SuaraJogja.id - Warga di DI Yogyakarta dan Solo Raya tengah membutuhkan pasokan masker bedah untuk menangkal hujan abu vulkanik dampak erupsi Gunung Merapi pada Selasa (3/3/2020) pagi. Namun, stok masker di Yogyakarta mengalami kelangkaan karena banyak warga panik setelah Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengumumkan dua WNI di Depok positif COVID-19, Senin (2/3/2020) malam.
Sejumlah warganet lantas mengeluhkan kondisi ini di media sosial, salah satunya Twitter. Mereka kesal karena kesulitan mendapatkan masker di kala hujan abu mendera.
"Woi yang jual masker harga selangit, ini enggak mikir buat warga Jogja dan sekitarnya? Ini ujan abu lo, lebih urgent daripada Corona," cuit @yayanayaa.
"Pengumuman Corona di indo, besoknya ujan abu di jogja-solo-sekitarnya. Mau beli masker buat ujan abu udah keabisan duluan sama orang yang panik gara-gara Corona. Padahal beneran butuh," keluh @kuswanrifky.
Sementara itu, akun @RRMANDASARI menyertakan foto-foto rak di minimarket, di mana stok masker dan hand sanitizer banyak yang kosong.
"Panic Attack, warga Jogja bar-bar juga. Belum ada 24 jam, stock masker & handsainitizer semua kosong! K24, Alfamart, indomart, WS, Mulia, Maga, Mirota Kampus, bahkan Superindo, semuanya nihil," terangnya.
Kelangkaan masker ini diakui Neva, salah seorang pegawai apotek di kawasan Umbulharjo, Yogyakarta. Ia menuturkan bahwa stok masker yang dijual kosong. Jikapun ada, harga satu kotak masker bisa meningkat dua kali lipat.
"Sebelumnya satu kotak kami jual dengan harga Rp30 ribu. Karena maraknya virus ini kami menjualnya hingga Rp75 ribu. Saat ini stoknya kosong, kami juga biasa menjual per masker Rp1.000, sekarang harganya naik hingga Rp1.500-2.000 per masker," terang dia.
Dinas Kesehatan (Dinkes) DI Yogyakarta lantas mengimbau masyarakat untuk tidak membeli masker terlalu banyak bahkan sampai mengumpulkan masker secara berlebihan.
Baca Juga: Fashion Show Balenciaga di Paris Fashion Week 'Kebanjiran'
"Yang jelas masyarakat selalu memperhatikan kebersihan diri dan lingkungan. Masyarakat harus tetap menjaga kesehatan dengan melakukan Perilaku Hidup Bersih Sehat (PHBS). Yang utama adalah cuci tangan pakai sabun dan batuk yang beretika [menutup dengan siku dalam tangan atau kain]," kata Kepala Dinkes DIY Pembayun Setyaning Astutie saat dikonfirmasi SuaraJogja.id, Selasa.
Menyusul pengumuman pada Senin bahwa dua WNI positif COVID-19 hingga kepanikan warga yang menyebabkan masker langka, Gunung Merapi mengalami erupsi pada keesokan harinya, Selasa pukul 5.22 WIB.
Dampaknya, sejumlah wilayah di sekitar Yogyakarta dan Solo, seperti Kabupaten Boyolali, Klaten, hingga Sukoharjo, mengalami hujan abu. Humas Pemerintah Provinsi Jawa Tengah (Pemprov Jateng) pun mengimbau masyarakat untuk senantiasa mengenakan masker ketika bepergian keluar rumah.
"Hujan abu Merapi dilaporkan terjadi di Boyolali, Klaten, dan Sukoharjo. Jalan Yogya-Solo wilayah timur juga terdampak hingga jarak pandang terbatas. Selalu waspada dan hati-hati ya.. Jangan lupa kenakan masker saat bepergian… Tetap semangat," kicau akun resmi @humasjateng.
Berita Terkait
-
Serbuan Coronavirus, Sektor Otomotif India Mulai Terpengaruh
-
Erupsi Merapi, Bandara Adi Soemarmo Ditutup
-
Viral Pria Bagi-bagi Masker, Warganet: di Tengah Penimbun Ada yang Begini
-
Masker di Sleman Kian Menipis, Dinkes Prioritaskan ke Pasien ISPA
-
Diduga Jadi Lokasi Penyebaran Virus Corona, Amigos Resto Ditutup 14 Hari
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- Urutan Skincare Wardah Pagi dan Malam untuk Wajah Bercahaya
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Kawal Kasus Little Aresha, Orang Tua Korban Dorong Penambahan Pasal Berlapis dan Hak Restitusi
-
Siklus Megathrust Pulau Jawa Tinggal 30 Tahun, Pakar Kegempaan Ingatkan Kesiapsiagaan DIY
-
Niat Keluar Cari Sasaran, Komplotan Remaja Bacok Pemuda di Jalan Godean Sleman
-
Efisiensi Anggaran Bikin Pekerja Seni di Jogja Kelimpungan, Berburu Hibah demi Bertahan Hidup
-
Tim Hukum Peduli Anak Pemkot Jogja Bidik Pidana Korporasi hingga Pembubaran Yayasan Little Aresha