SuaraJogja.id - Kawasan wisata Malioboro Kota Yogyakarta tampaknya masih menjadi magnet bagi wisatawan luar kota untuk berlibur. Hal itu terlihat dari antusiasme pengunjung yang hadir dalam perayaan malam tahun baru 2020.
Sejumlah sudut dan ruas jalan dipadati masyarakat yang datang dari berbagai daerah, termasuk di antaranya tiga siswa asal Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah.
Terdapat kisah menarik dari ketiga siswa Madrasah Aliyah (MA) ini. Mereka datang ke Yogyakarta dengan total uang patungan Rp100 ribu untuk bersenang-senang.
"Ya setelah kami hitung, dari Purworejo sampai ke Yogyakarta saja tidak sampai Rp100 ribu. Kami berangkat dari Stasiun Kutoarjo dengan tiket Rp8 ribu per orang. Setibanya di Stasiun Tugu Jogja, kami mencari makan yang murah di angkringan. Habisnya sekitar Rp20 ribu bertiga, jadi masih ada sisa untuk kembali ke Purworejo," kata salah seorang anak, Fikrullabib Shidiq (17), saat ditemui SuaraJogja.id, Rabu (1/1/2020).
Shidiq bersama dua temannya, Masnur Arif Riaden dan Muhammad Ma'ruf, mengaku sebagai santri di pondok pesantren (ponpes) An-Nawawi Purworejo. Kedatangannya ke Yogyakarta karena ingin menghabiskan sisa liburan sekolah di ponpes mereka.
"Jadi liburan tahun ini paling panjang karena sampai tiga pekan. Tahun sebelumnya, jatah libur santri hanya satu pekan saat tutup tahun seperti ini. Karena bosan di dalam pondok, kami izin dan berlibur ke Yogyakarta," kata Shidiq.
Salah seorang anak lainnya, Arif (17), mengungkapkan, kedatangannya ke Yogyakarta hanya untuk melepas penat, sehingga dirinya tak berencana membawa buah tangan ketika kembali ke Purworejo.
"Kami berangkat dari Kutoarjo tanggal 31 Desember pukul 19.00 dan tiba 20.00 WIB. Jadi kami hanya ingin menikmati liburan akhir tahun ini tanpa perlu menghabiskan banyak biaya. Kami hanya mengabadikan liburan kami dan mencari spot foto yang bagus. Setelah tahun baru kami langsung kembali," jelas Arif.
Siswa kelahiran Riau itu menerangkan, berlibur merupakan momen untuk benar-benar melepas penat, sehingga menikmati suasana destinasi wisata adalah yang terpenting.
Baca Juga: Karena Rambut Baru, Rizal Armada Ingin Punya 6 Anak
"Pandangan orang pasti berbeda, tapi menurut saya ketika liburan itu memang momen untuk menikmati suasana. Jadi dengan modal seadanya pun orang masih bisa bersenang-senang," kata Arif.
Ditanyai di mana mereka tidur, ketiganya mengaku memanfaatkan Masjid Gedhe Kauman untuk beristirahat.
"Masalah tempat tidur di Yogyakarta ini kami rasa mudah mencarinya. Banyak masjid yang menyediakan serambinya untuk orang-orang musafir [melakukan perjalanan jauh] seperti kami," kelakar Arif.
Meski cukup menikmati liburannya di Kota Gudeg, Shidiq mengaku kehadirannya ke Yogyakarta mendapat sedikit kekecewaan.
"Prediksi kami saat berlibur di Yogyakarta bisa menikmati pesta kembang api di sini, tapi setelah kami turun dari Stasiun Tugu, sudah padat dan macet. Saya cukup kaget karena suasanaya sudah berubah. Puncaknya saat perayaan malam tahun baru kesenangan kami tak maksimal," kata Shidiq.
Kendati demikian, ia masih memiliki sisa tiga hari libur. Rencananya dalam waktu dekat, mereka bakal menyambangi destinasi wisata yang mereka nilai murah.
Berita Terkait
Terpopuler
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- 4 Shio yang Menarik Keberuntungan Hari Ini 5 Agustus 2026: Segalanya Berjalan Lancar
- 4 Shio Beruntung Hari Ini 4 Agustus 2026: Macan hingga Babi Berpeluang Dapat Kabar Baik
- Link Resmi Pandang.istanapresiden.go.id buat Daftar Upacara Bendera HUT RI di Istana Negara
Pilihan
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
Terkini
-
Menyesap Selang Demi Setetes Air, Potret Ketangguhan Warga Bantul Bertahan Saat Kemarau
-
Pasien Asuransi Pemerintah Masih Menunggu, Industri Sebut Administrasi Jangan Kalahkan Kemanusiaan
-
UMY Kembangkan 5 AI Pendeteksi Penyakit, Bantu Diagnosis Kanker hingga Tumor Otak Lebih Cepat
-
Unisa Yogyakarta Perkuat Riset Lewat Laboratorium Animal House, Dukung Pengembangan Kandidat Obat
-
Isu Keamanan Jelang HUT RI Bikin Khawatir, Sri Sultan Singgung Soal Pagar Tinggi di Mal