- BEM UGM resmi berganti nama menjadi Serikat Mahasiswa (SEMA) UGM.
- Deklarasi perubahan tersebut dilakukan di Bundaran UGM, Senin (1/6/2026).
- Ketua SEMA UGM menyebut perubahan itu bukan sekadar pergantian nama.
SuaraJogja.id - Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Gadjah Mada (BEM UGM) mendeklarasikan berganti nama menjadi Serikat Mahasiswa (SEMA) UGM di Bundaran UGM, Senin (1/6/2026) pagi.
Dalam laman Instagram @semaugm.official, Serikat Mahasiswa Universitas Gadjah Mada (SEMA UGM) mengundang seluruh elemen civitas akademika dan mitra strategis untuk hadir.
"Menandai awal dari sebuah perjalanan baru yang penuh dedikasi dan kolaborasi, Serikat Mahasiswa Universitas Gadjah Mada (SEMA UGM) 2026 dengan hormat mengundang seluruh elemen civitas akademika dan mitra strategis untuk hadir," tulis undangan tersebut.
Dalam acara Deklarasi Serikat Mahasiswa UGM 2026, mereka mengajak untuk menjadi saksi pergerakan dan mewujudkan kontribusi yang nyata.
"Dengan semangat baru dan tekat yang bulat. Mari menjadi saksi arah gerak, komitmen, dan visi besar yang akan dibawa oleh SEMA UGM selama satu periode ke depan demi mewujudkan kontribusi yang nyata," sambung pengumuman.
Sementara Ketua SEMA UGM, Sheron Adam Funay kepada media mengungkapkan bahwa perubahan itu bukan sekadar pergantian nama.
Sheron menyatakan jika pergantian BEM menjadi SEMA tetap menghargai sejarah gerakan mahasiswa UGM.
"Serikat Mahasiswa itu bukan lagi sebagai badan eksekutif yang hirarkis. Akan tetapi yang egaliter, yang setara dengan teman-teman fakultas," katanya.
Lebih lanjut, Sheron menyebut SEMA dibentuk dengan struktur yang tak menempatkan organisasi mahasiswa tingkat universitas yang selama ini kerap dilekatkan pada BEM.
Menurutnya, perubahan juga dilakukan pada mekanisme regenerasi kepemimpinan. SEMA akan menggunakan sistem pemilihan internal.
Sheron mengungkapkan, dalam waktu dekat, organisasi tersebut akan fokus menuntaskan transformasi kelembagaan, termasuk penyusunan AD/ART.
Berita Terkait
Terpopuler
- Gelar Bukan Segalanya, Boni Hargens Sepakat dengan Prof Gayus Lumbuun Soal Aturan Sidang S3
- 7 Cara Menghilangkan Kerak Gosong di Bawah Setrika agar Tidak Lengket dan Mengkilap
- Wakapolri Minta Jajaran Siap Hadapi Isu Aksi 'Black September', Apa Itu?
- Anak Buah Prabowo Curigai Alat Antek Asing di Balik Erupsi 6 Gunung, Netizen: Alam Saja Kena Fitnah
- 5 Menit Kota Makassar Diguyur Hujan
Pilihan
-
Rp11 Triliun Disiapkan untuk Isi Rekening Massal, Seorang Dapat Berapa?
-
Harusnya Bisa Kenyang dan Sehat, 230 Siswa di Pati Malah Keracunan Usai Santap MBG
-
Drone Thermal Dikerahkan, SAR Perluas Pencarian 5 Jurnalis Hilang di Perairan Anak Krakatau
-
Cari 5 Jurnalis Hilang di Anak Krakatau, 6 Kapal Sisir Laut hingga 271 Nautical Mile
-
Duh! 273 Siswa dan 43 Guru di Pati Diduga Keracunan MBG
Terkini
-
Ratusan Siswa di Sleman dan Bantul Keracunan MBG, 14 SPPG di DIY Dibekukan, Anggaran Ikut Ditahan
-
Jogja Punya 22 Masalah Besar yang Tak Kunjung Tuntas, Kampus Akhirnya Diminta Turun Tangan
-
Dari Pelosok hingga Perkotaan, BRI Perkuat Akses Keuangan untuk Masyarakat Indonesia
-
Siapa Sajakah yang Bisa Mendapatkan Penawaran BRI Multiguna Pre-Approved?
-
Saat Anggaran BNPB Turun Tajam, Dana Bencana Rp7,3 Triliun Diminta Lebih Mudah Diakses Daerah