SuaraJogja.id - Sejumlah jadwal perjalanan kereta di PT KAI Daerah Operasi (Daop) 6 Yogyakarta akan mengalami perubahan per 1 Desember. Perubahan jadwal ini juga berlaku untuk kereta Prambanan Ekspres (Prameks).
"Mulai 1 Desember, ada sebagian jadwal perjalanan kereta yang mengalami perubahan, termasuk untuk kereta lokal seperti Prambanan Ekspres (Prameks)," kata Senior Manajer Angkutan Penumpang PT KAI Daop 6 Yogyakarta Gotro Nur Riyadi di Yogyakarta, Kamis (28/11/2019).
Gotro lantas mengingatkan para penumpang untuk memastikan kembali jam perjalanan yang tertera di tiket supaya mereka tidak ketinggalan kereta, terlebih untuk penumpang Prameks.
Pada Minggu (1/12/2019) nanti, jadwal keberangkatan Prameks mulai berubah -- paling pagi dari Yogyakarta tujuan Solo Balapan adalah pukul 05.15 WIB dan tiba di Solo Balapan pukul 06.25 WIB, sedangkan dari Yogyakarta tujuan Kutoarjo paling pagi berangkat pukul 04.05 WIB dan tiba di Kutoarjo pukul 05.17 WIB, lalu untuk keberangkatan dari Solo Balapan paling pagi pukul 05.05 WIB.
Sementara itu, layanan kereta terakhir dari Solo Balapan tujuan Yogyakarta adalah pukul 19.07 WIB, dan layanan terakhir dari Yogyakarta adalah pukul 20.06 tujuan Solo Balapan.
Kendati demikian, kata Gotro pada Antara, jumlah total perjalanan Prameks tidak berubah, yaitu tetap 21 kali sehari dengan rute Solo-Yogyakarta-Kutoarjo.
Selain perubahan grafik perjalanan kereta api, yang diterapkan berdasarkan hasil evaluasi dan masukan dari penumpang, Gotro mengatakan, sejumlah kereta nantinya tidak akan dioperasikan lagi, tetapi ada pula beberapa kereta baru yang akan beroperasi.
Kereta baru yang akan dioperasionalkan per 1 Desember adalah Sancaka Utara, yang akan melayani rute dari Kutoarjo menuju Surabaya Pasar Turi, dengan memanfaatkan jalur utara.
"Harapannya, masyarakat di sekitar jalur utara, seperti Cepu, Bojonegoro, dan sekitarnya bisa memiliki akses yang lebih mudah untuk ke Yogyakarta," jelas Gotro.
Baca Juga: Indonesian Digital Mums Survey 2019 Beberkan 4 Perilaku Ibu Digital
Di samping itu, kereta Jaka Tingkir, yang tadinya hanya melayani rute dari Lempuyangan ke Pasar Senen, akan dikembalikan menjadi Purwosari-Pasar Senen, dan kereta Mataram akan melayani rute Solo-Pasar Senen.
Sedangkan, beberapa kereta yang tak akan beroperasi lagi antara lain Solo Ekspres, Sidomukti, dan Kalijaga. Rangkaian kereta Solo Ekspres akan sepenuhnya digunakan sebagai KA Bandara YIA sesuai tujuan awal pembuatannya.
Meski begitu, penumpang masih bisa memanfaatkan kereta Joglosemarkerto untuk mengakses jalur yang dilewati kereta tersebut.
"Untuk beberapa kereta jarak jauh, juga akan mengalami perubahan jadwal keberangkatan. Seperti Taksaka Malam dan Pagi yang akan mundur sekitar satu jam dari jadwal sebelumnya," tambah Gotro.
Terpisah, Manajer Humas PT KAI Eko Budiyanto mengungkapkan, layanan kereta Prameks akan ditingkatkan dengan pemasangan fasilitas AC di seluruh gerbong.
Tak hanya itu, PT KAI juga memberi solusi untuk keluhan masyarakat terkait seringnya kehabisan tiket Prameks.
Berita Terkait
Terpopuler
- Xiaomi 17 Jadi Senjata Baru Konten Kreator, Laura Basuki Tunjukkan Hasil Foto Leica
- 5 Bedak Lokal yang Awet untuk Kondangan, Tahan Hingga Belasan Jam
- 6 Rekomendasi Sepeda 1 Jutaan Terbaru yang Cocok untuk Bapak-Bapak
- 5 Bedak Tabur Translucent Lokal yang Bikin Makeup Tampak Halus dan Tahan Lama
- Awal Keberuntungan Baru, 4 Shio Ini Akhirnya Bebas dari Masa Sulit pada 11 Mei 2026
Pilihan
-
Nyanyi Bareng Jakarta: Melodi Penenang bagi Jiwa yang Terpapar Debu Ibu Kota
-
Salah Satu Korban Dikunci dari Luar, Dengar Kiai Ashari Lakukan Aksi Bejat di Kamar Sebelah
-
Review If Wishes Could Kill: Serial Horor Korea yang Bikin Kamu Mikir Sebelum Buat Permintaan!
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
Terkini
-
Enam Warga DIY Pernah Positif Hantavirus pada 2025, Masyarakat Diminta Tak Panik
-
Lapor Polisi Sejak 2025, Kasus Dugaan Penipuan BPR Danagung di Polda DIY Jalan di Tempat
-
Gandeng YKAKI, Tilem ing Tentrem Berikan Ruang Jeda Penuh Makna bagi Mereka yang Merawat
-
Full House di Jogja, Film 'Yang Lain Boleh Hilang Asal Kau Jangan' Sukses Sentuh Hati Penonton
-
Pembangunan PSEL DIY Mundur ke 2028, Nasib Pengelolaan Sampah Kabupaten dan Kota Masih Abu-abu