- Pemkab Sleman melalui Disperindag akan menyelenggarakan program GEMPAR di Pasar Ngino pada 18 Agustus 2026.
- Acara tersebut menghadirkan talkshow ekonomi, belanja produk UMKM, dan pentas kesenian Jathilan secara gratis bagi masyarakat.
- Kegiatan ini bertujuan menghidupkan transaksi pasar tradisional, meningkatkan omzet pedagang, serta memperkuat daya saing UMKM Sleman.
SuaraJogja.id - Pemerintah Kabupaten Sleman melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) kembali berkomitmen untuk menghidupkan denyut nadi perekonomian lokal melalui program unggulannya, Gerakan Meramaikan Pasar Rakyat (GEMPAR).
Setelah sukses menyelenggarakan kegiatan di berbagai lokasi sebelumnya, edisi GEMPAR berikutnya siap "menggemparkan" Pasar Ngino yang akan digelar pada Selasa (18/8/2026) mulai jam 07.00 WIB.
Dengan mengusung tema “Pasar Bergairah, UMKM Berjaya,” gelaran di Pasar Ngino ini dirancang untuk menyinergikan edukasi ekonomi, pelestarian budaya lokal, dan aktivitas transaksi langsung guna memperkuat daya saing usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) Sleman di tengah pesatnya modernisasi perdagangan.
Gelaran Acara Mendatang di Pasar Ngino
Kegiatan GEMPAR (Gerakan Meramaikan Pasar Rakyat) bakal diisi dengan talkshow interaktif, belanja produk UMKM lokal, serta pentas kesenian tradisional jathilan.
Acara ini diselenggarakan dengan menghadirkan narasumber utama untuk sesi talkshow, yaitu Nur Fitri Handayani, S.STP, M.Si selaku Kepala Bappeda Sleman) dan Untung Basuki Rachmad selaku Tokoh Masyarakat Sleman.
Acara ini akan dipandu secara meriah oleh duo MC kondang setempat, Gospeng & Dina Trinil. Tak lupa, penampilan Jathilan dari Sanggar kesenian lokal kembali bakal menghibur pengunjung dan juga pedagang. Kegiatan ini terbuka bagi seluruh lapisan masyarakat umum tanpa dipungut biaya (gratis).
Program ini bertujuan menghidupkan kembali aktivitas transaksi di pasar tradisional, memperkenalkan produk-produk unggulan UMKM Sleman, meningkatkan omzet para pedagang, serta mendukung Gerakan Bangga Buatan Indonesia dan Penggunaan Produk Dalam Negeri (P3DN).
Tentang GEMPAR
Baca Juga: Ulah Pemuda Perusak Bendera Merah Putih di Bantul Berbuntut Panjang, Polisi Ungkap Fakta Mengejutkan
Sebelum menyambangi Pasar Ngino, gerakan GEMPAR telah sukses membuktikan dampak positifnya di berbagai pasar rakyat lainnya di Kabupaten Sleman. Beberapa di antaranya meliputi Pasar Kebonagung, Pasar Ngijon hingga Pasar Balangan.
Pada gelaran GEMPAR Kebonagung yang diselenggarakan Sabtu, 25 Juli 2026 dengan tema “Pasar Tradisional Bergeliat, UMKM Kuat,” acara dimeriahkan dengan pentas seni gamelan, tari tradisional, serta talkshow yang dihadiri langsung oleh Kepala Disperindag Kabupaten Sleman, Dwi Wulandari.
Tak lama berselang, pada Minggu, 2 Agustus 2026, GEMPAR Pasar Ngijon juga sukses menyedot perhatian warga sekitar dengan mengusung tema “Nyaman Pasarnya, Berdaya Ekonominya.”
Gelaran ini menghadirkan pertunjukan seni Jathilan sebagai ikon budaya lokal, serta talkshow kebijakan ekonomi bersama tokoh masyarakat Sleman Untung Basuki Rahmat dan perwakilan BKAD Kabupaten Sleman.
Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Sleman, Dwi Wulandari, S.T., M.Ec.Dev., menegaskan komitmen kuat jajaran pemerintah dalam melestarikan eksistensi pasar rakyat sebagai pondasi ekonomi lokal. Dalam sebuah kesempatan, beliau menyampaikan:
“Pengembangan pasar tradisional bukan sekadar renovasi fisik, melainkan upaya strategis untuk melestarikan ekonomi kerakyatan agar berdaya saing dan naik kelas. Pasar rakyat adalah jantung ekonomi lokal untuk itu.”
Berita Terkait
-
GEMPAR Ramaikan Pasar Balangan, Kuatkan Pedagang Lepas dari Jerat Rentenir
-
Gempar! Pasar Balangan Sleman Mendadak Ramai, Penampilan Jathilan Jadi Magnet Warga
-
Berangkat Kerja Malah Jadi Korban Begal, Pria di Sleman Ditodong Sajam dan Motor Digasak
-
GEMPAR Hadir di Pasar Balangan, Pasar Tumbuh Ekonomi Sleman Tangguh
Terpopuler
- Masuk Red Notice Interpol, Erick Soedjasa Ditangkap Bareskrim di Bandara Juanda
- Skandal Biksu Thailand Viral: Dana Kuil Rp46 M Raib, Emas 16 Kg Disita hingga Rekaman Tak Senonoh
- Arti Weton Bumi Kapetak Menurut Primbon Jawa: Karakter Tangguh dan Tahan Banting Menuju Sukses
- Berapa Harga Oven Mini? Cek 9 Rekomendasi Merek Berkualitas dan Kisarannya
- 8 Cara Mudah Membersihkan Panci Gosong dan Berkerak agar Kembali Kinclong
Pilihan
-
Menteri Keuangan Purbaya Diganti Hari Ini? Wakilnya Sudah ke Istana Pakai Jas
-
Bencana Alam Tak Bisa Dihitung dengan Kalkulator
-
Cucu Diduga Bunuh Nenek di Palembang, Pelarian Pelaku Hanya Bertahan 50 Menit
-
Pakar UNS Soroti Pemangkasan Anggaran Kebencanaan: Negara Kita Suka Kejadian Dulu Baru Dikaji!
-
Catat! Jadwal Resmi Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026: Lawan Malaysia di SUGBK
Terkini
-
Indonesia Dikepung Lima Bencana, Jusuf Kalla Sebut Lingkungan Rusak oleh Kita Sendiri
-
5 Tahun Holding UMi, Sinergi BRI, Pegadaian, dan PNM Dorong UMKM Bertumbuh
-
Lima Jurnalis Hilang di Anak Krakatau, Muhammadiyah Minta Pencarian Gunakan Teknologi Terbaru
-
Heboh LHKP Muhammadiyah Cap Program MBG Haram, Haedar Nashir Buka Suara
-
Jelang Tanwir ke-114, Muhammadiyah Sentil Masalah Bangsa Menumpuk, Elite Tak Gerak Cepat