- Pakar UMY Rahmawati Husein menyatakan anggaran penanggulangan bencana nasional tetap didukung dana Pooling Fund Bencana sebesar Rp7,3 triliun.
- Pemerintah daerah didorong memanfaatkan dana Pooling Fund Bencana untuk memperkuat upaya mitigasi dan kesiapsiagaan sebelum terjadi bencana.
- Rahmawati meminta pemerintah pusat mempermudah akses daerah terhadap dana tersebut guna mengoptimalkan pencegahan risiko bencana.
SuaraJogja.id - Ketika pagu anggaran Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) terus menyusut hingga sekitar Rp491 miliar pada 2026, Indonesia justru memiliki dana Pooling Fund Bencana (PFB) yang telah mencapai Rp7,3 triliun.
Kondisi tersebut dinilai perlu menjadi momentum untuk mengoptimalkan pemanfaatan PFB, terutama untuk memperkuat kesiapsiagaan dan mitigasi risiko bencana di daerah.
Pakar Tata Kelola Bencana Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) Rahmawati Husein mengatakan pembiayaan penanggulangan bencana nasional sebenarnya tidak hanya bertumpu pada anggaran BNPB.
“Anggaran penanggulangan bencana sebenarnya tidak hanya berasal dari BNPB. Ada juga dana dari kementerian/lembaga, APBD, pooling fund, serta dana siap pakai,” kata Rahmawati di Yogyakarta, Selasa (9/9/2026).
Berdasarkan data pagu anggaran yang disampaikannya, alokasi BNPB tercatat Rp4,91 triliun pada 2024, kemudian disesuaikan menjadi Rp2,01 triliun pada 2025, dan sekitar Rp491 miliar pada 2026.
Di tengah penyesuaian tersebut, Indonesia memiliki alternatif sumber pembiayaan melalui PFB yang dikelola Badan Pengelola Dana Lingkungan Hidup (BPDLH).
Akumulasi dana PFB tercatat mencapai Rp7,3 triliun hingga semester I 2025.
Jangan Hanya Siapkan Dana Setelah Bencana
Rahmawati menilai keberadaan PFB seharusnya tidak hanya dipandang sebagai cadangan pembiayaan ketika bencana telah terjadi.
Baca Juga: Atasi Kepalaran di Papua Tengah, Kepala BNPB dan Menko PMK Segera Tinjau Langsung
Menurut dia, dana tersebut dapat menjadi instrumen penting untuk memperkuat upaya pencegahan, mitigasi, dan kesiapsiagaan sebelum bencana datang.
Pemanfaatan PFB sesuai dengan Peraturan Presiden Nomor 75 Tahun 2021 dinilai dapat melengkapi kebutuhan pendanaan kegiatan mitigasi di tingkat daerah.
“PFB menjadi instrumen penting untuk melengkapi kebutuhan alokasi kegiatan mitigasi di tingkat daerah,” ujarnya.
Menurut Rahmawati, daerah merupakan salah satu pihak yang berada paling dekat dengan risiko bencana. Karena itu, kemampuan daerah melakukan mitigasi dan meningkatkan kapasitas masyarakat harus diperkuat sejak sebelum terjadi bencana.
Ia menilai upaya pencegahan tidak boleh kalah perhatian dibandingkan penanganan setelah bencana terjadi.
Pemerintah perlu memastikan pembiayaan dapat digunakan untuk membangun kesiapan masyarakat, memperkuat sistem peringatan dini, meningkatkan kapasitas pemerintah daerah, serta mengurangi risiko di wilayah rawan bencana.
Berita Terkait
Terpopuler
- Urutan Skincare Pagi Viva untuk Anti-Aging Usia 40 Tahun ke Atas, Rawat Kulit Awet Muda
- Sempat Diamankan saat OTT, Sestama BNPB Rustian Kini Diperiksa KPK di Gedung Merah Putih
- 3 Sepatu Lari Lokal untuk Full Marathon, Ini Spesifikasi dan Harganya
- Ramai Tren Downgrade Lifestyle, Desainer Pilih Bedakan Produk Retail dan Wastra
- Sering Dijual Lebih Murah, Apakah Sepatu di Sports Station Ori?
Pilihan
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
-
RM Soeharjo Djajengasmoro: Tokoh Penting Pemuda yang Didepak dari Kampus Sendiri karena Ijazah
-
'Partai Mahasiswa' Serbia Guncang Eropa! Kalahkan Rezim Lewat Pemilu
Terkini
-
Jelang COP31, Jaringan Orang Muda Kritik Eksploitasi Alam di Jogja, Rakyat yang Tanggung Akibatnya
-
Korban Luka Kericuhan Malioboro Capai 116 Orang, 13 Jalani Dirawat Inap
-
Bukti Negara Hadir Tingkatkan Kesehatan Masyarakat: Program CKG Sudah Deteksi Medis 105 Juta Orang
-
Usung Pelestarian Budaya Berkelanjutan, Ini Rangkaian Acara Tentrem Cultural Week 2026
-
JPW Pertanyakan Sikap Humanis Polda DIY: Ada Pelempar Berlindung di Balik Barikade Polisi