SuaraJogja.id - Sebagai salah satu destinasi favorit, ratusan ribu wisatawan perlahan mulai membanjiri sejumlah spot wisata di Jogja. Risiko macet pun tak terhindarkan.
Merespon kondisi Jogja yang makin ramai, Wakil Gubernur DIY, KGPAA Sri Paduka Paku Alam X mengingatkan para juru parkir untuk memberikan pelayanan dalam mengatur parkir secara bijak dan kodusif. Apalagi, menurutnya, salah satu biang kemacetan di sejumlah ruas di Jogja juga disebabkan oleh parkir sembarangan.
"Untuk petugas parkir dan warga tentunya bisa mengatur parkir dengan lebih kondusif karena memang keramaian, kemacetan yang ada di Jogja dan sekitarnya lebih banyak diakibatkan karena parkir sembarangan. Meskipun memang tak bisa sepenuhnya kesalahan juru parkir tetapi mereka yang bertugas mengatur parkir bisa ikut membantu agar lalu lintas tetap lancar," jelasnya di Gedhong Pare Anom, Komplek Kepatihan seperti dilansir dari harianjogja.com, kemarin.
Tak hanya jukir, Wagub juga meminta para pengusaha souvenir dan pedagang untuk juga ikut menjaga kondusivitas selama liburan Natal serta Tahun Baru 2020.
"Untuk pedagang kuliner dan souvenir saya juga minta kerjasamanya untuk sama-sama membantu menciptakan suasana nyaman bagi para wisatawan yang masuk ke Jogja. Dagangannya jangan sampai meluber hingga trotoar," tambahnya.
Terpopuler
- 3 Sepatu New Balance Tanpa Tali, Bantalan Nyaman untuk Jalan Kaki Jauh
- Warga Kayumanis Bogor Tolak PSEL
- 5 Sepatu Adidas Tanpa Tali yang Serbaguna, Anti Pegal Dipakai Jalan Seharian
- 5 HP Baru 2026 Memori Besar dan Baterai Badak untuk Multitasking, Harga Rp2 Jutaan
- 5 Moisturizer Mengandung SPF untuk Pagi Hari, Melembapkan dan Mencerahkan Kulit
Pilihan
-
Kesehatan Donald Trump Bermasalah? Gedung Putih Dituding Tutupi Hasil Medical Check-up
-
Kebakaran RSUD Syekh Yusuf Gowa, Begini Kondisi Terkini Pasien
-
Israel Bombardir Lebanon, 74 Warga Jadi Korban Satu Keluarga Tewas Saat Kabur
-
AS-Iran Kembali Sepakati Gencatan Senjata, Harga Minyak Stabil di USD 90
-
Skandal! Jaksa AS Selidiki FIFA, Penjualan Tiket Piala Dunia 2026 Diduga Bermasalah
Terkini
-
Bumi Sudah Melewati Batas Perjanjian Paris, Ancaman Krisis Iklim Tak Lagi Sekadar Ramalan
-
Belajar dari Gempa 2006, Jogja Memang Istimewa dalam Menangani Bencana
-
20 Tahun Gempa Jogja Mulai Terlupakan, Ancaman Megathrust Masih di Depan Mata
-
Berkas Kasus Daycare Little Aresha Rampung Pekan Depan, Rekonstruksi Tertutup Menyusul
-
Efisiensi Anggaran Paksa Seniman Bertahan Mandiri, Pemda DIY Prioritaskan Agenda Pusat