SuaraJogja.id - SWH alias AGA (29) warga Kelurahan Kadipaten, Kecamatan Kraton, Kota Yogyakarta dan tinggal di Krapyak Wetan Kecamatan Sewon, Kabupaten Bantul kini harus meringkuk di tahanan Mapolres Bantul.
SWH tergolong nekat mengedarkan berbagai jenis narkotiba dan obat-obatan terlarang. Dari tangan SWH, polisi mengamankan sabu seberat 1138,5 gram, tembakau gorila 25,68 gram, Ganja 25,58 gram, Riklona 15 tablet dan daftar G sebanyak 1000 butir.
Kasatnarkoba Polres Bantul, Iptu Roni Prasadana menuturkan, SWH bukanlah orang baru. Sebelumnya, 9 bulan yang lalu SWH pernah meringkuk dalam tahanan karena kasus yang sama.
"Dulu barang buktinya hanya sabu seberat 0,5 gram," tutur Roni, Selasa (3/3/2020) di Mapolres Bantul.
Roni mengatakan, pelaku menggunakan modus baru dalam mengedarkan narkoba jenis sabu. Dia mengemas sabu dalam bungkus permen 'Relaxa'.
Di setiap kemasan bungkus permen tersebut ia isi dengan sabu seberat 0,5 g hingga 1 gram tergantung dengan pesanan.
Saat diamankan, polisi berhasil menemukan paket sabu di dalam bungkus permen sebanyak 21 buah. Dari pelaku juga diketahui, sudah ada beberapa barang haramnya yang dijual ke pembeli. Modus narkoba dalam permen ini merupakan modus baru.
Berdasarkan pengakuan tersangka, pengemasan sabu ke dalam bungkus permen baru dilakukan sejak Januari 2020 yang lalu. Sementara, SWH sendiri sudah menjual barang terlarang tersebut sejak 2018 lalu.
Pelaku tak pernah bertemu langsung dengan pembeli. Ia bertransaksi dengan cara mengemas barang pesanan dengan dibungkus kemudian diletakkan di tempat yang sudah dijanjikan.
Baca Juga: Dijaga Ketat Polisi dan Satpol PP, Amigos Resto Bakal Disterilisasi Dinkes
Menurut Roni, tersangka juga cukup cerdik karena saat mengirimkan barang dia selalu mengajak orang awam. Dia menyewa mobil rental bersama dengan sopir untuk mengantarnya berkeliling mengantarkan barang.
Dalam kasus ini, polisi sebenarnya juga mengamankan seorang sopir. Namun setelah diperiksa, sopir tersebut sama sekali tidak mengetahui terkait jual beli barang haram terebut. Bahkan ketika dites urin, hasilnya juga negatif.
"Sekarang kami tengah memburu pemasok barang haram ke SWH ini,"ungkap Roni.
Kapolres Bantul, AKBP Wachyu Tri Budi Sulistyono mengimbau kepada masyarakat untuk lebih waspada terutama dalam mengawasi anak-anaknya. Dengan baru ini, maka memungkinkan anak-anak untuk mengkonsumsinya.
Kontributor : Julianto
Berita Terkait
-
Terbesar di DIY, Polres Bantul Amankan 1,1 Kg Sabu dari Seorang Pengedar
-
Positif Sabu dan Ekstasi, Pengusaha David Tjoe Resmi Ditahan Polisi
-
Kasus Narkoba, Pengusaha David Tjoe Diciduk di Apartemen Hayam Wuruk
-
Kuli Bangunan Gaya Hidupnya Wow, Ternyata Nyambi Jualan Sabu
-
Sama-sama Ditangkap Polisi, Ibu Tidak Kenal Pacar Vitalia Sesha
Terpopuler
- Sejumlah Jenderal Polri Dikabarkan Diamankan, Satu 'Bintang Empat' Sudah Dilepas
- Cara Aktifkan Fitur End-to-End Encryption WhatsApp, Pastikan Obrolan Rahasiamu Bebas Sadap
- Sejumlah Jenderal Diperiksa Propam, Ini Respons Mabes
- Jenderal Listyo Sigit Prabowo Ditetapkan Tersangka Penyadapan Presiden Prabowo
- Jokowi: Saya Disadap, Tapi Saya Diam Saja
Pilihan
-
Dicecar soal Listyo Sigit Prabowo, Jokowi: Semua Orang juga Sudah Tahu
-
Jokowi Ngaku Lupa Nama 3 Temannya yang Wisuda Bareng di UGM
-
Hakim Potong Omongan Jokowi yang Melebar: Jawab Saja Pertanyaannya!
-
Jokowi Pamer Ijazah di Depan Mukanya, Roy Suryo Ketawa Ngakak
-
Relawan Jokowi Padati PN Jaktim, Joget-Joget dan Bawa Poster Sindiran untuk Roy Suryo
Terkini
-
Bukan Aksi Sepihak, Forum Kebangsaan DIY Klaim Penurunan Foto Gibran Dipelopori Anggota Dewan
-
Ponpes HQ Sukoharjo Digeledah Polisi, Menag Tegaskan Hukum Berbicara
-
Tukang Cukur hingga Warteg Kena Pajak, Sultan Sebut Seperti Zaman VOC
-
69 Kampus Eropa Hadir di Yogyakarta, Buka Informasi Studi dan Beasiswa
-
Skandal Penyadapan Presiden Prabowo, JPW Ingatkan Masyarakat Sipil Tak Terdistraksi Isu Elit