- Badan Gizi Nasional membekukan empat belas satuan pelayanan di Yogyakarta akibat kasus keracunan dan pelanggaran izin.
- Tindakan tegas tersebut diambil pada Rabu, 9 September 2026, untuk melindungi anak-anak penerima manfaat program makanan.
- Seluruh anggaran dihentikan sementara dan biaya pengobatan korban keracunan ditanggung sepenuhnya oleh Badan Gizi Nasional.
SuaraJogja.id - Kasus dugaan keracunan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di DIY terus bertambah. Setelah insiden keracunan yang menimpa 69 siswa di Turi, Sleman, kejadian serupa juga menimpa 70 siswa dan guru di Jetis, Bantul.
Badan Gizi Nasional (BGN) mengambil langkah tegas dengan membekukan operasional 14 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Tiga SPPG yang dibekukan karena terlibat dalam kasus keracunan di Sleman dan Bantul.
Sedangkan 11 SPPG lainnya dibekukan karena terbukti beroperasi tanpa mengantongi Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS). Tak hanya dibekukan, aliran anggaran untuk SPPG bermasalah juga ikut ditahan.
"Suspend (pembekuan-red) SPPG sebagai bentuk tanggung jawab pemerintah untuk memastikan anak-anak penerima manfaat terlindungi," papar Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden (KSP) RI Aby Ismawan usai rapat dengan Pemda DIY di Kompleks Kepatihan Yogyakarta, Rabu (9/9/2026).
Aby menyebut, tiga SPPG yang dibekukan terdiri dari dua SPPG di Sleman dan satu SPPG di Bantul. Pembekuan dilakukan dalam kurun waktu yang belum ditentukan karena menunggu perbaikan yang dilakukan.
"Nanti sampai menunggu perbaikan dulu. Koordinator wilayah nanti akan melihat dan menilai, sudah ada perbaikan atau belum," jelasnya.
Pembekuan operasional, lanjutnya masih menjadi sanksi awal. BGN membuka kemungkinan persoalan tersebut masuk ke ranah hukum apabila ditemukan unsur pidana.
Sebab kelalaian yang dilakukan berulang dalam satu SPPG tidak akan ditoleransi. Karenanya bila SPPG terus saja melakukan keteledoran akan dipidanakan sebagai efek jera.
"Saya mengutip kata-kata Pak Sudaryono (Kepala BGN-red), kelalaian yang sifatnya nanti berulang dalam satu SPPG, itu kan ada tindakan tegas. Apalagi seandainya itu mengandung unsur pidana, kan bisa diusut lebih lanjut," tandasnya.
Baca Juga: GEMPAR Sambangi Pasar Godean, Seni Tradisional Warok Siap Hebohkan Warga
"Jadi statement beliau itu kan sudah jelas untuk efek jera itu," tandasnya.
Sementara itu Koordinator Regional BGN DIY Wirandita Gagat Widyatmoko, sebanyak 11 SPPG yang juga dibekukan karena beroperasi tanpa SLHS. Namun dari jumlah itu belum ada yang ditutup secara permanen.
"Surat penangguhan operasional telah diterbitkan oleh Deputi Pengawasan BGN. Sekarang sudah ada surat dari Deputi Tawas (Pengawasan-red) untuk SPPG-SPPG yang beroperasional tanpa SLHS seluruhnya sudah di-suspend. Jadi tidak kita biarkan SPPG operasional tanpa SLHS," ungkapnya.
Gagat menambahkan, selain penutupan SPPG, dana operasional dari pemerintah pusat juga ikut dibekukan. Anggaran pengelolaan MBG dipastikan tidak turun.
"Nanti surat suspend itu kan tembusannya ke Inspektorat, ke Biro Umum Keuangan, biro-biro yang lainnya, dan seluruh [dana]-nya itu sudah ditangguhkan," jelasnya.
Gagat menambahkan, 90 persen persoalan utama dalam kasus dugaan keracunan MBG berkaitan dengan kepatuhan terhadap prosedur operasional standar atau SOP. Dari hasil penelusuran internal, SPPG tidak menjalankan SOP sesuai aturan.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Moisturizer yang Cocok untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- 4 HP Kamera 200 MP Under Rp5 Juta untuk Foto dan Video Kualitas Tinggi
- 5 Lipstik Wardah yang Tahan Lama Saat Hujan dan Tidak Mudah Luntur Saat Makan
- 3 Sepatu Lari Lokal untuk Full Marathon, Ini Spesifikasi dan Harganya
- Sering Dijual Lebih Murah, Apakah Sepatu di Sports Station Ori?
Pilihan
-
Resmi, MA Putuskan Suket Penyetaraan Ijazah Gibran Tidak Sah
-
Kembangkan AURA, Suara.com Raih AMSI Awards 2026 di Bidang Inovasi Produk dan Pemanfaatan AI
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
Terkini
-
Menjaga Berkah di Dapur Subuh: Perjalanan Inspiratif Penjual Dimsum yang Berhasil Mandiri Finansial
-
Dugaan Ormas Dibenturkan dengan Demonstrans saat Kerusuhan Malioboro, Sultan Klaim Tak Tahu
-
Dua Peserta Demo di Malioboro Sempat Hilang, LBH Laporkan Sudah Pulang
-
Jadi Bank Beraset di Atas Rp500 Triliun, BRI Raih Empat Penghargaan Bergengsi Pada 2026
-
Puncak AXIS Nation Cup 2026 Segera Tiba, Tim Futsal SMA Terbaik Siap Adu Kekuatan