SuaraJogja.id - Kawasan Titik Nol Kilometer Jalan Malioboro Kota Yogyakarta seakan tak ada hentinya menjadi jujugan masyarakat DIY dan wisatawan luar kota untuk mengahabiskan waktu berlibur. Pasalnya, usai ribuan kepala menyemut di Malioboro guna menyaksikan malam pergantian tahun baru 2020, pagi harinya kawasan tersebut kembali dipadati masyarakat yang bersepeda.
Salah seorang warga asal Dusun Kajen RT 01, Desa Bangunjiwo, Kecamatan Kasihan, Kabupaten Bantul, Amon Kurniawan (35), mengatakan, dalam merayakan awal tahun 2020, ia bersama keluarga sengaja mengayuh sepeda sejauh 10 kilometer hingga ke Malioboro.
"Karena hari libur saya sengaja mengajak anak-anak dan istri ke Kota Yogyakarta. Disamping untuk olahraga, saya juga mengajak mereka untuk merayakan tahun baru dengan mencintai lingkungan. Jadi kami memilih bersepeda karena aktivitas ini menyehatkan, tak menimbulkan polusi dan tentunya ramah lingkungan," kata Amon saat ditemui SuaraJogja.id, Rabu (1/1/2020).
Ayah dari tiga anak tersebut mengaku kerap mengajak anak-anaknya bersepeda ke tempat yang cukup jauh, demi mengenalkan anaknya untuk mencintai lingkungan tempat tinggalnya.
"Jadi mereka ini senang saat diajak bersepeda, bahkan kami berlima sempat bersepeda dari rumah di Kajen hingga ke Imogiri. Memang cukup jauh, tapi saya ingin merayakan tahun baru ini untuk lebih perhatian terhadap lingkungan," katanya.
Amon berangkat dari Bantul pukul 05.30 WIB. Setelah melewati perbatasan Bantul-Yogyakarta, ia menuju Alun-Alun Kidul. Selanjutnya, dia dan keluarga melintasi Tugu Jogja dan berakhir di Titik Nol Kilometer.
"Selain mendapat sehat, mereka juga paham makna dari tahun baru ini terutama untuk menjaga lingkungannya tetap baik. Jadi bisa membatasi penggunaan kendaraan bermotor agar tak menimbulkan polusi. Apalagi Yogyakarta sudah cukup macet saat ini," jelas dia.
Sementara, warga asal Sleman, Tutik Wulandari (29), mengaku sudah sering bersepeda saat hari libur. Menurut dia, Yogyakarta cukup ramai dengan sejumlah komunitas sepeda, sehingga diharapkan ada jalur khusus yang disediakan pemerintah untuk masyarakat pencinta sepeda.
"Saya rasa Yogyakarta sudah banyak komunitas sepeda, apalagi tiap pagi saat libur atau Selasa Wage, hampir tiap warga wilayah DIY menuju Nol Kilometer untuk bersepeda. Harapannya pemerintah bisa menyediakan jalur yang lebih khusus bagi pesepeda ini. Jika memang direalisasikan, nantinya masyarakat DIY harus menjaga fasilitas itu dan lebih mencintai lingkungan tanpa polusi," katanya.
Baca Juga: Terendam Banjir, Akses Tol Arah Bandara Soetta Dialihkan
Suasana di Malioboro cukup ramai sejak pukul 07.00-09.00 WIB, tak hanya kendaraan bermotor yang melintas. Sejumlah warga juga berlalu lalang menggunakan sepeda.
Selain itu, sampah yang berserakan di sekitar Titik Nol Kilometer pascamalam tahun baru sudah bersih sebelum pukul 08.00 WIB. Tumpukan sampah yang sebelumnya berada di sisi selatan Monumen Serangan Umum 1 Maret juga sudah diangkut petugas. Untuk mengantisipasi kedapatan, kepolisian serta TNI masih berjaga-jaga di simpang empat Nol Kilometer.
Berita Terkait
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- 4 Shio Beruntung Hari Ini 4 Agustus 2026: Macan hingga Babi Berpeluang Dapat Kabar Baik
Pilihan
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
Terkini
-
Berangkat Kerja Malah Jadi Korban Begal, Pria di Sleman Ditodong Sajam dan Motor Digasak
-
Pemilik Kendaraan di DIY Bebas Denda Pajak hingga 30 September, Tunggak 10 Tahun Cukup Bayar 5 Tahun
-
Murah, Mudah Didapat, Sulit Ditinggalkan, Kisah Kelam Mantan Pengguna Obat Keras di Jogja
-
Setoran Pajak Meroket, Kinerja BRI Kian Solid Berkat Sentuhan Danantara
-
Tanggulangi Kekeringan di Musim Kemarau, Kodim 0730/Gunungkidul Bangun 18 Titik Sumur Bor