SuaraJogja.id - Warga Sleman, Yogyakarta antre untuk mendapatkan Surat Keterangan Cakap Kelakuan (SKCK) di Kepolisian Sleman. Mereka harus antre selama 2 jam.
SKCK merupakan salah satu dokumen yang kerap dibutuhkan masyarakat, untuk mendaftar lowongan kerja sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN). Di Mapolres Sleman, Yogyakarta, baru memasuki hari pertama dibukanya pendaftaran CPNS 2019, masyarakat sampai mengantre selama dua jam, untuk dapat mengurus dokumen tersebut.
Misalnya saja Wuri Widodo, warga Cebongan, Mlati, Sleman. Ia sudah antre untuk mengurus SKCK sejak pukul 08.00 WIB. Namun, baru bisa terlayani pukul 10.00 WIB.
"Saya ingin perpanjangan SKCK, rencananya untuk daftar CPNS," kata dia, dijumpai wartawan di Mapolres Sleman, Senin (11/11/2019).
Kasubag Humas Polres Sleman Iptu Edi Widaryanto mengatakan, angka pengajuan mengurus SKCK di instansinya meningkat sekitar 70 persen. Padahal menurutnya, di hari biasa ada sekitar 350 pengajuan per hari.
"Peningkatan terjadi sejak awal bulan," kata dia.
Hingga pukul 12.00 WIB pada hari pertama pendaftaran CPNS 2019, Pemerintah Kabupaten Sleman belum mengunggah persyaratan pendaftaran formasi CPNS di portal sscn.bkn.go.id. Plt Kepala Badan Kepegawaian, Pendidikan dan Pelatihan Kabupaten Sleman, Suyono mengatakan, hal itu dikarenakan Sleman ingin mengikuti kesepakatan yang telah ada antara Pemprov DIY serta empat kabupaten dan kota di DIY.
"Sepakat seluruh DIY akan bareng (mengunggahnya). Kami masih menunggu DIY, supaya bareng. Begitu Pemprov bilang hari ini, kami siap," ungkapnya
Kendati demikian, ia tidak memungkiri pengunggahan data dan persyaratan lamaran CPNS di lingkungan Pemkab Sleman dilakukan hari ini. Di kesempatan yang sama, ia mengimbau kepada masyarakat dan para pendaftar CPNS, agar tidak mempercayai pihak-pihak yang mengaku bisa membantu mereka diterima CPNS.
Baca Juga: Tak Semua Kementerian Buka Pendaftaran CPNS 2019 Pukul 11.11 Malam Ini
"Itu hoaks. Karena semua sudah dilakukan secara daring, terintegrasi ke pusat," ungkapnya.
Bagi warga yang ingin mendaftar menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Sleman, ada satu dokumen penting yang harus dikumpulkan, yaitu surat lamaran yang ditulis tangan oleh pendaftar. Suyono mengatakan, persyaratan dokumen lamaran hasil tulis tangan tersebut perlu dikumpulkan sebagai salah satu cara Pemkab menganalisis para pelamar.
"Ada tim BKPP yang akan memeriksa. Nanti kami biar tahu, paling ora secara fisik bagaimana orangnya. Apalagi kami juga memiliki kuota disabilitas," kata dia.
Lamaran tulis tangan menjadi syarat pendaftaran seluruh formasi di lingkungan Pemkab Sleman. Suyono menambahkan, selain lamaran kerja tulis tangan yang dikumpulkan ke kantor BKPP Kabupaten Sleman, syarat-syarat lain yang dibutuhkan untuk mendaftar CPNS Sleman sudah tertera dalam daftar persyaratan yang diunggah ke portal SSC BKN.
"Itu harus kami cek betul. Fisiknya (pelamar) bagimana, kalau daring saja kan kami tidak tahu," ujarnya.
Kontributor : Uli Febriarni
Berita Terkait
-
Tak Semua Kementerian Buka Pendaftaran CPNS 2019 Pukul 11.11 Malam Ini
-
Pendaftaran CPNS Dibuka Pukul 11.11 WIB Senin Malam Ini
-
CPNS 2019, DI Yogyakarta Buka Rekrutmen untuk 3.086 Formasi
-
Pendaftaran CPNS Dibuka November, Ini Formasi Lengkapnya
-
Pendaftaran CPNS Buka Lagi Oktober, Menpan RB: Disediakan 100 Ribu Kursi
Terpopuler
- Bagaimana Cara Cek NIK Terindikasi Judol atau Tidak? Begini Langkah Mudahnya
- Buruh di Jogja Geruduk Kantor Gubernur DIY, Tantang Sultan Buktikan Keistimewaan untuk Pekerja
- KPK Ungkap Riwayat Tanah Kavling Pesantren Darul Istiqamah Maros, Minta Hak Warga Dituntaskan
- Cegah Papua Jadi 'Sudan Kedua', Pemerintah Diminta Tarik Pendekatan Militeristik dan Buka Dialog
- 5 Eye Cream Kemasan Jar untuk Bikin Area Mata Tampak Cerah dan Awet Muda
Pilihan
-
WNI 18 Tahun Terancam Hukuman Mati di Malaysia: Ada Barbuk 25 Kg Sabu dan Heroin
-
Akhirnya Buka Suara Usai KPK Usut Korupsi di ATR/BPN, Ini Penjelasan Lengkap Nusron Wahid
-
Pria yang Tendang Perempuan di Senayan City Ditangkap Polisi!
-
Usut Dugaan Korupsi KSO Pertamina EP, Kejagung Geledah Kantor Setda hingga Bapenda Kota Bekasi
-
Mekkah Diserang Houthi, Kemlu Minta WNI Hati-hati di Arab Saudi
Terkini
-
Prabowo Sebut Pakar Saking Pintarnya Jadi Goblok, Muhammadiyah Ingatkan Pakar Berbasis Ilmu dan Data
-
Muhammadiyah Sentil Menkeu Baru, Jangan Biarkan Rupiah Jatuh Terus
-
Polemik Royalti Musik, Pelaku Usaha Bingung, Pekerja Seni Menunggu Hak
-
Kasus Dugaan Kekerasan Seksual Bayi di Sleman Naik Sidik, Polisi Periksa 3 Saksi
-
Sinergi Perumahan Diperkuat, BRI Dukung Percepatan Program 3 Juta Rumah