SuaraJogja.id - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, menyebutkan, jumlah kasus demam berdarah dengue (DBD), terhitung hingga November 2019, mencapai 692 kasus; satu pasien di antaranya meninggal dunia.
Dalam catatan tersebut, sejumlah kecamatan dengan kasus DBD terbanyak adalah Depok, Gamping, dan Mlati.
Kepala Dinkes Sleman Joko Hastaryo mengatakan, tingginya jumlah kasus di Kecamatan Depok dipengaruhi oleh kepadatan penduduk, sehingga, menurut dia, wajar bila ada pasien yang diketahui positif DBD dan Kecamatan Depok menjadi lokasi penderita DBD terbanyak se-Sleman.
"Selain itu, PSN [pemberantasan sarang nyamuk] yang tidak optimal. Banyak rumah yang tidak ditempati, itu menjadi penyebab," kata dia, dihubungi SuaraJogja.id pada Kamis (12/12/2019).
Namun demikian ia mengakui, agak sulit membedakan asal nyamuk Aedes Aegypti yang menyerang warga Sleman itu, apakah berasal dari Sleman atau luar Sleman, dengan kata lain, bisa saja pasien digigit saat tak berada di Sleman, tetapi diagnosis DBD di rumah sakit Sleman.
"Karena aktivitas orang Sleman juga tidak hanya terpusat di Sleman. Dia juga bekerja di luar Sleman. Sehingga kalau ada yang positif [DBD], kami lakukan penyelidikan di tempat dia tinggal atau aktivitas," kata dia.
Untuk mencegah meningkatnya kasus DBD yang saat ini memasuki 'siklus 4 tahunan' di Sleman, maka Dinkes mengeluar surat edaran yang berisikan imbauan menggalakkan jumantik dan optimalisasi PSN di tingkat masyarakat. Tujuannya untuk memutus rantai penularan DBD.
Sementara itu, kala ditanyai perihal proyek penyebaran nyamuk Wolbachia di salah satu desa di Kecamatan Gamping, Joko tak menampik bahwa program itu cukup efektif dalam mengurangi kasus DBD. Hanya saja, sebagai proyek riset pencontohan, uji dan penerapannya belum dilakukan di tempat lain.
"Harus ada uji, setelah itu dilaporkan ke Kementerian Kesehatan. Hasilnya seperti ini, seperti itu, baru Kemenkes uji di beberapa wilayah. Harus ada tahapan seperti itu," kata dia.
Baca Juga: Jujur, Kendall Jenner Sebut Siapa Orangtua Terbaik di Keluarga Kardashian
Sementara itu, ditemui di kediamannya, seorang warga Sambilegi, Kecamatan Depok, Lintang Lestari, mengatakan, sosialisasi pencegahan DBD di tempat tinggalnya selalu berisi penegasan untuk menggalakkan 3M.
"Selain itu, juga disuruh mengagendakan bersih-bersih lingkungan rumah. Musim hujan sudah mulai datang," kata dia.
Nova menyebut, salah satu upaya konkret yang ia lakukan untuk mengantisipasi tempat berkembang biak nyamuk Aedes Aegypti adalah dengan mencegah adanya botol-botol kosong di luar rumah.
"Biar tidak menampung air hujan," tuturnya.
Kontributor : Uli Febriarni
Berita Terkait
Terpopuler
- Sejumlah Jenderal Polri Dikabarkan Diamankan, Satu 'Bintang Empat' Sudah Dilepas
- Panitia Batalkan Undang Raffi Ahmad di GSI Youth Fest Hero Summit
- Sejumlah Jenderal Diperiksa Propam, Ini Respons Mabes
- Jenderal Listyo Sigit Prabowo Ditetapkan Tersangka Penyadapan Presiden Prabowo
- Margarito Kamis Jelaskan Isi Putusan MA, RI Tak Lagi Punya Wakil Presiden yang Sah?
Pilihan
-
Helikopter Penerbad Mi-17 Jatuh Saat Padamkan Karhutla di Pematang Limau, Dua Personel Hilang
-
Hanya Sebulan di Istana, Presiden Prabowo Pecat Listyo Sigit Prabowo
-
Tersandung Skandal Penyadapan, Prabowo Pecat Listyo Sigit dari KSP dan Tunjuk Letjen Ariyo Jadi Plt
-
Nusron Wahid Diperiksa KPK Terkait Suap HGB
-
Konser Andrea Bocelli di JIExpo Ricuh: Massa Bakar Pembatas Jalan, Wartawan Terhantam Batu
Terkini
-
Ponpes HQ Sukoharjo Digeledah Polisi, Menag Tegaskan Hukum Berbicara
-
Tukang Cukur hingga Warteg Kena Pajak, Sultan Sebut Seperti Zaman VOC
-
69 Kampus Eropa Hadir di Yogyakarta, Buka Informasi Studi dan Beasiswa
-
Skandal Penyadapan Presiden Prabowo, JPW Ingatkan Masyarakat Sipil Tak Terdistraksi Isu Elit
-
Sri Sultan Sebut Penurunan Foto Wapres Gibran Tidak Pantas, DPRD DIY Ungkap Fakta Sebenarnya