SuaraJogja.id - Abu vulkanik yang dilontarkan Gunung Merapi, setelah erupsi pada Selasa (3/3/2020) pukul 5.22 WIB terembus dari perbatasan Jawa Tengah dan DI Yogyakarta sampai ke Kota Solo, Jawa Tengah. Akibatnya, debu menutupi jalanan di Solo.
Hujan abu tersebut lantas menganggu warga di sejumlah jalan protokol di Kota Solo, terutama pengendara sepeda motor. Menurut Slamet (55), warga Manahan, Banjarsari, hujan abu menjadikan sejumlah kendaraan dan mobil yang diparkir di jalan berdebu.
Sejumlah pengendara sepeda motor terlihat mengenakan masker dan kacamata sebagai antisipasi hujan abu.
"Masyarakat Solo kelihatan sudah terbiasa, karena sebelumnya pada saat Gunung Kelud meletus pada 2014, abunya sampai ke Solo dengan kondisi lebih parah," kata Slamet, dikutip dari ANTARA.
Kepala Pelaksana Harian Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Surakarta Eko Prajudi Noer Ali mengatakan, pihaknya mengantisipasi hujan abu dengan membagikan sebanyak 2.000 masker kepada masyarakat di sepanjang Slamet Riyadi Solo.
"Kami melihat Solo hujan abu, kami langsung menurunkan petugas BPBD untuk membagikan masker kepada pengguna jalan di sepanjang Slamet Riyadi," ungkap dia.
Di samping itu, pihaknya mengimbau agar masyarakat tetap tenang, berhati-hati, dan waspada terhadap hujan abu dari Merapi. Masyarakat pun diimbau tetap menggunakan masker dan kacamata jika bepergian.
Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) mengungkapkan, terjadi erupsi Gunung Merapi pada Selasa (3/3/2020) sekitar pukul 05.22 WIB. Badan Geologi yang berada di bawah Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) ini mencatat, erupsi tersebut memiliki amplitudo 75 mm dan durasi 45 detik.
Kolom asap letusan gunung api di perbatasan Jawa Tengah dan DI Yogyakarta ini mencapai 6.000 m, atau 6 km, dari puncak. Selain itu, pascaerupsi Merapi mengeluarkan awan panas guguran ke arah hulu Kali Gendol dengan jarak maksimal 2 km.
Baca Juga: Diambil dari 35 RS, Kemenkes Telisik 155 Spesimen Pasien Suspect Corona
Menyusul erupsi, hujan abu turun di sejumlah wilayah di sekitar DIY, antara lain Kabupaten Boyolali, Klaten, Sukoharjo, juga Kota Solo.
"Kalau melihat beberapa erupsi terakhir pasca-2018, yang menaikkan status ke waspada itu, ini juga lumayan ada kenaikan, tapi status saat ini masih waspada, sejak 21 Mei 2018," kata Sukarelawan Jaringan Informasi Lingkar Merapi (Jalin Merapi), Mujianto.
Berita Terkait
-
Hujan Abu di Kartasura Cukup Tebal, Jarak Pandang Terbatas
-
Perlu Masker Pascaerupsi Merapi, Jogja Alami Kelangkaan karena Corona
-
Erupsi Merapi, Bandara Adi Soemarmo Ditutup
-
Viral Pria Bagi-bagi Masker, Warganet: di Tengah Penimbun Ada yang Begini
-
Wisata Jip Masih Jalan Terus Meski Merapi Baru Saja Erupsi
Terpopuler
- 4 HP Murah Terbaru 2026 untuk Anak Sekolah: Baterai 7000 mAh hingga Koneksi 5G
- 3 Rekomendasi Bedak Padat di Indomaret untuk Makeup Halus dan Tahan Lama
- 5 Shio yang Menarik Keberuntungan 28 Juni 2026, Hari Penuh Hoki dan Kesempatan
- 4 Sepatu Kanky Terlaris di Shopee, Nyaman Dipakai Seharian Sesuai Review Pembeli
- Keunggulan Pompa Air Shimizu PL-138 BIT, Solusi Air Jernih Anti Karat
Pilihan
-
Sejarah! Timnas Voli Indonesia Kalahkan Korsel dan Juara AVC Mens Volleyball Cup 2026
-
Bumi Berguncang! Gempa 6,2 M Hantam Afghanistan, Getaran Terasa Hingga India
-
Perang Meletus Lagi! Iran Hantam Basis AS di Teluk, Gencatan Senjata Runtuh
-
Pelatih Timnas Iran Desak Infantino Tegas Terhadap AS: Perlakuan Mereka Buruk!
-
Korban Meninggal Latsarmil SPPI Bertambah Menjadi 5 Orang, Ini Penjelasan Kemhan
Terkini
-
Gelombang Pengunduran Diri di Partai Buruh Berlanjut, Seluruh Pengurus DIY Kompak Pamit
-
Viral Debat Mahasiswa dan Rektorat UNY saat Hendak Gelar Aksi, Begini Kronologi Lengkapnya
-
Sri Sultan Absen dari Agenda Pemerintahan, Paku Alam X Ditunjuk Jadi Plh Gubernur DIY
-
Rp4,6 Miliar Digelontorkan, Mesin Produksi Susu di DIY Diduga Tak Pernah Berfungsi
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda