- Pemerintah Kabupaten Sleman menyelenggarakan program GEMPAR di Pasar Induk Godean pada Senin, 24 Agustus 2026.
- Acara ini bertujuan memperkuat ekonomi lokal melalui panggung talkshow edukatif dan pertunjukan kesenian tradisional.
- Kegiatan serupa sebelumnya terbukti berdampak signifikan meningkatkan kunjungan publik serta omzet para pedagang tradisional.
SuaraJogja.id - Gerakan Meramaikan Pasar Rakyat (GEMPAR) yang diinisiasi oleh Pemerintah Kabupaten Sleman kembali hadir untuk menyapa masyarakat. Kali ini, aksi nyata pemberdayaan ekonomi lokal dan pelestarian budaya ini siap menyambangi Pasar Godean, Sleman, pada Senin 24 Agustus 2026.
Kali ini tema yang diusung: "Godean Guyub, Pasar Hidup". Gelaran ini bertujuan untuk memperkuat eksistensi pasar rakyat sebagai pusat ekonomi kerakyatan sekaligus ruang interaksi sosial budaya yang nyaman bagi semua kalangan.
Rangkaian acara GEMPAR di Pasar Godean ini memang bakal dikemas secara meriah. Betapa tidak, event tersebut mengawinkan atraksi kesenian tradisional dan diskusi seputar keberlanjutan ekonomi dan kesejahteraan pedagang pasar.
Seperti di pasar sebelumnya, acara tersebut bakal dipandu secara dinamis oleh duo pembawa acara kondang Sleman, Gospeng & Dina Trinil. Event tersebut juga akan dihadiri oleh Bupati Sleman Harda Kiswaya, Kepala Disperindag Sleman Dwi Wulandari dan beberapa pejabat terkait di Sleman.
Selain talkshow edukatif yang menghadirkan Bupati Sleman Harda Kiswaya, daya tarik utama yang dinantikan adalah pertunjukan pesta rakyat. Event tersebut bakal dimeriahkan oleh pertunjukkan gamelan dari Sanggar Kuntul dan seni Warok dari Affada feat Manggala.
Kehadiran seni budaya tersebut dirancang menjadi magnet kunjungan warga untuk kembali meramaikan transaksi belanja dan menyemarakkan pasar rakyat. Karena itu, penyelenggara acara mengundang seluruh warga Sleman untuk datang memeriahkan Pasar Godean.
Adapun acara bakal digelar mulai pukul 07.00 WIB. Tentunya, selain menonton Warok di acara tersebut, warga diharapkan bisa 'nglarisi' para pedagang di Pasar Godean serta mendukung keberlanjutan ekonomi di sana.
Refleksi sukses GEMPAR Sebelumnya: Membangun Ruh Pasar Tradisional
Pelaksanaan GEMPAR di Pasar Induk Godean merupakan kelanjutan dari kesuksesan rangkaian gerakan serupa yang telah dihelat di berbagai pasar rakyat Sleman, seperti di Pasar Kebonagung, Pasar Ngijon, Pasar Balangan, dan Pasar Ngino.
Baca Juga: GEMPAR Dorong Pedagang Pasar Ngino Melek Digital Hingga Buka Wacana Pasar Sore
Rangkaian acara terdahulu ini terbukti memberikan dampak signifikan terhadap peningkatan kunjungan publik dan omzet para pedagang tradisional.
Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Sleman, Dwi Wulandari, menekankan pentingnya melestarikan ekonomi kerakyatan melalui pasar rakyat:
“Pengembangan pasar tradisional bukan sekadar renovasi fisik, melainkan upaya strategis untuk melestarikan ekonomi kerakyatan agar berdaya saing dan naik kelas. Pasar rakyat adalah jantung ekonomi lokal untuk itu,” ungkap Dwi Wulandari.
Pernyataan senada juga sempat disampaikan oleh Sekretaris Disperindag Sleman, Aris Herbandang, saat kesuksesan GEMPAR di Pasar Ngino (18/8/2026). Beliau menyoroti bahwa pasar tradisional memiliki keterikatan batin yang sangat erat dengan kebudayaan setempat:
“Jadi GEMPAR itu sebetulnya sebuah upaya untuk merefresh kembali pasar. Bukan hanya sebagai tempat untuk berjual beli, tetapi juga melakukan aktivitas lain. Jadi, kegiatan budaya, kegiatan jual beli, kegiatan interaksi sosial itu juga terjadi di pasar,” jelas Aris Herbandang.
Sementara itu, saat pelaksanaan GEMPAR di Pasar Balangan (10 Agustus 2026), antusiasme tinggi juga ditunjukkan oleh para pedagang yang merasa sangat terbantu dengan adanya hiburan kesenian rakyat untuk menarik pembeli.
Berita Terkait
-
GEMPAR Dorong Pedagang Pasar Ngino Melek Digital Hingga Buka Wacana Pasar Sore
-
Lewat Seni Jathilan, Program GEMPAR di Pasar Ngino Sleman Dongkrak Omzet Pedagang
-
56 Ribu Anak Sleman Diskrining Kesehatan: Hipertensi, Prediabetes hingga Depresi Berat Ditemukan
-
GEMPAR di Pasar Ngino, Yuk Nonton Jathilan Sambil Nglarisi Pedagang!
Terpopuler
- Kinerja Tim Komunikasi Buruk, Prabowo Diingatkan Segera Reshuffle Seskab Teddy hingga Kapolri
- Ruben Onsu Jadi Tersangka Kasus Dugaan Penipuan, Bakal Dipanggil Polisi Minggu Depan
- 20 Kode Redeem FF Aktif 20 Agustus 2026: Klaim Item Langka dan Bundle Spesial
- Anggaran Bencana Tak Ditemukan, Istana Malah Beli Merpati Rp305 Juta untuk Perayaan HUT ke-81 RI
- 4 Shio Beruntung Hari ini 21 Agustus 2026 yang Diprediksi Terbebas dari Masalah Keuangan
Pilihan
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
Terkini
-
Film Animasi Indonesia Ajisaka Menuju Pasar Global, Sony Pictures hingga Netflix Mulai Melirik
-
Pakar UMY Ingatkan Risiko Salah Sasaran Bansos Jika Desil DTSEN Jadi Patokan Mutlak
-
100 Ahli Ortopedi dari 15 Negara Bahas Masa Depan Penanganan Sendi di Yogyakarta
-
GEMPAR Sambangi Pasar Godean, Seni Tradisional Warok Siap Hebohkan Warga
-
Kendaraan Kustom Makin Marak di Jogja, Legalitas Masih Jadi PR Besar