- Disperindag Kabupaten Sleman menggelar Gerakan Meramaikan Pasar Rakyat di Pasar Balangan untuk meningkatkan omzet pedagang.
- Pemerintah daerah berupaya mengurangi ketergantungan pedagang terhadap rentenir melalui penyediaan koperasi dan BMT sebagai alternatif pembiayaan.
- Pemerintah Kabupaten Sleman juga menyiapkan pendampingan hukum gratis bagi pedagang yang menghadapi permasalahan hukum terkait pinjaman.
SuaraJogja.id - Gerakan Meramaikan Pasar Rakyat (GEMPAR) yang digelar Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Sleman tak hanya menghadirkan hiburan bagi masyarakat. Di balik kemeriahan acara, pemerintah juga mendorong agar pasar kembali menjadi pusat aktivitas ekonomi sekaligus mengurangi ketergantungan pedagang terhadap rentenir.
GEMPAR digelar di Pasar Balangan, Sleman, dengan menghadirkan berbagai hiburan dan kesenian rakyat. Sejak acara dimulai, masyarakat terlihat antusias memadati area pasar untuk menyaksikan rangkaian kegiatan.
Bagi pemerintah, ramainya pasar bukan sekadar soal jumlah pengunjung. Semakin banyak masyarakat yang kembali berbelanja di pasar tradisional, semakin besar pula peluang pedagang meningkatkan omzet dan mengembangkan usahanya.
Tokoh masyarakat sekaligus anggota DPRD Kabupaten Sleman, Untung Basuki Rahmat, mengatakan GEMPAR diharapkan mampu mengembalikan kebiasaan masyarakat untuk berbelanja di pasar rakyat. Namun, program tersebut juga diharapkan menjadi bagian dari upaya mengurangi praktik pinjaman berbunga tinggi yang masih ditemui di lingkungan pasar.
"Targetnya selain untuk biar orang kembali ke pasar, rentenir juga bisa hilang di pasar," kata Untung saat ditemui di Pasar Balangan, Senin (10/8/2026).
Menurutnya, keberadaan rentenir selama ini menjadi salah satu persoalan yang dapat menghambat perkembangan ekonomi pedagang. Pedagang memang bisa memperoleh uang dengan cepat, tetapi harus menghadapi beban bunga yang tinggi.
"Biasa di pasar itu orang pinjam di rentenir, yang bunganya tinggi-tinggi ini menghambat perekonomian pedagang. Menolong di awal tapi sulit di belakangnya," ujarnya.
Koperasi dan BMT Jadi Alternatif Pembiayaan Pedagang
Untung mengatakan pemerintah perlu menghadirkan alternatif pembiayaan yang lebih aman dan terjangkau bagi pedagang. Salah satunya melalui koperasi yang sudah tersedia di lingkungan pasar.
Baca Juga: GEMPAR Hadir di Pasar Balangan, Pasar Tumbuh Ekonomi Sleman Tangguh
"Salah satu solusinya ini kan ada koperasi, Pasar Balangan ini punya koperasi, lalu kami juga menyiapkan BMT," katanya.
BMT merupakan singkatan dari Baitul Maal wa Tamwil, yakni lembaga keuangan mikro yang beroperasi berdasarkan prinsip syariah. Kehadiran lembaga seperti koperasi dan BMT diharapkan dapat memberikan pilihan pembiayaan bagi pedagang tanpa harus bergantung kepada rentenir.
Dengan akses pembiayaan yang lebih sehat, pedagang diharapkan dapat memperoleh tambahan modal untuk mengembangkan usaha tanpa terbebani bunga pinjaman yang tinggi.
Pedagang Sebut Rentenir Masih Ada
Ketua Paguyuban Mekar Jaya sekaligus pedagang jajan pasar, Supihartati, membenarkan bahwa keberadaan rentenir masih ditemukan di sekitar pasar.
"Masih ada rentenir," ujarnya.
Berita Terkait
-
GEMPAR Hadir di Pasar Balangan, Pasar Tumbuh Ekonomi Sleman Tangguh
-
GEMPAR di Pasar Ngijon, Strategi Sleman Wujudkan Pasar Nyaman dan Ekonomi Berdaya
-
Seni Jathilan 'Gemparkan' Pasar Ngijon, Ketika Budaya Gerakkan Roda Ekonomi
-
Pasar Ngijon Siap 'Digemparkan', Mulai dari Jathilan, Talkshow Menarik hingga Hiburan Gratis!
-
GEMPAR Dorong Pasar Kebonagung Berkembang sebagai Destinasi Wisata Kuliner
Terpopuler
- 10 Pantangan Feng Shui Rumah yang Sebaiknya Dihindari, dari Pintu hingga Kamar Mandi
- 3 HP Xiaomi RAM 8 GB Murah di Bawah Rp1 Juta, Ini Pilihannya
- 4 Rekomendasi Merk Rice Cooker yang Awet dan Bagus untuk Pemakaian Jangka Panjang
- Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
- Feng Shui Rumah Menghadap Utara, Lakukan 4 Tips Ini agar Energi Seimbang dan Bawa Hoki
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
Sempat Tak Pasti, PSEL Akhirnya Dibangun di Jogja, 1.000 Ton Sampah Disulap Jadi Listrik Tiap Hari
-
GEMPAR Ramaikan Pasar Balangan, Kuatkan Pedagang Lepas dari Jerat Rentenir
-
BRI Catat 501 Juta Transaksi BRILink Agen Hingga Juni 2026
-
Gempar! Pasar Balangan Sleman Mendadak Ramai, Penampilan Jathilan Jadi Magnet Warga
-
DIY Mulai Kering Kerontang, Bantuan Pusat Menunggu Status Darurat