SuaraJogja.id - Sejumlah keluarga Tenaga Kerja Indonesia (TKI) Hong Kong yang berada di Sleman diminta untuk mengirimkan masker penutup wajah bagi mereka yang berada di Hong Kong.
Seperti misalnya yang dituturkan oleh Yusuf, ia mengaku telah beberapa kali mengirimkan masker dalam jumlah tertentu untuk ibunya, yang bekerja di Hong Kong.
"Wes bar tak kirimi akeh [baru saja saya kirim banyak masker]. Yang kemarin saya kirim masih tertahan di kargo, belum bisa diambil [Ibu]," kata Yusuf pada SuaraJogja.id, di kediamannya, di Desa Pakembinangun, Kecamatan Pakem, Kabupaten Sleman, Rabu (12/2/2020).
Ia menambahkan, masker tersebut dikirim karena dari kabar yang ia dapatkan dari ibunya, masker di negara tersebut habis. Ia menduga kelangkaan masker di Hong Kong, dikarenakan tersebarnya virus corona Wuhan. Bahkan, ia sudah mengirim masker tersebut sampai berulang kali.
"Kalau bukan tiga, empat kali. Saya lupa pastinya. Mungkin sebentar lagi, masker di sana mulai tersedia kembali," ujarnya.
Ia kurang tahu biaya pengiriman yang harus ia bayar kepada penyedia jasa ekspedisi yang mengantarkan titipan ibunya tersebut sampai ke Hong Kong. Pasalnya, kata Yusuf, ibunyalah yang menanggung seluruh biaya pengiriman, sedangkan Yusuf hanya bertugas mencarikan barang.
"Harga naik sedikit di pasaran, tapi masih di bawah Rp50.000," ucapnya.
Hanya saja ia mengaku heran, sudah sepekan ini, masker terakhir yang ia kirim tak kunjung diterima ibunya. Ia memperkirakan, pihak kargo akan menginformasikan kabar kirimannya dalam waktu dekat.
"Di sana [Hong Kong] tidak boleh keluar soalnya, kalau bukan urusan penting," kata dia.
Baca Juga: Viral Foto Baim Wong dan Anya Geraldine Main Basah-basahan
Sementara itu, seorang penjual masker, Cahya Ningsih, menyatakan berhenti sementara dari aktivitas menjual masker secara daring. Pasalnya, harga kulak masker mulai melonjak drastis, mencapai empat kali lipat. Dari yang sebelumnya Rp25.000 per kotak, saat ini harga masker tembus Rp100.000 per kotak. Ia mengaku kesulitan mencari grosir masker yang menawarkan harga lebih murah.
"Semua orang cari masker. Di mana-mana tidak ada, kalaupun ada, mahal. Kayaknya karena sedang merebak corona," terang warga Desa Madurejo, Kecamatan Prambanan Sleman ini, dikonfirmasi terpisah.
Diketahui, banyaknya TKI di Hongkong mengeluh kesulitan mendapatkan masker sejak merebaknya virus corona Wuhan. Harga yang mahal serta ketersediaan yang langka membuat WNI di luar negeri semakin gelisah.
Pengiriman masker dari Indonesia untuk WNI di Hong Kong telah dilakukan Pemkab Trenggalek dan Pemkab Tulungagung. Sebanyak 14 ribu masker medis berstandar internasional dikirim melalui kantor pos dan ditujukan kepada WNI di Hongkong lewat Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI).
Warga Sleman yang memiliki keluarga TKI di Hong Kong pun melakukan hal serupa secara pribadi.
Kontributor : Uli Febriarni
Berita Terkait
Terpopuler
- Masuk Red Notice Interpol, Erick Soedjasa Ditangkap Bareskrim di Bandara Juanda
- Skandal Biksu Thailand Viral: Dana Kuil Rp46 M Raib, Emas 16 Kg Disita hingga Rekaman Tak Senonoh
- Arti Weton Bumi Kapetak Menurut Primbon Jawa: Karakter Tangguh dan Tahan Banting Menuju Sukses
- Berapa Harga Oven Mini? Cek 9 Rekomendasi Merek Berkualitas dan Kisarannya
- 8 Cara Mudah Membersihkan Panci Gosong dan Berkerak agar Kembali Kinclong
Pilihan
-
Cucu Diduga Bunuh Nenek di Palembang, Pelarian Pelaku Hanya Bertahan 50 Menit
-
Pakar UNS Soroti Pemangkasan Anggaran Kebencanaan: Negara Kita Suka Kejadian Dulu Baru Dikaji!
-
Catat! Jadwal Resmi Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026: Lawan Malaysia di SUGBK
-
Rp11 Triliun Disiapkan untuk Isi Rekening Massal, Seorang Dapat Berapa?
-
Harusnya Bisa Kenyang dan Sehat, 230 Siswa di Pati Malah Keracunan Usai Santap MBG
Terkini
-
5 Tahun Holding UMi, Sinergi BRI, Pegadaian, dan PNM Dorong UMKM Bertumbuh
-
Lima Jurnalis Hilang di Anak Krakatau, Muhammadiyah Minta Pencarian Gunakan Teknologi Terbaru
-
Heboh LHKP Muhammadiyah Cap Program MBG Haram, Haedar Nashir Buka Suara
-
Jelang Tanwir ke-114, Muhammadiyah Sentil Masalah Bangsa Menumpuk, Elite Tak Gerak Cepat
-
Dana Desa Dipangkas untuk Kopdes Merah Putih, Banyak Lurah Takut Masuk Penjara, DIY Andalkan Danais