SuaraJogja.id - Salah satu pusat perbelanjaan atau mall di provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta dikabarkan gedungnya 'bergoyang' saat konser karena terlalu banyak penonton. Kondisi ini bahkan disebut-sebut membuat konser disudahi lebih awal.
Belakangan, pihak mall yang bersangkutan memberikan klarifikasi.
Kabar gedung yang 'bergoyang' saat konser ini diceritakan oleh sejumlah warganet di media sosial hingga menjadi viral. Bahkan penyanyi solo, Pamungkas yang menjadi salah satu bintang tamu dalam konser tersebut ikut memberikan komentarnya.
Dalam postingan yang dibuat pada Jumat (14/2/2020) malam, Pamungkas mengaku merasakan panggungnya bergetar. Pada awalnya, ia mengira itu disebabkan oleh gempa.
"Panggung getar goyang-goyang 3 kali malam ini gua kira gempa taunya kata panitia emang ternyata karena terlalu banyak manusia lagi joget," tulis Pamungkas seperti dikutip Suara.com, Sabtu (15/2/2020).
Pihak Sleman City Hall (SCH), pusat perbelanjaan yang menjadi lokasi konser, menampik kabar tersebut.
Mereka membenarkan pentas musik ini diakhiri lebih awal, namun keputusan itu tidak disebabkan oleh gedung yang bergetar akibat terlalu banyak penonton.
"Jadi memang benar bahwa kemarin acara diselesaikan lebih cepat, dikarenakan ada sedikit permasalahan teknis di panggung dan over time waktu dari izin yang sudah ada," kata Public Relations Sleman City Hall, Tika Sari saat dihubungi Suara.com, Sabtu (15/2).
Tika menganggap wajar apabila penonton merasa gedung terasa seperti bergoyang.
Baca Juga: WNI dari Wuhan di Natuna Resmi Dipulangkan
"Gedung bergoyang itu sebenernya, ibaratnya sama dengan jembatan layang yang terkadang masih terasa juga getaran/goyangan. Itu merupakan hal yang wajar, namun kami juga paham secara psikologis kekhawatiran penonton," ujar Tika.
Ia mengatakan bahwa konstruksi Sleman City Hall memakai plat baja yang kuat dan telah mempertimbangkan berbagai aspek keselamatan.
"Gedung SCH sendiri memakai plat baja yang tentunya sudah dipertimbangkan sedemikian rupa, dengan menggunakan (bahan--red) tersebut impactnya yaitu daya lentingnya dari baja itu sendiri ringan kuat dan lentur," Tika menjelaskan.
Berdasarkan itu, Tika mengimbau agar masyarakat tidak perlu khawatir terkait bangunan gedung pusat perbelanjaan yang berada di utara kota Yogyakarta ini.
"Jadi tidak peru ada yang dikhawatirkan terkait dari sisi gedung. Untuk permasalahan kenapa akhirnya diakhiri konser semalam balik lagi di awal bahwa adanya over time," pungkasnya.
Berita Terkait
-
Ribuan Anggota FPI Turun ke Jalan Demo Mal: Bioskop Sumber Kemaksiatan
-
Mulai Hari Ini, Gedung Sate Bandung Dibuka untuk Umum
-
Babak Belur di IBL, HangTuah Terinspirasi Kata-kata Legenda Persija Bepe
-
Bangunan yang Diduga Gereja di Hartono Mall Biasa untuk Kegiatan Mengaji
-
Buruh Geruduk Gedung DPR Tolak Omnibus Law Cipta Kerja
Terpopuler
- 5 Moisturizer yang Cocok untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- 4 HP Kamera 200 MP Under Rp5 Juta untuk Foto dan Video Kualitas Tinggi
- Djarum Digeledah KPK, Publik Ramai Kaitkan dengan Isu Haji Isam dan DBS
- 5 Sunscreen untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- Cara Cek KTP Kita Terdaftar di Pinjol Apa Saja?
Pilihan
-
Resmi, MA Putuskan Suket Penyetaraan Ijazah Gibran Tidak Sah
-
Kembangkan AURA, Suara.com Raih AMSI Awards 2026 di Bidang Inovasi Produk dan Pemanfaatan AI
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
Terkini
-
Gandeng 43 Kampus Muhammadiyah, PERADI Profesional Perkuat Pendidikan dan Integritas Advokat
-
Coach Justin Nilai AXIS Nation Cup Buka Jalan Talenta Muda ke Level Profesional
-
Gratis! Grand Final AXIS Nation Cup 2026 Hadirkan 16 Tim dan Deretan Artis
-
Pasca Ramai Seruan Boikot, RANS Carnival di Maguwoharjo Ditinggal Musisi dan UMKM
-
Polresta Sleman Sita 561 Botol Miras Ilegal Selama Oktober 2026