Farah Nabilla
Selasa, 11 Agustus 2026 | 10:00 WIB
Kesenian Jathilan dalam Gerakan Meramaikan Pasar Rakyat (GEMPAR) di Pasar Balangan, Sleman, (10/8/2026) [Foto:Michael/SuaraJogja]
Baca 10 detik
  • Pemerintah Kabupaten Sleman menggelar program Gerakan Meramaikan Pasar Rakyat di Pasar Balangan pada Senin.
  • Acara tersebut dimeriahkan dengan pertunjukan gamelan serta kesenian Jathilan Turonggo Mudo Tri Manunggal untuk menarik pengunjung.
  • Pemerintah daerah berencana melatih pedagang pasar melakukan siaran langsung digital untuk memasarkan produk pada tahun 2027.

SuaraJogja.id - GEMPAR atau Gerakan Meramaikan Pasar Rakyat membuat suasana Pasar Balangan, Sleman, Yogyakarta, berbeda pada Senin (10/8/2026) pagi. Sejak pukul 07.00 WIB, pengunjung dibuat penasaran dengan suara gamelan yang membuka rangkaian acara, sebelum kemudian dilanjutkan pesta rakyat dengan penampilan Jathilan Turonggo Mudo Tri Manunggal.

Keramaian tersebut merupakan bagian dari Gerakan Meramaikan Pasar Rakyat (GEMPAR) yang digelar Pemerintah Kabupaten Sleman melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag).

Mengusung tema Pasar Tumbuh, Ekonomi Tangguh”, GEMPAR kali ini tidak hanya mengajak masyarakat berbelanja di pasar tradisional, tetapi juga menghadirkan kesenian sebagai hiburan sekaligus daya tarik bagi pengunjung. Turut hadir pula Kepala Bidang Hukum Sekretariat Daerah Kabupaten Sleman Hendra Adi Riyanto, Sekretaris Disperindag Sleman Aris Herbandang serta tokoh masyarakat Untung Basuki Rahmat.

Acara pagi itu dibuka dengan lantunan gamelan dari Sanggar Kuntul. Suara instrumen gamelan yang dimainkan para penampil seolah menjadi penanda dimulainya pesta rakyat di Pasar Balangan.Pengunjung yang sebelumnya sibuk berbelanja mulai menyempatkan diri mendekat untuk melihat pertunjukan.

Beberapa warga bahkan terlihat penasaran dengan acara yang digelar sejak pagi tersebut. Suasana pasar pun perlahan berubah. Aktivitas jual beli berpadu dengan suara gamelan yang terdengar di tengah pasar.

Gamelan Sanggar Kuntul dalam Gerakan Meramaikan Pasar Rakyat (GEMPAR) di Pasar Balangan [Michael/SuaraJogja]

Setelah pertunjukan gamelan, acara dilanjutkan dengan sambutan singkat dari Kepala Bidang Hukum Sekretariat Daerah Kabupaten Sleman, Hendra Adi Riyanto, dan Sekretaris Disperindag Sleman, Aris Herbandang.

Hendra mengatakan, GEMPAR merupakan bagian dari program pemerintah daerah untuk mengajak masyarakat lebih sering berbelanja di pasar tradisional.

“Ini bagian dari program Pemerintah Daerah Kabupaten Sleman untuk mengajak masyarakat sering-sering berbelanja di pasar tradisional, sehingga perekonomian di Kabupaten Sleman meningkat," kata Hendra di Pasar Balangan, Senin (10/8/2026).

Menurut Hendra, menggerakkan perekonomian masyarakat tidak harus dilakukan dengan berbelanja di pusat perbelanjaan modern.

Baca Juga: GEMPAR Hadir di Pasar Balangan, Pasar Tumbuh Ekonomi Sleman Tangguh

Ia bahkan menceritakan pengalamannya berbincang dengan salah satu pedagang di Pasar Balangan yang mampu menyekolahkan anaknya hingga lulus kuliah hanya dari berjualan gorengan.

“Meningkatkan perekonomian tidak harus ke mal ya. Tadi saya ngobrol, ada pedagang yang bisa menyekolahkan anak sampai lulus kuliah hanya dengan berjualan gorengan," kisahnya.

Kepala Bidang Hukum Sekretariat Daerah Kabupaten Sleman, Hendra Adi Riyanto [Michael/SuaraJogja]

Cerita tersebut, menurut Hendra, menjadi gambaran sekaligus motivasi bahwa pasar rakyat memiliki peran besar dalam menopang kehidupan masyarakat.

Dari Gamelan Berlanjut Jadi Pesta Rakyat

Usai sambutan, suasana Pasar Balangan kembali berubah menjadi lebih meriah. Panggung kesenian kembali menjadi pusat perhatian ketika Jathilan Turonggo Mudo Tri Manunggal tampil dalam pesta rakyat tersebut.

Suara musik pengiring jathilan terdengar semakin kuat. Para pengunjung yang sebelumnya hanya menyaksikan dari kejauhan mulai berkumpul di sekitar area pertunjukan.

Load More