- Sebanyak 28 orang di Nyaen, Sleman, mengalami gangguan pencernaan ringan usai menyantap Makan Bergizi Gratis pada Senin (31/8/2026).
- Dinas Kesehatan Sleman bersama instansi terkait telah mengamankan sampel makanan untuk diuji di laboratorium guna memastikan penyebabnya.
- Operasional SPPG Pandowoharjo dihentikan sementara waktu hingga investigasi selesai dan rekomendasi resmi dari dinas kesehatan diterbitkan.
SuaraJogja.id - Puluhan siswa hingga guru di wilayah Nyaen, Pandowoharjo, Sleman, dilaporkan mengalami gejala gangguan pencernaan pasca menyantap menu Makan Bergizi Gratis (MBG), Senin (31/8/2026).
Mereka menyantap menu MBG yang terdiri dari nasi putih, bola-bola ayam saus mentai, tahu pop krispi, tumis pokcoy dan melon.
Dari pendataan bersama Puskesmas dan Dinas Kesehatan (dinkes) Sleman, tercatat 28 orang melaporkan keluhan diare. Mereka terdiri dari 25 siswa SD Negeri Nyaen 2, dua siswa TK Keluarga, dan satu guru.
Panewu Sleman, Rohmiyanto saat dikonfirmasi, Kamis (3/9/2026) membenarkan kasus tersebut.
Anak-anak tersebut dilaporkan mengalami gejala sakit tergolong ringan.
"Sampai sore ini kami memantau dan mengikuti perkembangan [kondisi anak-anak," ujarnya.
Namun dari hasil pengecekan di sekolah, menurut Rohmiyanto, siswa yang sempat dirawat di puskemas sudah bisa pulang. Bahkan mereka saat ini sudah bisa kembali masuk sekolah.
"Sampai tadi siang, setelah cek ke sekolah dan bertemu kepala sekolah beliau menyampaikan hari ini semua siswa masuk dan mengikuti pembelajaran," jelasnya.
Rohmiyanto menjelaskan, kejadian dugaan keracunan menu MBG tersebut berawal dari seorang siswa SD Negeri Nyaen mengalami sakit perut usai menyantap menu.
Baca Juga: Kejagung Bergerak, Seluruh Titik SPPG DIY Disisir Kejati
Siswa tersebut kemudian dilarikan ke puskesmas untuk mendapatkan penanganan.
Dari hasil penelusuran, ternyata ada sekitar 28 orang yang mengalami gejala serupa. Mereka terdiri dari 25 siswa dan satu tenaga pendidik SD Negeri Nyaen 2 serta dua siswa TK Keluarga.
Selain SD dan TK, ternyta ada siswa dari dua SMA di wilayah tersebut yang juga melaporkan gejala serupa. Sebut saja SMA Negeri 2 Sleman dan YPKK.
"Untuk yang mengalami gejala dari wilayah sekitar sekolah,"jelasnya.
Secara terpisah Kepala Kantor Pelayanan Pemenuhan Gizi (KPPG) Sleman, Harsono Budi Waluyo dalam keterangannya membenarkan adanya dugaan gangguan pencernaan pada sejumlah penerima manfaat yang dilayani SPPG Sleman Pandowoharjo, Brayut, Pandowoharjo, Sleman, pada Selasa (1/9/2026).
Dari 28 orang yang dilaporkan mengalami keluhan pencernaan, satu orang menjalani pemeriksaan rawat jalan di puskesmas.
Berita Terkait
Terpopuler
- Kenapa Maudy Ayunda Disebut Tak Napak Tanah? Ini Kronologinya
- Menteri Keuangan Purbaya Diganti Hari Ini? Wakilnya Sudah ke Istana Pakai Jas
- Status Terbaru Anak Purbaya: Mafia Ancam Presiden Dibalik Pemecatan Bapak, Ada Foto Raja Juli
- Update Reshuffle Kabinet Hari Ini: Menlu Sugiono Dikabarkan Diganti
- Resmi! Menkeu Purbaya Dicopot, Diganti Suahasil Nazara
Pilihan
-
Dari Aceh hingga Nusa Tenggara, Membaca Peta Ancaman Megathrust Indonesia
-
Kabar Buruk dari Italia: Jay Idzes Cedera 30-35 Hari Absen Bela Timnas Indonesia
-
Purbaya Ogah Bicara Panjang Saat Sertijab Menkeu ke Suahasil: Terima Kasih Semua
-
Apa Salah Purbaya hingga Dipecat Lewat Panggilan Telepon?
-
Pejabat Kantor Pertanahan Terjaring OTT KPK di Jakarta dan Bogor
Terkini
-
Purbaya Dicopot Pas Lagi Rapat RAPBN, Akademisi UMY Soroti Etika dan Kepatutan Penguasa
-
Menjemput Rezeki dari Balik Layar Gadget hingga Ujung Canting, Kisah Difabel Bertahan Hidup di Jogja
-
PORTA by Ambarrukmo Hadirkan Pameran Eksperimental Photography "Somewhere Blue" by Nia Nanoka
-
Dari Olahraga untuk Negeri, BRI Raih Indonesia Sports Industry of the Year 2026
-
Dari Aceh hingga Nusa Tenggara, Membaca Peta Ancaman Megathrust Indonesia