SuaraJogja.id - Beberapa objek wisata di Gunungkidul mengalami penurunan drastis jumlah kunjungan wisatawan. Kondisi ini tak lepas dari merebaknya kasus virus corona yang terjadi di Asia, khususnya China.
Wasiman, pelaku wisata di Pantai Timang, Desa Purwodadi, Kecamatan Tepus, mengatakan bahwa jumlah kunjungan wisatawan mancanegara rata-rata per hari mencapai 600 hingga 700 orang. Namun, sejak kasus virus corona, jumlah kunjungan anjlok hingga 50 persen.
"Penurunan kunjungan wisatawan mancanagera lebih dari 50 persen. Biro perjalanan banyak yang membatalkan agenda kunjungan. Kami hanya berharap kasus virus corona dapat ditangani, dan geliat wisata kembali pulih," kata Wasiman di Gunungkidul, Selasa (18/2/2020).
Ia mengatakan, wisatawan mancanegara yang berkunjung ke Pantai Timang berasal dari Malaysia, Korea, China, dan kawasan Asia lainnya. Mereka ingin mencoba gondola dan jembatan ke pulau karang. Selain itu, kawasan Pantai Timang juga terkenal dengan olahan lobsternya.
"Saat ini yang datang sebagian dari Melayu atau Malaysia," kata Wasiman pada ANTARA.
Sementara itu, Sekretaris Dinas Pariwisata Gunungkidul Hary Sukmono mengatakan, hingga saat ini belum ada catatan mengenai penurunan wisatawan mancanegara. Dispar belum membedakan model tiket masuk ke objek wisata untuk wisatawan mancanegara dan lokal.
"Untuk rata-rata setiap tahunnya antara 19 ribu hingga 23 ribu orang wisatawan mancanegara. Mereka dari berbagai negara," kata Hary.
Secara global, pada 2013 kunjungan mencapai 3.751, kemudian 2014 turun menjadi 3.060, lalu 2015 naik 4.125, di 2016 turun jadi 3.891.
Kemudian, pada 2018 kunjungan wisatawan mancanegara meroket di angka 22.759 orang, tetapi pada 2019 turun menjadi 19.191 orang.
Baca Juga: Terekam Kamera, Aksi Motor Hindari Polisi Ini Bikin Warganet Takjub
"Misalnya, dari operator dari Gua Pindul, Pantai Timang, dan Gua Jomblang, laporannya seperti itu, tapi kalau secara keseluruhan angka jumlah wisman dari China, kami tidak punya," terang Hary.
Berita Terkait
Terpopuler
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
- 6 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Wajah dan Harganya
- AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
- 7 HP Murah di Bawah Rp1 Juta Paling Layak Beli di 2026, Performa Oke Buat Harian
- 7 HP Samsung Seri A yang Sudah Kamera OIS, Video Lebih Stabil
Pilihan
-
Rivera Park Tebo Terancam Lagi, Tambang Ilegal Kembali Beroperasi Saat Wisatawan Membludak
-
Bukan Merger, Willy Aditya Ungkap Rencana NasDem-Gerindra Bentuk 'Political Block'
-
Habis Kesabaran, Rossa Ancam Lapor Polisi Difitnah Korban Operasi Plastik Gagal
-
Konflik Geopolitik Tak Pernah Belanja di Warung, Tapi Pelaku UMKM Semarang Dipaksa Akrobat
-
Kenapa CFD di Kota Lain Lancar, Tapi Palembang Macet? Ini Penyebab yang Terungkap
Terkini
-
BRI Perkuat Digitalisasi, Tebus Gadai di BRImo Dapat Cashback 10%
-
Tegaskan Indonesia Bukan Jalur Agresi, Pemerintah Didesak Tolak Akses Bebas Pesawat Militer AS
-
Jatah WFH ASN Jogja Hari Rabu, Pemda DIY Tak Mau Jumat: Biar Nggak Bablas Liburan!
-
Berani Lawan Arus, Komunitas Petani Punk Gunungkidul Siap Manfaatkan AI untuk Sokong Program MBG
-
Holding UMi Tancap Gas: 34,5 Juta Debitur Terjangkau, 1,4 Juta Nasabah Naik Kelas