Rendy Adrikni Sadikin | Shevinna Putti Anggraeni
Rabu, 19 Agustus 2026 | 19:28 WIB
Nur Fitri Handayani, Kepala Bappeda Sleman (Suara.com/Shevinna)
Baca 10 detik
  • Disperindag Sleman menggelar program GEMPAR di Pasar Ngino Sleman.

  • Pedagang Pasar Ngino didorong melek digitalisasi dan pembayaran QRIS.

  • Bappeda Sleman mewacanakan konsep pasar sore kuliner di Pasar Ngino.

SuaraJogja.id - Pasar rakyat bukan sekadar tempat bertukarnya uang dan barang, melainkan ruang interaksi sosial yang menjadi denyut nadi perekonomian daerah.

Menghadapi tantangan perubahan pola konsumsi masyarakat modern, Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Sleman menggelar program GEMPAR (Gerakan Meramaikan Pasar Rakyat) di beberapa pasar, salah satunya Pasar Ngino pada Selasa 18 Agustus 2026.

Mengusung tema “Pasar Berbenah, Ekonomi Bergairah”, gerakan ini mendorong revitalisasi menyeluruh tidak hanya memoles fisik sarana dan prasarana, tetapi juga memperkuat ekosistem digital serta menjaga nilai-nilai kehangatan interaksi khas pasar tradisional.

Jenang Upeh, Kuliner Khas Pasar Ngino (Suara.com/Shevinna)

Dorong Pedagang Melek Digital dan Live Streaming

Sekretaris Disperindag Kabupaten Sleman, Aris Herbandang, menegaskan bahwa revitalisasi pasar rakyat kini harus berjalan seiring dengan adaptasi teknologi.

Selain menyuguhkan atraksi budaya untuk memantik keramaian, pihaknya mulai merambah strategi pemasaran digital.

"Soal rencana revitalisasi, tentu kita punya prioritas untuk mana dulu yang akan kita tata dan revitalisasi itu kan banyak aspek bisa fisik, bisa non-fisiknya. Seperti hari ini, kita sudah jadwalkan beberapa tempat untuk ada kegiatan budaya agar kegiatan di pasar jadi ramai," ujar Aris.

Aris menambahkan, Disperindag Sleman telah menggandeng para penggiat media sosial untuk mempublikasikan potensi gastronomi lokal di pasar-pasar rakyat.

Langkah ini bakal terus dimatangkan hingga memberikan pelatihan langsung kepada para pedagang.

Baca Juga: JPU Ungkap Fakta Dugaan Anak Ditenggelamkan dalam Kasus Little Aresha

"Ke depan kita sudah punya perencanaan kegiatan di 2027, kita akan mengajak teman-teman pedagang pasar untuk masuk ke ranah digital marketing-nya. Walaupun dia tetap berjualan fisik di pasar, tetapi kita akan sediakan media untuk dia bisa live streaming, jualan online live gitu untuk menjajakan dagangannya," ungkapnya.

Kendati digitalisasi digenjot, Aris menekankan bahwa keunikan pasar rakyat yang berbasis interaksi manusia tidak boleh hilang.

"Ada budaya dan hanya ada di pasar, orang bisa membeli dan menawar. Itu kan buah interaksi sosial sebetulnya. Nah, ini yang perlu kita bangkitkan kembali," imbuhnya.

Bebek Bacem, kuliner khas Pasar Ngino (Suara.com/Shevinna)

Wacana Pasar Sore Kuliner hingga Pembayar QRIS

Sementara itu, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Sleman, Nur Fitri Handayani, menyoroti pentingnya kenyamanan infrastruktur dasar serta penyesuaian gaya hidup masyarakat modern dalam bertransaksi.

"Revitalisasi tadi kan lebih pada bangunan fisik ya. Misalnya bagaimana kita menyiapkan parkir yang aksesnya mudah. Lalu yang paling penting juga untuk peningkatan kapasitas di sisi pedagang dan petugas pasar. Kita kan harus selalu menyesuaikan kondisi kebiasaan sekarang sudah terbiasa memakai online payment, misalnya melalui QRIS. Cash tetap, tapi ada pilihan lain," jelas Nur Fitri.

Load More