajar dari Gempa 2006, Jogja Memang Istimewa dalam Menangani Bencana
-
20 Tahun Gempa Jogja Mulai Terlupakan, Ancaman Megathrust Masih di Depan Mata
-
Berkas Kasus Daycare Little Aresha Rampung Pekan Depan, Rekonstruksi Tertutup Menyusul
-
Efisiensi Anggaran Paksa Seniman Bertahan Mandiri, Pemda DIY Prioritaskan Agenda Pusat