SuaraJogja.id - Keinginan Totok Santoso untuk membangun kerajaan baru bernama Kerajaan Agung Sejagat di Purworejo akhirnya kandas. Ia bersama Fanni Aminadia yang belakangan diketahui bukan istrinya keburu ditahan oleh pihak kepolisian.
Selasa (14/1/2020) malam, Totok dan Fanni ditangkap Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Jateng di sekitar Wates.
Bersamaan dengan penangkapan tersebut, kediaman keduanya yang berada di kawasan Godean, Sleman juga dilakukan penggeledahan.
Seperti dikutip dari Antara, Kapolda Jateng Irjen Pol. Rycko Amelza Dahniel menyebut bahwa penyidik memiliki bukti permulaan yang cukup untuk menetapkan raja dan ratu Kerajaan Agung Sejagat tersebut sebagai tersangka.
Ia menyebut kedua tersangka memiliki motif untuk menarik dana dari masyarakat dengan menggunakan tipu daya.
"Dengan simbol-simbol kerajaan tawarkan harapan dengan ideologi kehidupan akan berubah. Semua simbol itu palsu," terangnya, Rabu (15/1/2020).
Motif penipuan Totok Santoso nyatanya sudah diprediksi oleh Kepala Kesbangpol DIY, Agung Supriyono.
Saat dihubungi SuaraJogja, Agung menyebut bahwa Kerajaan Agung Sejagat yang heboh tersebut punya indikasi penipuan.
"kalau dari pengalaman kami, organisasi atau mereka menyebutnya kerajaan itu ada indikasi penipuan, untuk cari duit lah motivasinya," ungkapnya.
Baca Juga: Begini Cara KPU DIY Cegah Anggotanya dari Paparan Korupsi
Ia meyakini motif tersebut lantaran di wilayah DIY sempat beberapa kali muncul kejadian serupa.
"Iya di Jogja sendiri ada beberapa kali kami temui kasus serupa tapi ngga se-glamour seperti Kerajaan Agung Sejagat yang pakai kirab begitu. Biasanya mereka melakukan musyawarah besar gitu, nanti ujung-ujungnya ya penipuan organisasinya nyari duit," katanya.
Ia pun menghimbau agar masyarakat di wilayah Yogyakarta dan sekitarnya untuk tak terbujuk tipu daya berkedok organisasi atau menyebut kerajaan baru seperti yang dilakukan Totok Santoso.
"Kami selalu komunikasi ke masyarakat juga untuk himbauan ini. Jangan sampai terbujuk hal-hal yang tidak wajar begitu," tandasnya.
Berita Terkait
-
Ditolak di Sidoluhur, Totok KAS Sempat Akan Beraktivitas di Desa Sidoagung
-
Pernah Pergoki Ritual di Rumah Totok, Pemdes: Bu Fanni Canggih Berkata-kata
-
Cerita Warga Gunungkidul Rela Jual Sawah Tergiur Janji Manis Totok Santosa
-
Penampakan Raja dan Ratu Kerajaan Agung Sejagat Setelah Ditangkap Polisi
-
Kapolda Jateng: Semua Simbol Keraton Agung Sejagat Palsu
Terpopuler
- Istana Diminta Istirahatkan Qodari atau Demo Mahasiswa Bisa Makin Besar
- Ciri-Ciri Sepatu Berbahan Kulit Babi, Kenali sebelum Membeli
- 4 Sepatu Jalan Kaki Lokal Terbaik Harga Rp300 Ribuan Sesuai Review, Kualitas Jempolan
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Roy Suryo Ditangkap di Bintaro Terkait Kasus Ijazah Palsu Jokowi, Sempat Diancam Borgol
Pilihan
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
Terkini
-
4.664 Kasus Perceraian di DIY, Trauma Anak Jadi Luka yang Jarang Dibahas
-
Tempat Hiburan di Jogja Ludes Terbakar, Owner Soroti Pemadaman Listrik Berulang
-
Seniman ARTJOG Lapor ke LBH, Soroti Dugaan Represi di Ruang Seni Yogyakarta
-
Menghadapi Krisis Iklim dari Desa: Sinergi KAGAMA dan UGM Lewat KKN-PPM 2026
-
Dorong Inovasi PAI dan Kualitas Pendidikan, UNY Bekali Guru dengan Project Based Learning