Budi Arista Romadhoni
Rabu, 09 September 2026 | 16:04 WIB
Wamendiktisaintek Fauzan dan Sri Sultan HB X dalam Konsorsium dan Saresehan Sains dan Teknologi Yogyakarta 2026 di Yogyakarta, Rabu (9/9/2026). [Suarajogja.id/Putu Ayu Palupi]
Baca 10 detik
  • Pemerintah bersama perguruan tinggi membentuk konsorsium di Yogyakarta pada Rabu, 9 September 2026, untuk mengatasi berbagai persoalan daerah.
  • L2Dikti Wilayah V DIY mencatat terdapat 22 klaster persoalan daerah yang telah dipetakan untuk diselesaikan secara kolaboratif.
  • Gubernur DIY Sri Sultan HB X menyatakan perguruan tinggi berperan sebagai mitra strategis penyedia solusi berbasis data.

"Kita memformalkan, memaksimalkan potensi yang ada di perguruan tinggi," ujarnya.

Menurutnya, pihaknya sebelumnya telah meminta informasi dari pemerintah daerah dan pemerintah kota mengenai persoalan yang membutuhkan dukungan perguruan tinggi. Dari proses tersebut muncul 22 klaster yang dinilai telah memiliki keterkaitan antara kebutuhan pemerintah daerah dengan kapasitas perguruan tinggi.

"Pekan terakhir kita sudah mempertemukan seluruh pemda dan pemkot untuk berkomunikasi dengan seluruh perguruan tinggi," imbuhnya.

Kontributor : Putu Ayu Palupi

Load More