- Satpol PP Yogyakarta mengintensifkan operasi penjangkauan gelandangan pengemis selama Ramadan berdasarkan Perda DIY dan Perda Kota Yogyakarta.
- Dalam seminggu Ramadan, operasi menjangkau dua gepeng; satu pengamen dan satu ODGJ, yang kemudian dibawa ke camp assessment Dinas Sosial DIY.
- Gepeng yang terjaring akan ditempatkan sementara tujuh hari di shelter PPKS Dinsosnakertrans sebelum dirujuk atau dikembalikan ke keluarga.
SuaraJogja.id - Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Yogyakarta mengintensifkan operasi penjangkauan gelandangan pengemis (Gepeng) selama bulan Ramadan. Hal ini mengingat selama bulan puasa jumlah gepeng diperkirakan cenderung semakin banyak bermunculan.
Kepala Bidang Penegakan Peraturan Perundang-undangan pada Satpol PP Kota Yogyakarta Dodi Kurnianto menuturkan sejak Januari 2026 sampai sebelum puasa, pihaknya sudah menertibkan 9 gepeng. Sedangkan selama tahun 2025 ditertibkan 148 gepeng.
"Operasi gepeng termasuk dalam salah satu operasi yang kami intensifkan dalam masa Ramadan ini," kata Dodi, Jumat (27/2/2026).
Disampaikan Dodi, dari hasil operasi gepeng selama seminggu bulan Ramadan ini menjangkau 2 orang gepeng.
Rinciannya satu pengamen menggunakan obor ditemukan di simpang Giwangan dan satu Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) di Jalan Kemendungan Giwangan.
Kedua gepeng itu kemudian dibawa ke camp assessment Dinas Sosial DIY. Mengingat status mereka yang merupakan penduduk luar kota dan ODGJ.
"Rekan-rekan BKO Satpol PP yang kami tempatkan di kemantren juga melakukan operasi yang sama. Khususnya jika ada laporan atau aduan sekaligus temuan (gepeng di wilayah) di lapangan," paparnya.
Dodi memaparkan dalam penertiban gepeng Satpol PP Kota Yogyakarta menggunakan Peraturan Daerah (Perda) DIY Nomor 1 Tahun 2014 tentang penanganan gelandangan dan pengemis.
Di samping itu juga mengacu Perda Kota Yogyakarta Nomor 7 Tahun 2024 tentang penyelenggaraan ketentraman dan ketertiban umum serta perlindungan masyarakat.
Baca Juga: Prioritaskan Pedagang dari Warga Lokal, Ratusan Lapak Siap Meriahkan Kampung Ramadan Jogokariyan
Sementara itu Kepala Satpol PP Kota Yogyakarta Octo Noor Arafat menambahkan bahwa pihaknya akan terus melakukan operasi penjangkauan gepeng selama bulan Ramadan ini.
Apalagi Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Dinsosnakertrans) sudah mempunyai shelter Pemerlu Pelayanan Kesejahteraan Sosial (PPKS) di wilayah Kemantren Pakualaman.
"Jadi ada dua pola yang kita terapkan dalam operasi gepeng ini. Jadi pintu masuk utama tetap nanti di shelter gepeng di Dinsosnakertrans kota di Pakualaman," ucap Octo.
"Kalau memang itu warga luar Kota Yogyakarta akan kita kirimkan ke camp assessment Dinas Sosial DIY di Mergangsan," imbuhnya.
Sementara itu Kepala Bidang Pemberdayaan dan Rehabilitasi Sosial Dinsosnakertrans Kota Yogyakarta, Indrawati menyampaikan penempatan gepeng di shelter PPKS Dinsosnakertrans Kota Yogyakarta bersifat sementara selama 7 hari.
Shelter PPKS Kota Yogyakarta yang beroperasi mulai Januari 2026 hanya memiliki kapasitas 10 orang.
Berita Terkait
Terpopuler
- Urutan Skincare Pagi Viva untuk Anti-Aging Usia 40 Tahun ke Atas, Rawat Kulit Awet Muda
- Sempat Diamankan saat OTT, Sestama BNPB Rustian Kini Diperiksa KPK di Gedung Merah Putih
- Sering Dijual Lebih Murah, Apakah Sepatu di Sports Station Ori?
- 3 Sepatu Lari Lokal untuk Full Marathon, Ini Spesifikasi dan Harganya
- Shin Tae-yong Kasih Kode Rotasi Skuad Persija, Shayne Pattynama Bisa Unjuk Gigi di League Cup
Pilihan
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
-
RM Soeharjo Djajengasmoro: Tokoh Penting Pemuda yang Didepak dari Kampus Sendiri karena Ijazah
-
'Partai Mahasiswa' Serbia Guncang Eropa! Kalahkan Rezim Lewat Pemilu
Terkini
-
Jelang COP31, Jaringan Orang Muda Kritik Eksploitasi Alam di Jogja, Rakyat yang Tanggung Akibatnya
-
Korban Luka Kericuhan Malioboro Capai 116 Orang, 13 Jalani Dirawat Inap
-
Bukti Negara Hadir Tingkatkan Kesehatan Masyarakat: Program CKG Sudah Deteksi Medis 105 Juta Orang
-
Usung Pelestarian Budaya Berkelanjutan, Ini Rangkaian Acara Tentrem Cultural Week 2026
-
JPW Pertanyakan Sikap Humanis Polda DIY: Ada Pelempar Berlindung di Balik Barikade Polisi