- Pemerintah bersama perguruan tinggi membentuk konsorsium di Yogyakarta pada Rabu, 9 September 2026, untuk mengatasi berbagai persoalan daerah.
- L2Dikti Wilayah V DIY mencatat terdapat 22 klaster persoalan daerah yang telah dipetakan untuk diselesaikan secara kolaboratif.
- Gubernur DIY Sri Sultan HB X menyatakan perguruan tinggi berperan sebagai mitra strategis penyedia solusi berbasis data.
SuaraJogja.id - Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) ternyata masih menyimpan sedikitnya 22 klaster persoalan yang membutuhkan penanganan bersama karena tak kunjung terselesaikan. Persoalan tersebut kini tidak hanya dibebankan kepada pemerintah, karena perguruan tinggi (PT) harus ikut turun tangan.
"Pemerintah bersama perguruan tinggi mulai memetakan persoalan daerah melalui pembentukan konsorsium perguruan tinggi DIY," ujar Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Wamendiktisaintek) Fauzan dalam Konsorsium dan Saresehan Sains dan Teknologi Yogyakarta 2026 di Yogyakarta, Rabu (9/9/2026).
Menurut Fauzan, angkah ini diharapkan membuat kekuatan akademisi tidak lagi berjalan sendiri-sendiri. Seratusan lebih kampus di DIY bisa langsung diarahkan untuk membantu menyelesaikan problem yang dihadapi masyarakat di kota ini.
"Kalau selama ini barangkali apa yang dikerjakan oleh perguruan tinggi itu masih bersifat sendiri-sendiri atau parsial. Kalau parsial maka hasilnya kurang efektif," tandasnya.
Karenanya Fauzan meminta perguruan tinggi di DIY bekerja secara kolektif. Sehingga mereka tidak sekadar menjalankan fungsi pendidikan di lingkungan kampus.
Fauzan menilai kampus memiliki sumber daya besar yang dapat digerakkan untuk membantu pemerintah menghadapi persoalan di lapangan. Dosen dengan berbagai keahlian serta mahasiswa dinilai menjadi potensi yang harus dimanfaatkan.
Terlebih DIY menghadapi beragam persoalan yang membutuhkan pendekatan berbasis keilmuan. Mulai dari kebencanaan hingga persoalan kesehatan dan dugaan keracunan Makan Bergizi Gratis (MBG) yang tengah marak terjadi saat ini.
"Pada hakikatnya pendidikan, kampus atau perguruan tinggi adalah entitas masyarakat, bukan berada di menara gading. Perguruan tinggi ini kan pada hakikatnya tempatnya orang pintar, orang unggul, mahasiswa, ada mahasiswa, ada dosen dan dosen memiliki keahlian yang berbeda-beda. Tentu itu harus kita gerakkan," tandasnya.
Dalam konteks kebencanaan, misalnya, perguruan tinggi diminta mengidentifikasi para pakar yang memiliki kompetensi sesuai ancaman bencana di daerah. Para pakar tersebut kemudian dapat bekerja bersama pemerintah dan instansi terkait.
Baca Juga: Berkaca dari Gunung Kelud, Sri Sultan Sebut Abu Vulkanik Anak Krakatau Bukan Diusir Pakai Kipas
Tak hanya turun sebagai tenaga ahli, perguruan tinggi juga diharapkan menghasilkan catatan empiris yang dapat digunakan pemerintah dalam merumuskan kebijakan.
"Kontribusi perguruan tinggi adalah memberikan catatan-catatan empiris yang akan dijadikan sebagai dasar untuk mengambil kebijakan-kebijakan lebih lanjut," tandasnya.
Sementara itu Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono (HB) X menyatakan keterlibatan perguruan tinggi dalam membantu pemda menyelesaikan persoalan daerah. Kolaborasi tersebut bukan berarti pemerintah menyerahkan seluruh persoalan kepada kampus.
"Perguruan tinggi diposisikan sebagai mitra yang memiliki kapasitas keilmuan untuk memberikan masukan dan solusi berbasis data," jelasnya.
Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (L2Dikti) Wilayah V DIY, Setyabudi Indarto menambahkan, dari pemetaan yang telah dilakukan, tercatat 22 klaster persoalan yang sudah dipertemukan dengan kapasitas yang dimiliki perguruan tinggi.
Proses tersebut telah melibatkan pemerintah daerah dan pemerintah kabupaten/kota. Bahkan komunikasi antara pemerintah dengan perguruan tinggi telah dilakukan untuk menentukan persoalan apa saja yang bisa dikerjakan bersama.
Berita Terkait
Terpopuler
- Kenapa Maudy Ayunda Disebut Tak Napak Tanah? Ini Kronologinya
- Menteri Keuangan Purbaya Diganti Hari Ini? Wakilnya Sudah ke Istana Pakai Jas
- Status Terbaru Anak Purbaya: Mafia Ancam Presiden Dibalik Pemecatan Bapak, Ada Foto Raja Juli
- Update Reshuffle Kabinet Hari Ini: Menlu Sugiono Dikabarkan Diganti
- Resmi! Menkeu Purbaya Dicopot, Diganti Suahasil Nazara
Pilihan
-
Purbaya Ogah Bicara Panjang Saat Sertijab Menkeu ke Suahasil: Terima Kasih Semua
-
Apa Salah Purbaya hingga Dipecat Lewat Panggilan Telepon?
-
Pejabat Kantor Pertanahan Terjaring OTT KPK di Jakarta dan Bogor
-
Dilantik Jadi Menkeu, Suahasil Akui Tak Berkomunikasi Dengan Purbaya
-
Purbaya Diganti, Nilai Tukar Rupiah Langsung Loyo ke Level Rp17.699
Terkini
-
Saat Partai Politik Sibuk Bangun Citra, Padahal Rakyat Masih Terluka oleh Bencana
-
Siapkan Dana Pensiun Sejak Dini, BRI DPLK Kini Lebih Praktis Dibuka lewat BRImo
-
Duh! Gunungkidul Sampai Ajukan Tambahan Stok BBM, Pemda DIY Lakukan Efisiensi Transportasi
-
Purbaya Dicopot, DPRD DIY Tantang Menkeu Baru Batalkan Seluruh Pemangkasan Anggaran Daerah
-
Kasus Asusila di Ponpes Sleman: Eks Pengurus Ditetapkan Tersangka, Keberadaannya Masih Misterius