Budi Arista Romadhoni
Rabu, 05 Agustus 2026 | 19:30 WIB
Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono (HB) X menyampaikan situasi keamanan di Kompleks Kepatihan Yogyakarta, Rabu (5/8/2026). (Suarajogja.id/Putu Ayu Palupi)
Baca 10 detik
  • Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X menyatakan pemasangan pagar mal di Yogyakarta lahir dari kekhawatiran masyarakat.
  • Kapolda DIY Irjen Pol Anggoro Sukartono pada Rabu (5/8/2026) memastikan situasi keamanan Yogyakarta tetap kondusif terkendali.
  • Kapolda menegaskan kebijakan pagar tinggi mal merupakan keputusan internal pengelola tanpa instruksi dari kepolisian.

SuaraJogja.id - Isu ancaman keamanan yang belakangan ramai diperbincangkan di sejumlah daerah, termasuk di Yogyakarta menjelang peringatan Hari Ulang Tahun ke-81 Republik Indonesia. Bahkan sejumlah mall, termasuk di kota ini yang memasang pagar tinggi.

Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono (HB) X pun angkat bicara terkait isu tersebut. Sultan menilai berbagai isu yang berkembang, termasuk pemasangan pagar tinggi di salah satu pusat perbelanjaan karena kekhawatiran masyarakat. Kondisi itu akhirnya memengaruhi persepsi publik terhadap kondisi keamanan daerah.

"Sebetulnya ini berangkat dari kekhawatiran masyarakat. Kemudian muncul berbagai isu, misalnya soal mal yang memasang pagar tinggi. Apakah itu berlebihan atau tidak, saya tidak tahu karena tentu bergantung pada kondisi di lapangan," papar Sultan usai melantik pejabat Eselon II di Kompleks Kepatihan Yogyakarta, Rabu (5/8/2026).

Menurut Sultan, persoalan utamanya bukan sekadar keberadaan pagar ataupun isu yang beredar. Lebih dari itu, persepsi masyarakat yang dapat berubah apabila rasa aman mulai terganggu.

Karenanya Sultan meminta seluruh elemen di DIY  mengonsolidasikan potensi yang dimiliki agar masyarakat kembali memiliki rasa aman dan nyaman. Dengan demikian masyarakat merasa aman dan nyaman. 

Namun Sultan mengingatkan, menjaga keamanan bukan hanya menjadi tanggung jawab aparat melainkan seluruh komponen masyarakat. Karenanya diharapkan semua pihak tetap ikut bertanggung jawab menjaga keamanan dan ketertiban. 

"Kalau situasinya benar-benar aman, tentu keinginan untuk meninggikan pagar demi keamanan juga akan berkurang," katanya.

Sementara itu Kapolda DIY, Irjen Pol Anggoro Sukartono memastikan kondisi keamanan Yogyakarta hingga kini tetap kondusif. Seluruh kegiatan masyarakat, termasuk rangkaian agenda menjelang peringatan kemerdekaan telah dipetakan dan masuk dalam sistem pengamanan kepolisian.

"Sementara ini situasi di Jogja kondusif. Seluruh kegiatan masyarakat terkendali, terlaporkan, dan terpantau. Polri, dalam hal ini Polda DIY, telah menyiapkan seluruh sistem pengamanan, termasuk pelibatan personel untuk mengamankan berbagai kegiatan masyarakat," tandasnya.

Baca Juga: Filosofi Jawa di Balik IKN: Sri Sultan HB X Sampaikan Makna Mendalam di HUT RI ke-79

Ia menepis berbagai isu yang menyebut adanya ancaman keamanan di Yogyakarta. Kapolda juga menjelaskan seluruh fungsi intelijen, baik dari Polri maupun instansi lainnya, terus melakukan deteksi dini terhadap perkembangan situasi. 

"Hasil pemantauan hingga saat ini menunjukkan tidak ada indikasi ancaman yang memerlukan langkah pengamanan di luar prosedur yang telah disiapkan," paparnya.

Menanggapi polemik pemasangan pagar tinggi di salah satu mal, Kapolda menegaskan kebijakan tersebut merupakan keputusan internal pengelola dan sama sekali bukan arahan kepolisian.

"Kami tidak pernah memberikan arahan terkait hal tersebut. Yang terjadi merupakan kebijakan masing-masing pengelola mal. Jadi bukan karena faktor situasi keamanan. Saya pastikan tidak ada kaitannya dengan kondisi keamanan di Jogja," imbuhnya.

Kontributor : Putu Ayu Palupi

Load More